Monday, March 15, 2021

PRINSIP ASURANSI - PROXIMATE CAUSE - PRINSIP SEBAB AKIBAT

 

PRINSIP ASURANSI - PROXIMATE CAUSE - PRINSIP SEBAB AKIBAT
PRINSIP ASURANSI - PROXIMATE CAUSE - PRINSIP SEBAB AKIBAT

Definisi : 

proximate cause

is an active cause, efficient cause that chain of events that lead to a result without the intervention of the start and working actively from a new and independent.

Dengan arti bahwa :

Adalah penyebab aktif, efisien yang menggerakkan suatu rangkaian peristiwa yang membawa akibat tanpa adanya intervensi  dari sesuatu kekuatanpun yang timbul dan bekerja secara aktif dari suatu sumber yang baru dan berdiri sendiri.

Proximate cause bukan berarti penyebab awal / akhir tapi penyebab yang dominan ataupun penyebab yang efisien dan operatif.



PRINSIP ASURANSI - CONTRIBUTION

 

PRINSIP ASURANSI - CONTRIBUTION

Definisi :

”hak seorang penanggung untuk meminta para penanggung lain yang turut bertanggung jawab kepada tertanggung yang sama untuk turut menanggung suatu kerugian tertentu yang ganti rugi penuhnya (full indemnity) telah dibayar oleh penanggung yang pertama tersebut. Jika full indemnity belum diterima oleh tertanggung, maka tertanggung akan meminta ganti rugi itu dari semua penanggung yang terlibat dalam kerugian itu dengan cara yang jujur (fair)”

Kotribusi timbul :

o Ada dua atau lebih polis indemnity

o Common interest

o Common Perils

o Common Subject Matter of Insurance

o Masing-masing poils memiliki tanggung jawab membayar kerugian tsb.

Alasan Kontribusi diperlukan :

Mencegah tertanggung mencari keuntungan dari kerugian dengan cara meminta penggantian dari beberapa polis asuransi.

Dasar Penetapan Kontribusi : Rateable Proportion – bagian-bagian yang seimbang.

Cara menghitung rateable Proportion :

o Metode Sum Insured

o Metode Independent Liability

In the Market Practice – Sample :

o Rumah diasuransikan :

- Polis A Rp. 200 Juta, Polis B Rp. 400 Juta

- Klaim Rp. 240 Juta

- Kontribusi – perhitungan Metode Sum Insured:

· Polis A : 200/(200+400) x 240 Juta = 80 juta

· Polis B : 400/(200+400) x 240 Juta = 160 juta

Total Klaim dibayar Rp. 240 Juta

o Rumah diasuransikan :

- Polis A Rp. 2M, Polis B Rp. 1M

- Value at Risk : 4,5M (under insurance – average)

- Klaim Rp. 450 Juta

- Kontribusi – perhitungan Metode Independent Liability

· Independent Liability Polis A :

2M/4,5M x 450 Juta = 200 juta

· Independent Liability Polis B :

1M/4,5M x 450 Juta = 100 juta

· Liability menjadi tanggungan tertanggung sendiri

1,5M/4,5M x 450 Juta = 150 juta

· Total Klaim dibayar dari asuransi : Rp. 300 Juta

o Gudang asuransikan :

- On all content Polis A Rp. 20M, On Stock Polis B Rp. 15M

- Value at Risk Stock : Rp. 20M & conten 5M (under Insurance)

- Klaim Stock Rp. 10M

- Kontribusi – [erhitungan Metode Independent Liability

· Independent Liability Polis A :

20M/20M + 5M x Rp. 10M = Rp. 8M

· Independent Liability Polis B :

15M/20M + 5M x Rp. 10M = Rp. 7.5M

Independent Liability A+B = 15.5M

· Maka Klaim dibayar :

o Polis A : 8/15.5 x 10M = Rp. 5.2M

o Polis B : 7.5/15.5 x 10M = Rp. 4.8M

Total klaim dibayar Rp. 10M

Modifikasi Prinsip Kontribusi :

o Non Contribution Clause

o More Specific Cluse

o Market Agreement tertentu

Apa peran broker agar tertanggung tidak memperoleh keuntungan dalam hal klaim asuransi ?

o Memberikan penjelasan pada awal penutupan bahwa prinsip asuransi adalah menempatkan posisi tertanggung pada kondisi keuangan yang sama, jadi tidak dimungkinkan dengan adanya perolehan keuntungan yang berkaitan dengan pembayaran klaim

o Meminta pihak tertanggung untuk men-disclose perjanjian kerjasama kepada pihak lain

PRINSIP ASURANSI - SUBROGATION (Subrogasi)

