Friday, June 14, 2019

Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus

Tulisan ini, aku tulis saat usia aku 34 Tahun. Kalau saat ini aku 47 Tahun, berarti sudah 13 tahun yang lalu ya. Tapi aku sore tadi baru saja ngobrol dengan kawan-kawan, dan tidak ada salahnya ini dibagikan kembali. Semoga bermanfaat untuk menjaga kesehatan bagi yang belum terkena Diabetes Mellitus. Selamat Membaca.

DIABETES MELLITUS SANG PENGHANCUR
Ditulis oleh : Selvi Aldriani, 34 tahun

Aku adalah anak ke-6 dari 8 bersaudara. Ibuku seorang Ibu rumah tangga yang sangat Istimewa, dan Ayahku sekarang sudah Pensiun dari Perusahaan Umum Listrik Negara sejak tahun 1991 yang lalu. Ayahku, terkena serangan stroke sejak tahu 1981 sampai dengan saat ini, ia hanya melakukan seluruh aktifitasnya dengan separuh tubuh sebelah kanannya, jadi kira-kira sudah 25 tahun ia jalani dalam kondisi seperti ini. Dan bukan mustahil, Ayahku mungkin adalah penderita stroke terlama di seluruh Indonesia.

Stroke yang dialami oleh Ayahku, disebabkan oleh Diabetes Mellitus, sehingga ada pembuluh darah di otak yang menyepit, sehingga aliran darah menuju otak terhenti dan membuat separuh badan sebelah kiri ayahku tidak dapat berfungsi sama sekali. Pengobatan ? sudah kami upayakan dari medis, alternative, orang pintar, paranormal, Sinshe, bahkan kepada seorang pintar yang mampu berjalan diatas air pun sudah kami kunjungi, namun hasilnya tetap nihil. Masa-masa berburu pengobatan alternative berangsur-angsur menyurutkan semangat Ayahku, disamping rasa lelah dan letih, yang akhirnya kami semua sekeluarga menyerahkan segala-galanya hanya kepada Allah SWT dan Pengobatan Medis yang dilakukan check up setiap satu bulan sekali, dan kadang masuk rumah sakit untuk di rawat inap guna memeriksa seluruh kondisi kesehatannya..

71 tahun hamper 5 bulan sudah, usia ayahku saat ini, dengan riwayat sepertiga masa hidup yang telah ia jalani dilampauinya dengan kondisi yang berbeda dengan orang lain pada umumnya, Ia masih terlihat segar, penuh semangat, cerah dan ceria sepertinya tidak pernah ada kelelahan dan keletihan dalam kehidupannya. Kegiatan kesehariannya paling banyak digunakan untuk Sholat, berzikir dan mengaji. Ketika ia bertemu dengan anak-anak dan cucu-cucunya bertandang kerumah, tidak ada kata-kata yang mampu ia ucapkan selai menangis terharu dan bahagia berkumpul dengan anak dan cucunya yang telah ia bina bersama istrinya dengan baik dan luhur.

November 2006, Adalah pemeriksaan rutin setelah hari raya Idul fitri, dan dari hasil pemeriksaan menyebabkan Ayahku harus masuk rumah sakit (rawat inap) karena Tubuhnya begitu lemah dan kedua kakinya bengkak dan luka, serta HB nya terlalu rendah dari angka normal. Masuk rumah sakit ? hampir menjadi sebuah kegiatan yang sering terjadi terhadap ayahku. Kami menjalani prosesnya dan mengatur semuanya tanpa keterkejutan dan tetap sabar menunggu hingga ayahku kembali stabil kondisi kesehatannya.

Dari terbiasanya aku menghadapi keadaan-keadaan seperti ini, tetap saja aku tercenung dengan penjelasan dari Dokter Ahli Penyakit Dalam yang selama 3 tahun terakhir ini merawat ayahku. Pada suatu sore hari aku bertemu dengannya di ruang Zuster Paviliun tempat ayahku di rawat inap, Dokter Ayahku (sambil menghela nafas dengan berat dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku yang ia duduki) ia berkata dengan hati-hati :

“Begini Mbak Selvi, Diabetes Mellitus bagaikan Hantu di Malam Hari, yang datangnya tiba-tiba dan perlahan, lalu menghancurkan organ tubuh secara perlahan-lahan. Ia bisa mnyerang Mata, Otak, Jaringan Kulit, Usus, Jantung, Pankreas, Ginjal, Paru-paru, Pembuluh Darah, Hati dan lain-lainnya. Itu sebabnya Para penderita penyakt Diabetes ada yang diare terus atau bahkan tidak bisa pup jika ia menyerang usus, atau kulit dari penderita diabetes mudah terluka, dan lain sebagainya.”

Dia berhenti sejenak, menghela nafas, lalu melanjutkan :

“Pada kasus Bapak (=ayahku), Saya sangat salut dengan kekuatan yang Bapak miliki, karena apa ? karena Bapak tidak seperti manusia/orang lainnya, yang sudah pasti lewat jika berada pada kondisi yang Bapak alami saat ini. Karena Bapak telah Memiliki seluruh RISK FACTOR –nya, ditambah dengan masa terkena stroke yang sangat lama (tahunan).”

