Monday, March 23, 2020

Edukasi Anak Cepat Tanggap Terhadap Bencana Alam

Edukasi Anak Cepat Tanggap Terhadap Bencana Alam
Edukasi Anak Cepat Tanggap Terhadap Bencana Alam

Assalammualaikum wr wb.
Salam Sejahtera

Ayah dan Ibu dimanapun berada.

Melanjutkan upaya memberikan edukasi kepada anak-anak tercinta untuk sadar akan bahaya dan risiko efek dan dampak terjadinya Bencana, dan melatih anak-anak untuk cepat tanggap dalam situasi Bencana Alam, maka disampaikan artikel tentang informasi yang diperlukan untuk dikomunikasikan dengan anak anak dan keluarga saat terjadinya Bencana Alam.

Bencana Alam, seperti yang dijelaskan pada tulisan sebelumnya adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian.

Contoh-contoh Bencana Alam, diantaranya adalah :
  • Gempa Bumi
  • Letusan Gunung Berapi
  • Tsunami
  • Longsor, Erosi Pantai (Abrasi)
  • Banjir dan/atau Banjir Bandang
  • Kebakaran dan/atau Kebakaran Hutan
  • Badai atau Gelombang Pasang
  • Angin Puting Beliung
  • dan lainnya
Dari semua kejadian Bencana Alam, pastinya akan menimbulkan efek yang sangat luar biasa, dan dapat menyebabkan kepanikan bagi kita semua. Oleh karenanya, perlu dipersiapkan sejak dini, pengetahuan yang diperlukan terkait dengan bencana tersebut, termasuk Aktivitas yang perlu dilakukan sebelum terjadi, semacam apa saja yang perlu disiapkan, juga apa yang harus dilakukan saat terjadinya bencana alam. 

PERSIAPAN YANG PERLU DILAKUKAN :
  • Edukasi anak tentang apa saja bencana alam tersebut, termasuk efek dan dampaknya
  • Anak-anak wajib menyiapkan TAS SIAGA BENCANA yang berisi :
    • Surat Penting (Anak : Identitas/Foto Copy Kartu Keluarga, Ijazah dan sejenisnya, Foto Keluarga, Untuk Orang Tua biasanya selain sama dengan yang dibawa anak-anak, juga masukkan Seluruh Surat berharga lainnya, Sertifikat Tanah, dan Bukti kepemilikan aset lainnya  selain ktp sim dan lainnya.
    • Perangkat keuangan penting (Token, ATM dan Buku Bank, KTP)
    • Pakaian secukupnya, misalnya untuk 3 hari ke depan, dan Jaketserta Sandal Jepit
    • Obat-obatan penting, Makanan Kemasan, Air Minum atau minimal botol Air minum kosong (ini biasanya setiap minggu atau bulan di periksa ulang untuk memeriksa tanggal kadaluarsa)
    • Battere Charger HP, Senter (alat Penerangan korek api dan lilin, Peluit / Priwitan, Pisau Lipat
    • Alat Mandi Seperti minimal Sabun, Sampo dan sikat gigi 
    • Alat Pelindung seperti Payung Lipat atau Selembar Terpal Plastik
    • Botol Air Minum yang kosong
    • Uang Secukupnya untuk darurat pertama
    • Catatan Nomor Telefon Penting Keluarga
    • Catatan Nomor Telefon Penting Layanan Daruran Umum/Pemerintah
  • Tentukan hal-hal yang perlu dilakukan terkait upaya evakuasi diri dari lokasi bencana
    • Tentukan Lokasi Titik Kumpul Pertama di area terbuka - Misalnya Sebuah Alun-alun terdekat atau lapangan terdekat dari lokasi yang mungkin saat kejadian anak-anak sedang berada di sekolah, plus tambahkan lokasi seandainya bukan sedang saat jam sekolah, lokasi terbuka terdekat di sekitar rumah. Sehingga ketika bencana terjadi, semua anggota keluarga tahu jelas kemana mereka harus pergi berkumpul dengan keluarganya
    • Tentukan Masa Tunggu dilokasi kumpul pertama, contohnya : ditunggu di lokasi A sampai dengan Maghrib, jika sampai dengan waktu yang ditentukan tidak juga bertemu, segera mengunjungi Masjid terdekat atau Lokasi B (tentukan lokasi persisnya). 
    • Tentukan Masa Tunggu kedua, di lokasi B, jika dalam 2x 24 Jam tidak bisa bertemu dan berkumpul, maka yang dilakukan adalah tindakan lanjutan yaitu berkordinasi dengan Posko Bencana terdekat dan laporkan keadaan yang dialami dengan memperlihatkan Surat Identitas, dan jangan berpisah dari Posko tersebut, sampai ada arahan lebih lanjut dari Petugas.  
    • Buatkan Info Grafis dicetak dan di tempel di pintu Lemari es supaya informatif bagi anak anak (juga terkait dengan informasi yg harus dilakukan saat terjadi bencana) 
HAL YANG PERLU DILAKUKAN SAAT TERJADI BENCANA
  • Informasikan hal yang perlu dilakukan saat terjadi bencana, seperti yang sering disosialisasikan oleh BNPB, sesuai dengan Jenis Bencananya
  • Selanjutnya persiapkan anak anak untuk tetap menjaga kesehatan, kebersihan, makan yang baik, minum yang baik, dan sholat serta berdoa, dan mengikuti arahan selanjutnya dari keluarga (jika sudah berkumpul) dan Petugas Posko Bencana.
Semoga bermanfaat.