 

PRINSIP ASURANSI -  SUBROGATION (Subrogasi)

Definisi :

”an Insurer, having indemnified a person, is entitled to receive back from the insured anything he may receive from any other source”

(seorang penanggung yang telah membayar kerugian sesuai barang yang dipertangungkan, menggantikan si tertanggung dalam segala hak yang diperolehnya terhadap orang-orang ketia berhubung dengan menerbikan kerugian tersebut dan si tertangggung itu adalah bertanggung jawab untuk setiap perbuatan yang dapat merugikan hak si penanggung terhadap orang-orang ketiga itu”

Subrogasi sebagai pendamping Indemnity (Corollary of indemnity)

Besar hak subrogasi

Karena subrogasi merupakan pendamping indemnity maka penanggung tidak berhak menerima lebih besar dari jumlah yang telah dibayar oleh pihak penanggung.

Subrogasi Timbul :

o Perbuatan melawan hukum

o Kontrak atau perjanjian

o Statue (undang-undang)

o Pokok pertanggungan (subject matter of insured)

Dalam hal ex-gratia – penanggung tidak berhak mendapatkan hak subrogasi (hilang) Modifikasi Subrogasi :

o Knock for knock agreement

o Third Party Sharing Agreement

Dalam jenis penutupan asuransi apa prinsip ini masih diimplementasikan ?

o Hampir semua jenis polis asuransi, kecuali kendaraan

Dalam jenis asuransi apa prinsip ini sulit atau tidak mungkin dilaksanakan ?

o Polis yang dilekatkan klausula – waiver of subrogation

o Polis asuransi kendaraan – knock for knock agreement

Apa peran broker agar tertanggung tidak memperoleh keuntungan dalam hal klaim asuransi ?

o Memberikan penjelasan pada awal penutupan bahwa prinsip asuransi adalah menempatkan posisi tertanggung pada kondisi keuangan yang sama, jadi tidak dimungkinkan dengan adanya perolehan keuntungan yang berkaitan dengan pembayaran klaim (dalam hal pengalihan salvage, atau hak tuntut kepada pihak ketiga)

o Meminta pihak tertanggung untuk men-disclose perjanjian kerjasama kepada pihak lain


PRINSIP ASURANSI - INDEMNITY

PRINSIP ASURANSI - INDEMNITY

 PRINSIP ASURANSI - INDEMNITY

Definisi :

”an exact financial compensation to place the insured in the same financial position after a loss as he enjoyed immediately before it occurred”

(suatu mekanisme dimana penanggung memberikan kompensasi keuangan dalam usaha untuk menempatkan tertanggung pada keadaan posisi keuangan yang sama/semula seperti sebelum terjadi kerugian”

Konsep :

Prinsip fundamental, posisi tertanggung tidak akan lebih baik atau buruk

Hubungan Indemnity dengan Insurable Interest :

o Kepentingan keuangan adalah atas obyek pertanggungan yang diasuransikan

o Penggantian tidak melebihi nilai insurable interest

Tata Cara Pemberian Indemnity :

o CASH – bayar tunal sesuai dengan kondisi polis

o REPAIR – Perbaikan atas kerusakan (mobil di bengkel)

o REPLACEMENT – Cincin mata berlian hilang, diganti dari Toko berlian

o REINSTATEMENT – Umumnya di asuransi property

Faktor yang membatasi Indemnity :

o Harga Pertanggungan

o Average – Under Insurance

o Excess

o Franchise

o Limit

I n h o u s e T r a i n i n g b y S e l v i A l d r i a n i

o Deductible

Faktor yang perlu dipertimbangkan :

o Salvage

o Abandonment

Modifikasi Indemnity :

o Reinstatement Memorandum

o New for Old

o Agreed Additional Costs

o Valued Policy

Consequences of Indemnity

o Tertanggung harus buktikan kerugian yg dapat dinilai dengan uang

o Ganti rugi dihitung berdasarkan kerugian yg benar2 diderita tertangun

o Ganti rugi tidak berhak diterima tertanggung jika tidak menderita kerugian

o Jika ganti rugi telah diterima, hak ganti rugi kepada pihak ketiga pindah ke asuransi

o Tertanggung tidak bilhe mendapatkan ganti rugi lebih dari 1 kali atas peristiwa yg sama yg terjadi atas pertangungan yg sama pula.

o Tertanggung tidak boleh menerima ganti rugi melebihi dari total nilai pertanggungan (dalam hal prinsip kontribusi)


Seberapa penting tertanggung mengetahui prinsip indemnity ?