Ia berhenti, lalu mengeluarkan hasil roentgen Jantung dari amplop coklat, dan berkata :

“Mbak Selvi bisa lihat hasil roentgen ini, Jantung Bapak pun sudah terkena dampaknya (ia menunjuk kepada jantung yang sudah mengerut semakin kecil), karena hipertensi, belum lagi jaringan kulit yang sudah mulai kena, Kekentalan darah yang normalnya 200-an Bapak mencapai lebih dari 4 x lipat dari angka itu, Ginjal bapak juga sudah tidak berfungsi dengan baik, Pankreas, dan lain sebagainya, sehingga saya bisa katakana bahwa raport (=hasil medis) Bapak seluruhnya angka merah”

lalu ia melanjutkan,

“Tapi Bapak adalah seseorang yang luar biasa. Penderita Diabetes bisa di control, Obat yang Bapak harus minum banyak sekali, tapi Obat hanyalah sebagai pendamping, menstabilkan kondisi agar tidak parah. Tapi yang membuat bapak memiliki kekuatan yang luar biasa saya yakin adalah Semangat Hidupnya  yang diberikan oleh seluruh keluarganya. Memang, penderita Diabetes memang memiliki selera makan yang tinggi, namun kita semua jarang bisa melarang Bapak untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman manis, yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan dan pasti ada cara yang baik, yang tidak meyurutkan semangat Bapak. Karena Bapak harus terus dipompakan semangatnya agar tidak stress, agar ia selalu sehat dan segar. Karena apa ? Karena Bapak sedang melampaui prosesnya, yaitu proses sang Diabetes Mellitus menghancurkan organ-organ tubuh Bapak secara perlahan-lahan. Jadi itulah kondisi yang sebenarnya, karena selama ini belum pernah saya sampaikan khawatir Bapak bisa mendengarnya dan membuatnya sedih, itulah sebabnya saya terus memompakan semangatnya pada setiap kali pertemuan pemeriksaan rutin”

Aku tertegun, dan mengangguk-angguk. Setengah melamun. Hingga Dokterku pamit untuk memeriksa pasien lainnya yang berada di ruangan.

Sepanjang waktu setelah itu, aku hanya berfikir.. berfikir dan berfikir.. meski aku memiliki kesempatan untuk terus mendampinginya selama ini, tetap saja, hati aku bagaikan di tabuh oleh sebuah alu besar, yang bunyi ngiangnya membuat kepalaku berkunang-kunang. Meski sudah berkali-kali aku menghadapi momen Ayahku di rumah sakit, tetap saja aku hanyut dalam ribuan pikiran yang berusaha mencari hikmah dari semua kejadian ini. 

Tidak ada kata lain selain bersyukur,

Aku bersyukur bertemu dengan seorang Doker spesialis yang memberikan tidak hanya layanan medis, melainkan dukungan rohani yang sangat menentramkan juga para suster dan bapak petugas apotek yang senantiasa ikhlas membantu.

Aku bersyukur, memiliki Ayah yang sangat luar biasa menjalani kehidupannya dengan penuh suka cita dan pasrah kepada Allah SWT, Ayah yang sangat istimewa, memberikan tauladan bagi anak-anaknya, dan semua yang tidak bisa aku katakana hanya dapat dirasakan.

Aku bersyukur, memiliki seorang Ibu yang memiliki kesabaran tak terbatas, keluhuran untuk mendampingi suami dan memberikan contoh yang baik kepada kami, merawat kami dan segala-nya dan segalamnya.

Aku bersyukur memiliki keluarga, kakak dan adik yang sangat erat hubungannya, mesra, saling gotong royong, bahu-membahu, saling perhatian dan menyayangi satu sama lain, sama-sama memiliki platform yang indah dalam membuat sebuah keluarga ini menjadi nyaman untuk berkunjung kembali pulang dan pergi.

Aku sendiri ? juga bersyukur, 

Memiliki suami yang memiliki perhatian kepada orangtuaku tidak kalah dari yang aku miliki, ia dengan setia merawat ayahku, mendampinginya, Berjaga malam di rumah sakit setiap hari, memandikan, menceboki, menyayangi dan mencintainya seperti orangtuanya sendiri.

Bersyukur memiliki seorang anak kecil buah hati kami yang selalu menyumbangkan senyumnya untuk eyang kakung dan eyang putrinya sebagai penawar lelah dan kantuk dirumah.

Bersyukur, Ayahku selalu memberikan kesempatan kepada aku untuk selalu berada didekatnya, staying around, memberikan kesempatan untuk merawat dan mendampingi dalam menjaga kesehatannya, bahkan aku pun bersyukur menerima pesa-pesannya setiap kali ia akan dirawat inap di rumah sakit, yaitu dari mulai mengantarkan adik-adik menikah hingga mendampingi ibuku suatu hari kelak.

Bersyukur, Ayahku pun tetap berpesan kepada aku, untuk selalu berada bersama ibu, mendampingi setiap waktu, yang ia piker adalah sebagai wasiatnya. Apa yang istimewa ? karena Ibu adalah Harta Terbesarnya, karena sebesar-besarnya harta yang dimiliki oleh seorang laki-laki adalah istri yang luhur.

Tidak ada bekal yang bsa menguatkan, selain BERSYUKUR, agar semua kepenatan dan keletihan, kebuntuan dalam hati, tersalurkan dengan baik dan sesuai ridhonya.

Biar semua mengalir seperti air.
Biar semua berhembus seperti angin.
Biar semua bergulir bagaikan waktu..
Sesungguhnya semua berjalan di atas rel yang telah ditentukan.  


Maka, Jagalah kesehatan, jadilah manusia pemerhati atas segala apa yang terjadi disekitar kita, dan selalu bersyukur, sehingga hidup akan lebih mudah terjalani.

Salam,


Tuesday, June 11, 2019

Asiyah, istri Fir'aun yang dijamin masuk Surga

Asiyah, istri Fir'aun yang dijamin masuk Surga

Assalammualaikum wr wb sahabat yang dirahmati Allah SWT,

Wanita yang dimuliakan ini bernama Asiyah binti Muzahim, Ia adalah istri dari Raja Fir'aun. Ia adalah salah satu dari 4 wanita mulia di sisi Allah SWT.  Yang paling menarik adalah justru ia adalah istri Raja Fir'aun yang terkenal jahat dan kafir.  Bahkan Raja Firaun menganggap dirinya Tuhan dan mewajiban seluruh rakyatnya serta istrinya menyembahnya sebagai Tuhan.