Wassalammualaikum wr wb. 
























Info yang wajib anak ketahui tentang menanggulangi Wabah Penyakit Covid-19 Virus Corona

Info yang wajib anak ketahui tentang menanggulangi Wabah Penyakit Covid-19 Virus Corona

Info yang wajib anak ketahui tentang menanggulangi Wabah Penyakit Covid-19 Virus Corona

Assalammualaikum wr wb.
Salam Sejahtera

Ayah dan Ibu dimanapun berada.

Informasi terkait menghadapi dan menanggulangi Wabah Penyakit didahulukan, mengingat saat ini sedang bergulirnya kasus-kasus terkait dengan Wabah penyakit, khususnya Virus Corona, yang telah mewabah hampir di seluruh dunia. 

Penting bagi Ayah dan Ibu yang saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah bersama keluarga untuk mengambil sedikit waktu membicarakan hal ini kepada anak-anak. 

Wabah Penyakit, merupakan bencana yang disebutkan sebagai Kejadian Luar Biasa. Seperti yang diuraikan pada tulisan sebelumnya, Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.

COVID-19 atau Virus Corona, secara singkat dijelaskan sbb : 
  • Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
  • Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
  • Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Gejala Virus Corona
  • Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami 
    • gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau 
    • gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
  • Secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
    • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
    • Batuk
    • Sesak napas
  • Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.
Apa yang harus dilakukan saat mengalami Gejala tersebut ?
  • Jika mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona, segera ke Dokter atau hubungi Nomor Telefon darurat di area lokasi anda.
  • Jika kemungkinan terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Apa Penyebabnya ?
  • Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. 
  • Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
    • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
    • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
    • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
  • Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Bagaimana Cara Mendiagnosa penyakit ini ?
  • Pergi ke Dokter atau Lab yang ditunjuk pemerintah untuk uji Lab
  • Pihak Petugas atau dokter akan melakukan wawancara aktivitas anda dan dengan siapa saja berinteraksi selama 14 hari terakhir
  • lalu Dokter akan melakukan pemeriksaan sbb
    • Uji sampel darah
    • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
    • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Lalu bagaimana cara mengobatinya ?
  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
    Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan komplikasi serius seperti:
    • Pneumonia
    • Infeksi sekunder pada organ lain
    • Gagal ginjal
    • Acute cardiac injury
    • Acute respiratory distress syndrome
    • Kematian
    Kita semua dan anak-anak perlu mengetahui, tindakan pencegahan tertular Covid-19 ini, yaitu dengan :
    • Isolasi Mandiri anda dan keluarga dedngan TIDAK bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung, HARUS BERADA DIRUMAH dan melakukan semua kegiatan secara maksimal di rumah
    • JIka diperlukan keluar rumah hanya untuk keadaan darurat, pembelian bahan makanan, dan obat, berobat saja dan lakukan Aksi Jaga Jarak (social distancing), yaitu menjaga jarak dengan orang yang kita interaksi minimal 1 (satu) meter.
    • Gunakan masker dan Sarung tangan Plastik saat beraktivitas di tempat umum 
    • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum, maupun di rumah
    • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
    • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
    • Konsumsi Makanan yang dimasak sendiri di rumah, jangan mengkonsumsi makanan yang beli matang di luar rumah.
    • Masak daging dan sayuran sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
    • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
    • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
    • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
    Apa yang dilakukan oleh orang yang telah dikategorikan terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) Agar tidak menular ke orang lain ?
    • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
    • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
    • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
    • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
    • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
    • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
    • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
    • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
    Semoga bermanfaat !