o Tertanggung harus mengetahui dan memahami bagaimana mekanisme perhitungan pembayaran premi ketika klaim terjadi, agar tertanggung bisa mendapatkan nilai pembayaran klaim yang optimal

Agar tertanggung menerima pembayaran klaim yang optimal sesuai nilai pertanggungan, apa yang dilakukan broker dalam penerbitan polis asuransi ?

o memastikan kepada tertanggung bahwa nilai pertanggungan yang dicantumkan dalam polis harus merefleksikan nilai yang merefleksikan nilai aset sebenarnya pada saat penutupan asuransi

o Menerangkan kondisi Average pada kasus nilai pertanggungan jauh lebih rendah dari harga sebenarnya

o Menerangkan adanya proses perhitungan ganti rugi atas dasar harga pemulihan

Sebutkan 2 wording maupun klausula yang relevan (untuk PAR & Heavy Equipment)

o Reinstatement Value Clause

o Average Relief Clause

o Agreed Value Clause

o New for Old

o New Replacement Value Clause

Berikan contoh kasus

o Tertanggung asuransikan Unit HE dengan HP sebesar Rp. 80. Saat kerugian terjadi ternyata Nilai Unit Rp. 100, dengan total kerugian Rp. 40.

o Berdasarkan Prinsip Indemnity Polis HE adalah NRV New replacement Value, maka tertanggung dianggap memiliki polis under-insured, sehingga pembayaran klaim yang diterima tidak optimal, yaitu 80/100 x 40 (Average Condition)

PRINSIP ASURANSI - INSURABLE INTEREST (HAK UNTUK MENG-ASURANSI-KAN

 

PRINSIP ASURANSI - INSURABLE INTEREST (HAK UNTUK MENG-ASURANSI-KAN

PRINSIP ASURANSI - INSURABLE INTEREST (HAK UNTUK MENG-ASURANSI-KAN

Definisi :

”legal right to insure arising out of a financial relationship, recognized at law between the insured and the subject matter of the insurance)

(hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan, dan diakui secara hukum).

Konsep karakteristik Insurable Interest

o Homogeneous Exposure

o Financial Judgement

o Pure Risk / Fundamental Risk

o Furtoitus

o Not against the law

o Insurable Interest


Subject Matter of Insurance – Obyek Pertanggungan

Subject Matter of Contract – Pokok Perjanjian


Unsur2 pokok dalam unsur Insurable Interest :

o Objek pertanggungan (Benda, jiwa dll)

o Ada Subject matter of Insurance yang menimbulkan tanggung jawab hukum/unsur hubungan kepentingan

o Tertanggung memiliki kemungkinan kerugian jika terjadi sesuatu thd object

o Hubungan yang sah secara hukum

Insurable Interest tercipta karena :

o At common law (kepemilikan rumah)

o Berdasarkan suatu kontrak (sewa rumah, angkutan barang)

o Perundang-undangan

Kapan Insurable Interest ada :

o Saat penutupan (jiwa)

o Saat terjadi kerugian (asuransi pengangkutan)

o Saat penutupan & Kerugian

Peran Broker agar prinsip ini diterapkan dengan baik

o Memberikan penjelasan bahwa obyek pertanggungan harus memiliki kepentingan untuk diasuransikan

Apakah praktek ini diterapkan dengan baik saat ini ?

o Ya masih

Dalam penutupan apa jenis asuransi ini sering ada kesalahan ?

o Asuransi harta benda

Berikan contoh kasus

o Asuransi harta benda, tertanggung mengasuransikan barang2 stok saja, karena tertanggung berpikir bahwa gedung adalah sewa, padahal dalam kontrak perjanjian sewa, tertanggung memiliki liability terhadap gedung tsb. Pada saat terjadi klaim kebakaran gedung tidak diganti dalam polis tapi tertanggung mendapatkan tuntutan dari pemilik gedung

PRINSIP ASURANSI - UTMOST GOOD FAITH (PRINSIP ITIKAD BAIK)

 

PRINSIP ASURANSI - UTMOST GOOD FAITH (PRINSIP ITIKAD BAIK)

PRINSIP ASURANSI - UTMOST GOOD FAITH (PRINSIP ITIKAD BAIK)

Definisi

“A positive duty to voluntary disclose accurately and fully all facts material to the risk being proposed, whether asked for them or not”

(tertanggung memiliki kewajiban untuk menyampaikan seluruh fakta-fakta penting sehubungan dengan resiko yang akan diasuransikannya baik ditanya maupun tidak)

Reciprocal Duty :

Duty of Disclosure berlaku juga bagi penanggung (timbal balik)

Definisi Material facts :