Mengapa Asiyah di muliakan oleh Allah SWT ? karena ia memiliki keteguhan iman bertauhid atas nama Allah SWT. Keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT sangat kuat, bahkan tentang dirinya pun tertulis dalam Al Qur'an, yaitu QS At Tahrim Ayat 11. 

Asiyah adalah wanita yang memiliki kesabaran dan budi pekerti yang luhur, meskipun ia bahagia saat awal pernikahannya dengan Raja Firaun, dimana kecantikannya telah membuat Raja bertekuk lutut dan menuruti semua keinginannya, hingga ia diperkenankan untuk mengambil Bayi Musa a.s. yang hanyut disungai untuk menadi anak angkatnya.

Namun ketika ia menolak saat dipaksa  menyembah raja sebagai Tuhan, dan terlebih saat Raja Firaun mengetahui keimananan dan ketakwaan Asiyah bertauhid kepada Allah SWT, maka ia kemudian di siksa. kedua tangan dan kedua kakinya diikat dengan besi besar dengan tubuh ditelentangkan di atas tanah yang panas dan terik matahari. 

Setiap kali raja dan para pengawal penyiksa pergi meninggalkan dirinya yang berada dalam panas terik, ketika itu pula Malaikat menaungi Asiyah agar panas teriknya menjadi tidak berasa. Dan Raja Firaun terus menyiksanya hingga ia memerintahkan kepada penjaganya untuk menjatuhkan sebongkah batu besar ke dadanya. Akan tetapi saat bongkahan batu besar disiapkn untuk dijatuhkan, dan Asiyah melihatnya, sesaat itulah ia berdoa kepada Allah SWT, yang termaktub dalam Alqur'an yaitu : 

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. (At-Tahrim 66:11)

Saat itu, Asiyah diperlihatkan oleh Allah SWT Bangunan Rumah di Surga untuknya kemudian setelah itu, meluncurlah ruh Asiyah meninggalkan jasadnya untuk kembali ke sisi Allah SWT, sehingga saat sebongkah batu besar dijatuhkan, Asiyah sudah tidak merasakan sakit karena ia sudah meninggalkan asadnya. 

Kemuliaan Asiyah Binti Muzahim ini adalah :
  1. Keimanan dan Ketaqwaannya kepada Allah SWT yang begitu kuat
  2. Ia meraih janji surga dengan perjuangannya melawan firaun dengan menjaga tauhidnya
  3. Di masa Kejayaan Firaun, ialah wanita pertama yang melawan kehendak Firaun melawannya menyembah sebagai Tuhan dan memilih beriman kepada Allah SWT
  4. Ia yang mengangkat Nabi Musa as dan menyelamatkannya
  5. Menyayangi dan merawat Nabi Musa As dengan sepenuh hati
  6. Musa AS yang diangkat dirawat dan dikasihi itu adalah penghancur FirAun
  7. Tidak gentar menghadapi Firaun
  8. Mempertahankan keimanannya hingga siksaan yang menjemput ajalnya
  9. Sebagai contoh orang yang beriman kepada Allah SWT
  10. Rela mengorbankan kenikmatan sebagai ratu demi mempertahankan iman tauhidnya
  11. Sabar, Sopan, santun penyayang dan berbudi pekerti luhur
  12. Wanita terkuat sepanjang sejarah dengan siksaan yang begitu perih didunia
  13. Wanita percontohan untuk masa yang akan datang sampai ahir zaman

SubhanAllah... Mari kita belajar dari wanita-wanita mulia ini, untuk kesabarannya, mencontoh keteguhan imannya dan mewakafkan kehidupannya hanya untuk Allah SWT. 

Semoga kita menjadi orang-orang yang berada dalam barisan wanita-wanita yang dimuliakan Allah swt. Amin. 

Saturday, February 16, 2019

Peta Pendidikan Dasar Membentuk Wajah dan Karakter Bangsa


Peta Pendidikan Dasar Membentuk Wajah dan Karakter Bangsa.

Aku tidak sedang berpolitik, juga tidak sedang berdakwah. Aku hanya ingin menulis apa yang sedang aku pikirkan. 

Memperhatikan pergerakan dan perkembangan #Digital, jejak rekam masyarakat Indonesia yang mulai membuka mata dengan adanya kemudahan mendapatkan informasi dan semua aplikasi bantuan lainnya dari sisi Teknologi Informasi, membuat hal tersebut menjadi semakin menarik perhatian.

Bagaimana tidak, kita selaku pengguna dan penikmat sajian informasi melalui media sosial, tentunya akan berinteraksi dengan semua sajian digital, dan itu artinya kita mempertontonkan seluruh wajah kita, bahkan memamerkan bagaimana gaya hidup kita, karakter yang kita miliki dan semua hal tentang diri kita.  Semangat untuk berbagi menjadi tidak lagi berbatas, semua serba di “sharing” bahkan cacian dan perkelahian pun semua di sharing, sepele-nya sakit, berdoa, susah hati, “bad-mood”, Tagihan, Hutang, dan segala-segala dibagikan.

Pengguna #MediaSosial, bukan hanya orang dewasa yang cukup umur sesuai syarat ditetapkan oleh setiap aplikasi media social, tapi juga anak-anak yang belum cukup umur yang dengan cara bagaimana pun tetap bisa mendaftar dan menikmati fasilitas ini.

Yang paling parah lagi adalah, pada masa-masa durasi event tertentu seperti #PemilihanUmum dan #Pilkadaserentak , wah luar biasa !

Inilah Potret Wajah Bangsa ! Semua merasa berhak menulis, menyebar, memforward sampai dengan postingan-postingan menghakimi.
Apa kita tidak malu dengan hal ini ? dimata Dunia, dimata semua kerabat dan teman di media Sosial, dimata keluarga dan anak anak kita ? Serta apa benar, budaya buruk ini yang kita wariskan kepada generasi setelah kita ? Anak cucu kita ?

Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang memiliki Sejarah Besar tentang Keluhuran Budi Pekerti yang ditanamkan oleh para leluhur kakek dan nenek moyang kita. Persatuan dan Kesatuan, Zaman dahulu, semua proses mendidik tentang nilai-nilai kesantunan diberikan melalui percontohan dalam situasi yang sangat mendesak. Lalu setelah Indonesia Merdeka, semua doktrin keluhuran tersebut, dikemas dalam sebuah lambang, semboyan dan dasar Negara, serta Undang-Undang Dasar 1945 yang semua ini sudah terumuskan dengan sangat terpadu yang akan menjadi tuntutan tata cara kehidupan rakyat Indonesia.

Setelah masa kepemimpinan pertama berakhir, estafet berjalan dengan meletakkan semua nilai warisan leluhur, Pancasila, UUD 1945, serta Semoboyan/Motto Bangsa, semuanya itu ditanamkan kepada seluruh aktivitas Pendidikan, mulai dari Pendidikan terkecil, sampai perguruan tinggi, lalu pelatihan perusahaan milik pemerintah, dengan diselenggarakannya Penataran P4 (Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) yang dilakukan sejak 1978 dan dihapuskan sejak Orde Baru Tumbang berganti dengan order Reformasi di tahun 1990.

Penataran P4 pada saat itu dianggap sebagai Doktrin Negatif pemerintahan Order Baru oleh Masyarakat Indonesia, Padahal, dengan adanya Penataran P4 adalah tata cara Pemerintah dalam menyamakan persepsi dengan rakyatnya dalam kehidupan bernegara, Kandungan Doktrin dalam Kegiatan Penataran P4 pun semua berujung pangkal kepada Dasar Negara yaitu Pancasila yang harus menjadi Pedoman, wajib di Hayati dan peng-amal-an seluruh kandungan riwayat dalam bernegara.

Pendidikan Moral Pancasila, juga merupakan menu Utama dalam kurikulum Pendidikan di Indonesia saat itu, yang juga dihapuskan saat orde baru jatuh.

Generasi yang terakhir mendapatkan Mata Pelajaran dan Penataran P4 adalah Anak-anak yang pada usia sekolah dasar di tahun 1989. Sementara sejak Anak-anak yang berusia 7 tahun pada tahun 1990, sudah tidak lagi mendapatkan kurikulum Penataran P4 dan Pendidikan Moral Pancasila.

Sejak tahun 1990 sampai dengan tahun 2019 ini, adalah 29 Tahun, artinya Anak-anak yang berusia 7 tahun pada tahun 1990 + Durasi 29 Tahun tanpa P4 dan Pancasila, artinya orang-orang usianya saat ini 36 Tahun ini, adalah generasi yang tidak mendapatkan Pendidikan P4 dan PMP selama mereka bersekolah. Termasuk Orang-orang selanjutnya yang berusia dibawah 36 Tahun.
Pelajaran Apa yang bisa diambil dari kejadian ini ?

Ya Betul ! Kita tidak lagi menjadikan Pancasila sebagai pegangan hidup bernegara, tidak Menghayatinya dan tidak mengamalkannya. Dasar Negara, Lambang Negara serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada kita seolah menguap, kita menyadarinya asal ADA, retorika berlaka.

Oleh karenanya, sebaiknya KEMBALIKAN Pendidikan Moral Pancasila serta Penataran P4, diberlakukan wajib, terutama dalam Pendidikan dasar, dan lanjutan menengah dan Atas, serta seluruh ASN Pemerintah, agar dalam melakukan tugasnya serta pada siswa seabagai penerus bangsa, benar-benar menjadi generasi Bangsa yang sesuai dengan ruh kebangsaan Negara Kesatuan Republic Indonesia.

Aku berharap besar kepada Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor 2 pada Pemilu 2019 mampu menciptakan Generasi Bangsa untuk masa depan, sambal secara parallel menyelesaikan persoalan bangsa, melalui pemberdayaan intensif doktrin Pancasila, UUD 1945 untuk diterapkan didalam Pendidikan dasar agar menjadi generasi yang kuat, tangguh berbudi pekerti luhur sehingga kelak tongkat estafet Pengelolaan Republik Idnonesia sebagai Bangsa Besar dimata dunia tetap terkawal dengan baik.

Pemimpin Negara adalah pihak eksekutif, eksekutor, pengelola Pemerintahan yang harusnya memikirkan masa depan bangsa dan rakyatnya, memberikan dan meratakan kesejahteraan diseluruh rakyat Indonesia.

Bukan Pemimpin yang hanya memikirkan untuk kepentingan kesejahteraan dirinya dan golongannya dengan cara instan dalam durasi periode kekuasaannya, hingga tidak memikirkan masa depan bangsa bagaimana nanti pemimpin selanjutnya, terutama dalam penyelesaian Hutang Negara.

Semoga #prabowo-sandi Calon Presiden Bapak Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Bapak Sandiaga Uno, bisa menjadi pemenang pada 17 April 2019 mendatang.  Amin.

Ayo !
Gaungkan Kampanye yang baik !
Buang Kampanye Jahat dan Julid !
Abaikan Hujatan yang memancing Emosi !
#Gerindra
#PartaiGerindra
#HUTGerindra
#MemenangkanIndonesia
#prabowo-sandi      

Indonesia Memang Harus Menang



Kemajemukan adalah alasan yang membuat Indonesia dikenal sebagai Bangsa yang besar di seluruh dunia. Tentu saja, dengan Negara Kepulauan terbesar, Indonesia memiliki Suku Bangsa serta budaya yang sangat banyak yang tentunya menjadi ragam budaya, ragam kuliner, ragam Bahasa, Ragam kekayaan dari sumber daya alam, gemah ripah loh jinawi, keaneka ragaman Hayati, hasil bumi yang luar biasa sebagai modal sebuah Bangsa dan Negara.