    Untuk wabah penyakit lainnya, disesuaikan dengan Jenis Penyakit yang mewabah, seperti Demam Berdarah (3M), Flu Burung dan lainnya.

    Untuk Informasi terkait Cepat Tanggap Bencana Alam, silahkan KLIK DISINI

    Wasalammualaikum wr wb. 
    Selvi Aldriani

    Komunikasikan ke Anak Pengetahuan tentang Bencana Alam

    Komunikasikan ke Anak Pengetahuan tentang Bencana Alam

    Komunikasikan ke Anak Pengetahuan tentang Bencana Alam

    Assalammualaikum wr wb.

    Ayah dan Ibu sahabat dimanapun berada,

    Pada tulisan sebelumnya, adalah penjelasan terkait dengan Pentingnya Edukasi Anak Cepat Tanggap terhadap Bencana. Dan kali ini, dimulai dengan memberikan edukasi anak-anak tentang Bencana itu sendiri, terutama Bencana Alam. 

    Didalam Situs BNPB, Bencana Alam di definisikan sbb 

    • Definisi Bencana Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan definisi bencana sebagai berikut: 
      • Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
    • Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh 
      • faktor alam, 
      • non alam, dan 
      • manusia. 
    • Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
      • Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
      • Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
      • Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.
    Lebih lanjut, anak anak juga perlu diberikan informasi apa saja bentuk bencana tersebut, Ayah dan Ibu bisa menjadikan rincian dibawah ini sebagai rujukan :
    • Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.
    • Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.
    • Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.
    • Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.
    • Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.
    • Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.
    • Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan .
    • Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian.
    • Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
    • Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).
    • Gelombang pasang atau badai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.
    • Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.
    • Kecelakaan transportasi adalah kecelakaan moda transportasi yang terjadi di darat, laut dan udara.
    • Kecelakaan industri adalah kecelakaan yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat bergantung pada macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat di dalamnya.
    • Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.
    • Konflik Sosial atau kerusuhan sosial atau huru hara adalah suatu gerakan massal yang bersifat merusak tatanan dan tata tertib sosial yang ada, yang dipicu oleh kecemburuan sosial, budaya dan ekonomi yang biasanya dikemas sebagai pertentangan antar suku, agama, ras (SARA).
    • Aksi Teror adalah aksi yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan sehingga menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat masal, dengan cara merampas kemerdekaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda, mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik internasional.
    • Sabotase adalah tindakan yang dilakukan untuk melemahkan musuh melalui subversi, penghambatan, pengacauan dan/ atau penghancuran. Dalam perang, istilah ini digunakan untuk mendiskripsikan aktivitas individu atau grup yang tidak berhubungan dengan militer, tetapi dengan spionase. Sabotase dapat dilakukan terhadap beberapa sruktur penting, seperti infrastruktur, struktur ekonomi, dan lain-lain.
    Dari uraian penjelasan tersebut, Ayah dan Ibu jika sudah bisa mengkomunikasikan kepada anak-anak, bisa masuk kepada Tahap Lanjutan yaitu, apa saja yang perlu dilakukan anak-anak saat terjadi bencana, pada masing-masing kelompok jenis yang memiliki efek dan dampak yang hampir sama.