“Every circumstances is material which would influence the judgement of a prudent insurer in fixing the premium or determining whether he will take the risk”

(Suatu fakta dianggap penting apa bila fakta tersebut dapat mempengaruhi pertimbangan seorang underwriter menetapkan suku premi atau pertimbangan untuk memutuskan apakah ia bersedia menerima pertanggungan yang diminta oleh calon tertanggung atau tidak)

Fakta yang wajib disampaikan :

o Fakta menurut sifat dan jenis secara internal lebih besar dari diperkirakan

o Faktor external menjadikan resiko lebih besar dari normal

o Kemungkinan jumlah kerugian lebih besar daripada yang diperkirakan scr normal

o Loss History

o Penolakan atau dikenakannya TC yg kurang baik dari asuransi lain sebelumnya

o Fakta sehubungan dengan hak subrogasi

o Adanya polis lain yang sudah dimiliki

o Detil mengenai objek ertanggungan secara lengkap

Fakta yang tidak perlu disampaikan

o Hukum

o Meringankan resiko

o Sudah diketahui penanggung

o Yg dijamin dalam suatu warranty

o Tidak diteahui tertanggung

o Yg sudah dilihat surveyor

Prinsip UGF berlaku pada :

o Awal Pertanggungan

o Saat Polis Berjalan

o Saat Renewal

Representation

o Pertanyaan lisan atau tertulis yang dibuat selama negosiasi untuk suatu kontrak baik mengenai fakta material atau tidak. Fakta sungguh-sungguh (substantially true)

o Pelanggaran harus material untuk dapat di repudiate

o Biasanya tidak tercantum dalam polis

Warranties

o Janji, subseder thd perjanjian polol, bila dilanggar pihak yang mengalami kerugian dapat menuntut ganti rugi

o Ada 2 (express warranty & implied warranty)

o Express warranty : premium payment warranty clause

o Implied warranty : MIA 1906 Sect 39&41 – kapal laik laut

o Pelanggaran harus benr-benar dilakukan

o Dicantumkan dalam polis (kecuali implied warranty)


Pelanggaran prinsip UGF

o Innocent Breaches (tidak disengaja)

 Non Disclosure (accidental) – mengira fakta tsb tidak material

 Innocent Misrepresentation (tidak sengaja melakukan kesalahan) – tidak mengetahui atau kurang teliti

o Fraudulent Breaches (sengaja)

 Concealment – Wilful – sengaja menyembunyikan/tidak beritahu

 Fraudulent misrepresentation – sengaja memberikan informasi yang salah

Sanksi pelanggaran Prinsip UGF

o Abaikan the breach

o Repudiate the contract

o Sue for delivery & Cancell Policy

o Refuse to pay claims

o Sue for damages in addition

Saat ini apakah penerapan prinsip ini dilaksanakan secara benar ?

o Relatif masih cukup baik

Implementasi Broker apa saja baik terhadap penanggung dan tertanggung

o Broker kepada tertanggung

 Memberikan informasi tentang keberadaan perusahaan kepada tertanggung

 Memberikan bimbingan kepada tertanggung untuk isi survey questioner atau for aplication

 Memberikan informasi dalam hal pengungkapan fakta material dan akibat jika terjadi pelanggaran UGF

 Memberikan penjelasan kepada tertanggung tentang isi dan kondisi polis

 Memberikan informasi mengenai perkembangan di asuransi

o Broker kepada penanggung

 Mempresentasikan keadaan sesungguhnya atas obyek resiko yang akan ditutup sepengathuan broker

 Menyampaikan hal-hal yang diketahui broker meski tidak disampaikan oleh tertanggung

 Membina hubungan baik kepada pihak penanggung sehingga pihak penanggung sehingga penanggung akan bersikap kooperatif dalam memberikan cover yang paling sesuai untuk nasabah broker

 Mengungkapkan dokumen-dokumen klaim yang akurat untuk kemudahan proses klaim yang dilakukan oleh penanggung.

Alat apa yang digunakan Broker prinsip ini diimplementasikan dengan benar ?

o Proposal Form

o Survey Questioner

o Survey Risk

o Website

o Laporan Keuangan

o Perizinan

Contoh kasus akibat tidak diterapkan prinsip ini

o Kendaraan yang diasuransikan dan tidak di survey penanggung. Kendaran tersebut sebenarnya sudah dalam keadaan rusak. 1 Bulan setelah penutupan polis tertnggung klaim, sehingga penanggung mengalami kerugian atas kecurangan tertanggung (fraud)

o Akibat : Polis Batal, Tuntut si pelanggar atau membiarkan contoh berjalan.