Kemajemukan ini lah sebagai anugerah yang luar biasa bagi Bangsa Indonesia, sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, dari atas hingga bawah, pengelola negara atau rakyat jelata, seluruhnya bertanggung jawab untuk menciptakan persatuan kesatuan yang diwariskan oleh para kakek-nenek moyang kita yaitu “BHINNEKA TUNGGAL IKA”

Lalu Indonesia Memang harus menang ! Melawan Siapa ?

Kemajemukan itu adalah kumpulan dari sekian banyak Individu dan golongan yang memiliki ciri khas berbeda-beda, pemikiran yang berbeda, hasrat dan harapan yang begitu banyak berkumpul dalan sebuah persatuan kebangsaan. Tentu saja semua itu juga memiliki risiko konflik dalam berinteraksi satu garis yaitu Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya  sebuah bangsa.

Contoh yang paling sederhana adalah Pemilu saat ini.

Semua berteriak tentang Pemilu Damai, demi menciptakan suasana positif pesta Demokrasi, sekaligus saling berteriak cacian dan hinaan, semua berjalan Paralel, bersanding Sempurna dalam hingar bingar Pesta Demokrasi, semua pihak menyulut, mempertontonkan kemegahan maha sempurna dengan tata cara yang seakan semua cara menjadi sebuah ikhtiar yang halal. Pesta yang menyulut perpecahan, bukan aura kenduri persaudaraan sebuah bangsa.

Kebenaran BERITA, bersanding dengan HOAX, kemeriahan yang membahana secara Paralel, tanpa bisa menyatu dalam sebuah “pernikahan budi pekerti dalam membina rumah tangga Negara”. Padahal BERITA adalah salah satu cara komunikasi seluruh rakyat dalam sebuah negara. Berita yang bergulir harusnya mempertontonkan kebenaran informasi seluruh pihak, tidak pilih kasih.

Rakyat terlena dengan euphoria tak berdasar fakta dan belum tentu berujung kebenaran. Semua BLUNDER, karena Tercemar dan terkontaminasi berita HOAX atau EDITAN CUPLIKAN GAMBAR SESAT, yang bergaung riuh rendah bersama dengan pihak yang meneriakkan KLARIFIKASI BERITA sebenarnya, dan semua itu menjadi tidak terdengar, apalagi untuk dimengerti.

Budaya rakyat akhirnya bertransformasi, entah sekarang Siapa mempengaruhi Siapa ? Coba perhatikan perkembanganya.
·     
  •     Apakah para Pihak yang berkampanye yang menjejali dan mendoktrin rakyat untuk percaya kepada apa yang mereka katakan ? Atau
  •       Apakah Rakyat (=yang blunder atas propaganda oknum penjual jasa peraih suara) yang pada akhirnya menciptakan mata rantai berita yang menyulut adrenalin pada calon Pemimpin menjadi sensitive emosional sehingga hilang kendali tampil dihadapan rakyatnya, dimana seharusnya mereka bersikap sebagai FIGUR KEBANGSAAN ?

Indonesia memang harus Menang !

Rakyat Indonesia seluruhnya harus memiliki NYAWA sebagai satu kesatuan (baik Calon Pemimpin dan Rakyatnya) harus saling memberikan arah yang kondusif meraih Tujuan Global bersama, menjaga NKRI sebagai cita-cita dan semangat yang tidak pernah menguap, dengan menyadari sepenuhnya bahwa KEMENANGAN ITU BISA KITA RAIH
     
      A.  Dengan mengalahkan seluruh pemikiran hanya berdasarkan BENAR atau SALAH dengan MEMBUANG :
1.      Rasa Egoisme dan Egosentris Diri Sendiri,
2.      Kepentingan Pribadi yang memicu konflik antar Pribadi dan Golongan,
3.      Kekacauan pikiran dari hasrat alami merasa seallau benar dan tidak mengakui kesalahannya.
4.      Emosi yang membabi buta menghalalkan segala cara haram untuk tujuan kecurangan
5.      Perilaku-perilaku Jahat dalam menciptakan berita meme dan video serta lainnya yang dimodifikasi demi kepentingan Pribadi dan golongan

        B.      Dengan saling mengajak semua pihak untuk melakukan kebaikan misalnya
a.      Mempropagandakan Program dengan cara yang baik
b.      Memberikan edukasi yang baik dalam memberikan kampanye kepada masyarakat
c.       Mengeluarkan seluruh kemampuan kita untuk berkampanye untuk calon unggulan dengan tanpa MENGHUJAT DAN MENGHINA ATAU MENJULIDKAN pihak lawan

        C.  Para pemirsa, rakyat yang menyaksikan yang merasa telah terlegitimasi dengan Tagar 
             Pengakuan “RAKYAT SUDAH CERDAS” seharusnya benar cerdas dengan 
             membudayakan perilaku : 
a.      Tidak sembarang membagikan berita yang belum tentu kebenaranya apalagi berita-berita yang bernuansa fitnah dan hujatan, celaan, meme tidak pantas dan sejenisnya.
b.      Tidak mengeluarkan atau menciptakan berita Bohong dan fitnah, serta mempropagandakan keburukan
c.       Kita rakyat sebagai Pemilih, harus punya kesantunan dalam menggunakan hak memilih, yaitu dengan Memilih, tanpa Menghujat dan mencaci pihak yang tidak kita pilih.
d.      Kita bisa membantu mengkampanyekan program-program pihak yang kita unggulkan sesuai dengan program pihak unggulan kita yang kita nilai baik untuk bangsa ini, tanpa perlu ditambahkan atau disandingkan dengan huujatan kepada pihak yang tidak kita pilih.

Disinilah, Rakyat Indonesia MEMANG harus Menang !