    Peta Cepat Tanggap Bencana perlu dimiliki setiap Keluarga, agar setiap dari Anggota Keluarga mampu melakukan tindakan yang benar, meski dalam situasi darurat. 

    Untuk informasi lanjutan, tentang Yang Perlu diketahui anak tentang Bencana Wabah Penyakit dan penanggulangannya silahkan KLIK DISINI

    Semoga Bermanfaat.

    Wassalammualaikum wr wb

    Selvi Aldriani





    Pentingnya Edukasi Anak Cepat Tanggap Bencana

    Pentingnya Edukasi Anak Cepat Tanggap Bencana

    Pentingnya Edukasi Anak Cepat Tanggap Bencana

    Assalammualaikum wr wb. 
    Salah Sejahtera

    Sahabat Ibu dan Ayah dimanapun berada,

    Musibah dan bencana yang datang beberapa tahun belakangan ini, tentunya memberikan dampak kerugian yang cukup besar, bukan hanya kehilangan harta, akan tetapi kehilangan keluarga. 

    Bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja kita berada. Apakah kita sedang tidur nyenyak, terjaga, sedang bekerja, sekolah dan lainnya. Sama sekali tidak bisa di prediksi. 

    Belajar dari pengalaman tersebut, adalah sangat penting, membuat diri kita, bersama dengan keluarga siap dalam hal terjadinya musibah atau bencana. 

    Kita perlu Peta Aksi Bencana dalam keluarga, yaitu Peta perencanaan, seandainya terjadi bencana, apa yang harus dilakukan dan bagaimana menghadapinya. 

    Bukan hanya kita sebagai orang dewasa, akan tetapi, anak anak sejak dini, perlu diberikan edukasi terkait dengan Reaksi Cepat Tanggap saat terjadi bencana.

    Pada anak anak dibawah 10 tahun, sebagian besar, pastinya semua beraktivitas selalu didampingi oleh orang tua, akan tetapi diatas 10 tahun, atau lebih tepatnya sejak kelas 3 atau 4 SD, anak anak sudah mulai memiliki kegiatan sekolah full sampai tengah hari dan ditinggal oleh orangtuanya, dan juga beraktivitas lainnya seperti main dan lain sebagainya.

    Pada masa dimulainya anak anak beraktivitas dengan sedikit pendampingan orang tua, maka anak anak perlu diberikan informasi dan komunikasi mengenal bencana dan menyadari sepenuhnya apa saja yang harus ia lakukan saat terjadi bencana.

    Sebagai Gambaran saja, pada saat terjadi Tsunami atau Gempa Bumi, banyak sekali keluarga yang terpisah, karena pada saat terjadi musibah, keluarga bisa saja tidak berada dalam satu lokasi, melainkan sedang beraktivitas pada kegiatan masing-masing, faktor lainya adalah, kita seringkali panik, dan tidak cepat tanggap terhadap situasi terjadinya musibah.

    Tulisan berikutnya, bisa dibaca terkait dengan Edukasi Anak Cepat Tanggap terhadap bencana, dari jenis bencana satu per satu yang mungkin akan berguna untuk dikomunikasikan dalam keluarga. 

    Semoga Bermanfaat. 

    dan Jangan pernah lupa, kita punyatanggung jawab dalam hal terjadi musibah, dimulai dari kelompok masyarakat terkecil, yaitu Keluarga. 

    Sayangi keluarga anda, dan tetap semangat membangun tumbuh kembang anak-anak yang positif.

    Silahkan baca Tulisan Lanjutannya, tentang Mengenal Jenis Bencana. 

    Wassalammualaikum wr wb. 

    Selvi Aldriani