Menang dalam hal menguasai dan mengendalikan sikap dan perilakunya menjadi lebih positif dalam menentukan arah bangsa menjadi BANGSA YANG BESAR, bukan hanya tentang Segala macam kekayaan dan keaneka ragaman Indonesia, akan tetapi BANGSA YANG BESAR adalah bangsa yang memiliki adab dan mampu menjaga KEHORMATAN dimata Internasional serta mampu menghargai jasa para Pahlawannya.

Para Pemimpin Negara Indonesia sejak dulu, sekarang, juga selanjutnya, bukan seorang Malaikat, yang tidak luput dari kekeliruan,  namun beliau-beliau juga Pahlawan Bangsa yang kita wajib hormati, meskipun dalam setiap periode selalu ada evaluasi, ada saat diteruskan namun sebaliknya harus bergantian, semua harus diterima dengan lapang dada, jikapun harus ada perbaikan, biarkan rakyat yang menentukan dengan pemikiran yang jernih.

Sekali lagi, kita punya Pilihan, tapi tidak perlu menghujat pihak yang tidak kita pilih !

Sebagai bagian dari Rakyat, kita berdoa Semoga  Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, beserta seluruh Tim dan para pendukungnya, bisa menjadi pelopor bagi pergerakan budaya kesantunan melewati masa proses Pemilihan Umum dan kuat mengendalikan emosi dengan mengedepankan perilaku yang santun dan beradab, agar cita-cita kita tercapai yaitu menjadi #indonesiamenang yang #adildanmakmur bisa tercapai.
Jika Semua Tim dan Pendukung melakukan pergerakan kebaikan, maka pesta demokrasi ini seperti merendam butir-butir kacang hijau, yang tidak berkualitas akan mengambang, akan jelas terlihat, dan ini akan memberikan kesempatan mereka untuk melakukan perubahan menjadi pemilih yang insya Allah lebih baik.

Ayo !
Gaungkan Kampanye yang baik !
Buang Kampanye Jahat dan Julid !
Abaikan Hujatan yang memancing Emosi !
#Gerindra
#PartaiGerindra
#HUTGerindra
#MemenangkanIndonesia
#prabowo-sandi

Tulisan ini sudah terbit di link FB :
https://www.facebook.com/selvialdriani/posts/10218621083981148

Friday, February 8, 2019

Apakah semangat persaudaraan akan membawa kita ke Surga ?


Apakah semangat persaudaraan akan membawa kita ke Surga ?

Bolehkah hamba bertanya demikian, Ya Allah SWT...

Setelah beragam kata Mutiara yang hamba temui, lebih banyak menyatakan
"Sahabat yang baik adalah sahabat yang bisa membawa kita ke surga"

Sahabat dalam kebaikan
Sahabat dalam jalan kebenaran
Sahabat dalam Kasih Sayang
Sahabat dalam keperdulian
Sahabat yang selalu ada untuk kita dalam kebaikan

lalu bagaimana dengan pesaudaraan, setalian darah selahir dalam satu kandungan yang sama ?
sementara hamba sendiri atau lainnya masih seringkali khilaf,
memiliki hubungan persahabatan jauh lebih mesra dan indah seakan Bahasa Surga dibawa ke dunia, dibandingkan dengan ukhuwah hhamba kepada para saudara sedarah dan sekandung ?

Padahal, Saat nyawa berpisah dari raga, kita tiada mampu melakukan apa apa selain para saudara kita yang akan mengurus seluruh keperluan kepulangan kita, serta Doa para saudara sedarah dan sekandung yang akan menghentikan azab-azab kita selain dari sodaqoh yang ditunaikan oleh mereka untuk kita, selain dari apa yang telah kita upayakan saat kita hidup.

Ampuni hamba ya Allah,

Saturday, February 2, 2019

Oh how i miss you so very much ! #selviblog


via Instagram http://bit.ly/2G34q6F Follow My IG @selvialdriani | @mami.azriel

Smile Everyone! #instablog


via Instagram http://bit.ly/2Gh7ziH

Thursday, January 3, 2019

Wake up Good morning everyone.


Yg kiri mwndongeng Yang kanan mendengarkan at the end... Menangis yg menular... . Hehe.. Mewek babak kedua . Setelag sebelumnya di akhir 2018 Aku menyaksikan mewek babak 1 Yaitu seorang babe jagoan Dan seorang emak yg geregetan . 😮😄😄 . Never give up!


Silaturahmi itu bukan sekedar *Niat* Ia juga bukan sekedar *insya Allah* Akadnya kudu Ikhlas dan berlandaskan kasih sayang. . Sebagai konfitmasi kita dalam kekuatan cinta dan selalu saling menyimpan didalam doa doa kita. . Makasih yaaaaaaa 💓💓💓💓💓💓💓


Gaya santai sebelum telunjuk malehoy di angkat ke atas


Urut sesuai ukuran


Barisan emak jagoan..wekwek


Beuh. Nge tek in jambu dia


Iseng banget


Yakin bisa terbang? Good morning everyone...


Wednesday, August 29, 2018

We should have Social Media Policy

We should have Social Media Policy

It is wise to have Good Policy On Our Social Media Platform.
.
As it deals with people's network wider than we think. .
For me, My #Social #Network is not just reaching few part of my social #communities related to #friends, #school-mates, #neighborhood, #Play-mates, #families, #relatives but wider than that, a colleagues of #Career networks, business-relations, clients and customers, Communities industries I Engaged.
.
I can not just satisfy the lust or tension of emotion, posting the wall with the instantaneous pictures or statements reflecting the momentary emotional feelings at one community networks compare to the overall networks I owned.
.
It includes but not limited to WhatsApp or any Communication apps Status has many kinds of Audience, which not only engaged to small part of communities.
.
And After all, Social Media propaganda and/or every Technology of Communication/Social Media is created and design for a good purpose in life.
.
Moreover, we are created in this world not to bring bad influence to others, but on the contrary.
.
Fastabiqul Khoirot !
Come 'on !

Tuesday, August 21, 2018

CangCiMen, adalah sebuah implementasi Ozone Layer pada Leadership Skills



Disclaimer : 
Tulisan ini dibuat untuk menyampaikan pemikiran dan pertimbangan yang aku miliki tentang bagaimana mengendalikan sebuah komunitas yang aku kelola, dimana dalam komunitas ini, bukan karena perilaku takabur karena merasa menjadi pemimpin, tapi justru karena, aku menerima amanah sebagai pusat pergerakan bagi pengembangan pendidikan berkarakter di SDN Tangerang 15.  Semoga bisa dipahami sebagai niat baik, dengan berpegang teguh kepada kewajiban seorang muslim untuk menciptakan pemahaman yang tidak merujuk kepada prasangka buruk dan terlahirnya dosa, serta belajar mengimplementasikan QS Al Ashr, yang pada akhirnya seluruhnya terpulang kepada seluruh pembaca dalam memberikan penilaian. Ketika aku sudah menjelaskan semua yang tersirat dalam bentuk tersurat, maka kewajiban aku dalam siar islam, apakah diterima atau tidak, telah selesai (gugur dan tidak lagi memiliki kewajiban).

CangCiMen, adalah sebuah kelompok kerja yang terdiri dari para Ibu Siswa-siswi, khususnya di sini adalah untuk bakti pendidikan di SDN Tangerang 15.

Dasar terbentuknya CangCiMen, tidak lain dan tidak bukan, adalah dalam upaya menciptakan Ozone Layer, dalam aplikasi Leadership Skills. 

Seorang Pemimpin, pastinya memiliki pernyataan-pernyataan yang akan memberi pengaruh besar bagi masyarakat yang di pimpinnya. Oleh karena itu, seorang pemimpin tidak serta merta se-enaknya dalam mengeluarkan pernyataan atas pemikirannya karena akan bisa menjadi sebuah kegaduhan publik, yang bisa saja menciptakan beragam risiko.

Oleh karenanya, aku menciptakan CangCiMen atau CCM, bukan karena dasar Gap-Gap atau Geng-Geng yang ditumbuhkan untuk menciptakan perpecahan. Melainkan untuk :


  1. Memberikan pertimbangan terbaik dari segala penjuru area yang dipimpinnya melalui masukan-masukan positiv untuk manjadi pembanding bagi seluruh pemikiran yang dilahirkan dari seorang pemimpin. Aku memerlukan Perwakilan yangg bisa memberikan informasi dari "GrassRoot", agar semua kebijakan bisa memenuhi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat 
  2. Melindungi terjadinya Kesimpang-siuran Informasi atau berita. Karena tidak semua berita perlu dikonsumsi oleh seluruh masyarakat yang memiliki sekian banyak perbedaan pemikiran, jadi aku memerlukan Tim yang bisa membantu dalam melakukan seleksi informasi, menyaring semua informasi, agar tidak memberikan Gejolak yang tidak terkendali di area masyarakat. 
  3. Membantu dalam melakukan koreksi atas kebijakan yang ditetapkan, jika tidak sesuai atau kurang baik dan efektif, atau malah menciptakan mudharat, maka harus dikoreksi agar semua bisa berjalan dengan baik.
  4. Menyaring seluruh informasi Confidential yang tingkat Urgensinya sangat tinggi, bahkan jika ada informasi-informasi yang harus menjadi rahasia dan tidak mungkin untuk disampaikan ke publik, ini hanya akan berhenti pada sebuah lapisan data pada masalah-masalah krusial. Apa Saja ? yaitu misalnya permasalahan yang terkait dengan tindakan-tindakan mengandung AIB dari beberapa oknum yang tidak akan dibuka sebagai informasi publik, karena Seorang PEMIMPIN Tidak akan pernah memiliki BUDAYA ORASI / SPEECH ATAU PENYEBARAN BERITA AIB di muka Publik untuk alasan APAPUN, kecuali pertanggungjawaban resmi formal atau dalam kaitan hukum. Pemimpin harus santun dan tidak menciptakan kerusuhan dengan kalimat yang ia ucapkan dan/atau ditulisnya.
  5. Membantu Menciptakan Kebijakan yang efektif dengan budget yang sangat terjangkau namun memiliki bobot nilai kegiatan yang besar, melalui ide-ide yang perlu dikembangkan dari beragam kepala yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.
  6. Membantu turun secara "all-out" tanpa pamrih, hanya berbekal kepada Rel kebenaran dan sangat normatif, demi hasil yang positif bagi seluruh masyarakat sekolah.
  7. Membantu berdialog dengan banyak pihak atau lembaga lainnya, dalam konteks formal resmi, karena tidak mungkin aku angkut seluruh masyarakat untuk hadir, karena itu pasti akan dianggap sebagai DEMO.
  8. Aku memerlukan Unit-unit kordinasi dalam menyampaikan pesan positif keseluruh masyarakat sekolah, melalui perwakilan-perwakilan, yang diharapkan memiliki bahasa yang baik yang bisa memberikan aura kebaikan dalam budaya bermasyarakat.
Semua personil"Seluruhnya" tanpa terkecuali, bukan hanya Cangcimen, semuanya bergerak semasa aku membina di SDN Tangerang 15 memiliki kualitas yang sangat Baik, yang aku percaya bahkan bukan hanya tim yang sering turun ke Jalan, melainkan seluruh para orangtua siswa di sekolah memberikan kontribusi sangat besar, sampai pada akhirnya SDN Tangerang 15 memiliki nama yang harum di dunia Pendidikan di tingkat Kota, Provinsi bahkan Nasional.

Dan Aku sangat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat sekolah, termasuk Dewan Guru dan Petugas Sekolah, serta kantin. 

Aku hanya membentuk CangCiMen demi keperluan tersebut yang sudah aku jelaskan diatas, aku perlu sebuah tim, yang "memasak" di DAPUR, demi pertumbuhan BUDAYA kebaikan di seluruh masyarakat sekolah. Dan itu memerlukan Layer / Lapisan. Selain dari Melindungi permasalahan yang aku tidak akan publikasikan umum, hanya dalam sebuah Forum.

Jika pada akhir perjalananya, begitu banyak fitnah keji dan seranggan pembullyan yang ditujukan kepada aku, bahkan rekan rekan tim cangcimen, atau orangtua-orangtua yang kedapatan hanya sekedar berfoto bersama aku menjadi target seranggan pembullyan masif, kita semua, Tim Cangcimen, hanya akan kembali kepada buidaya dasar kepemimpinan yang kami miliki, yaitu hanya berbicara dan merespon dalam forum resmi, karena forum resmi akan tertutup demi asas praduga tak bersalah yang pada akhirnya pembuktiannya nanti bisa saja akan bertelanjang perilaku, yang kami pun tetap menghargai hak asasi manusia.

Berbicara tentang Hak Asasi Manusia, bahwa tindakan fitnah keji dan kejahatan Cyber Bully, memburu dan menciptakan opini publik yang buruk tentang aku, atau para orangtua, anak-anak, dan para Dewan Guru yang ingin berfoto bersama aku, berilaturami dengan aku, telah dirampas HAK ASASI-nya oleh tindakan mereka. Apalagi, kebencian dan kejahatan itu sampai menjadikan Orang-orang yang berjuang untuk kebaikan SDN Tangerang 15 juga turut dalam PEMBULLYAN, seperti yang dialami oleh Bapak Ibnu Jandi yang sedang memperjuangkan Lahan Gedung untuk Sekolah tempat Anak-anak kita belajar, tempat Anak-anak mereka juga belajar. Dan itu Dosa yang sangat Besar.

Apa yang kami pilih untuk merespon itu semua ? mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW, yaitu BERKATA BAIK, atau DIAM.

Sekarang terserah bagi anda dalam membaca paparan yang aku sampaikan, dan Allah menciptakan di dunia ini bukan tentang :
enak atau tidak enak
bagus atau jelek
nyaman atau tidak
kenyang atau lapar.

Allah SWT hanya menciptakan 2 pilihan :
Anda Ikut kepada Yang BENAR
atau ANDA memilh yang Enak, kenyang tetapi SALAH ?

semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT, menjadi bagian orang-orang yang diberi petunjuk dalam mengelola Akhlak dan iman kita, agar, JANGAN HANYA KARENA TRAKTIRAN SEPIRING NASI atau SEKIAN LEMBAR UANG, merusak akhlak iman kita, dan melangkah dalam kesesatan dalam bebal Akhlak.

Sejak dulu sampai dengan sekarang, Pepatah selalu mengatakan ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH TETAP BERLALU, tapi, aku tidak suka dengan istilah itu, karena AKU BUKAN KAFILAH, aku hanya seorang Hamba, yang berusaha mengikuti syariat Syiar islam dalam segala keterbatasan ilmu agama yang aku miliki untuk terus belajar. 

Namun demikian, aku tetap menghargai kebenaran pepatah tersebut, dalam konteks bahwa yang Menggonggong memang hanya Anjing, bukan kucing, bukan burung, bukan tikus, bukan apapun. 

Silahkan, bagi yang setuju atau tidak, adalah hak para pembaca, bagiku, Hasbunallah...
dan kewajiban aku untuk syiar, telah aku penuhi, sehingga apapun itu terpulang kepada Allah SWT, kewajiban aku sudah gugur dalam arti selesai.

kekurangan, kelebihan, kesalahan, kekeliruan dalam menyampaikan, aku memohon maaf sebesar-besarnya. 

Selamat Pagi !

Post ini akan di tag ke Bapak Ibnu Jandi dan Ibu Hj. Lina Nurlia SPd. 












Terima Kasih Bapak @ibnujandi

Telah menjadi orang biasa yang tidak kebanyakan.

Apalah Arti Sebuah Hujatan "orang yang tidak punya otak" jika kekuatan terbesar ada dalam hati nurani, yang mampu berjihad untuk kebaikan, dan fokus terhadap Bukti hasil perjuangan yang nyata.

Tidak untuk eksistensi pada media sosial atau Youtube.
Tidak untuk tenar dengan 'ngoceh' di media massa atau komen negatif pada @abouttng tanpa tekad pencapaian target kebaikan dunia pendidikan.

Beliau seseorang yang tidak GENTAR atas ancaman, hujatan, bahkan .... .

saat ditinggalkan koleganya.
saat pihak lembaga yang ada dalam sekolah yg justru sedang beliau perjuangkan TIDAK MENDUKUNGNYA dengan mendeklarasikan TIDAK BERTANGGUNGJAWAB atas segala aktivitasnya,

Beliau Hanya Fokus kepada niat terbaik dengan upaya jihad fi sabilillah. .

Selamat Bapak ! Atas keberhasilannya. 
Terima Kasih Bapak ! Atas keluhurannya.
Terima kasih terkhusus untuk Mama SienaMahib @neni_jandi1 atas kebaikannya. .

tag to :
Yth Bapak @ariefwismansyah
Yth Ibu Haji @nurlialina .
Ytc. Team Cangcimen .

Yts. Seluruh Orangtua yang masih berbaik sangka dan memiliki jiwa yang baik .
Yts Seluruh Dewan Guru SDN Tangerang 15 .

Yang terrrrcinta, Seluruh Siswa-i SDN Tangerang 15 .
Yang Terrrrcintaa, seluruh Siswa dan Orangtua Murid Alumni SDN Tangerang 15 yang masih mau perduli dengan Almamaternya.

terima kasih, terima kasih