Monday, May 5, 2025

MANAJEMEN - Raw Material

 

PENGERTIAN DAN DEFINISI

Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. definisi Mary Parker follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

[1] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.

Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara

efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[2] 

Manajemen belum memiliki definisi yang luas dan diterima secara universal.

Kata Manajemen berasal dari bahasa perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur."[4]

Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti "tangan".[5] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Dikutip dari laman dictionary.cambridge.org, istilah lain dari manajemen adalah pengelolaan, pengaturan, pengendalian, atau kontrol. Bisa juga diartikan bahwa manajemen adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas organisasi bisnis.

Sementara dilansir dari Gramedia.com, manajemen adalah sebuah cara agar tujuan dapat dicapai secara teratur dan terarah. Manajemen adalah hal yang diperlukan dalam segala aspek kehidupan. Baik itu manajemen untuk kegiatan individu maupun kelompok.

“management as an art of getting things done through others “

 

As the term implies, it is meant to manage Man, time, subordinate, resources, and utilize the resources in creating outputs in an efficient manner

According to peter Drucker,

“as a process where human and non Human Resources are integrated and directed towards achievement of the organizational goals weather profit or services through the functions of management which are; planning, organizing, staffing, directing and controlling..

·       planning: planning means deciding in advance what to do, when to do, how to do, and who is to do it. It bridges the gap between where we are and where we want to be. It is deciding in advance to carry out alternatives, what results to be.

·       organizing: is the devision of work, grouping of activities and delegation of Authority. it is the assigning of task, which work to be done, by whom

·       staffing: it is choosing the right persons for the right jobs at the right time. it is filling out the positions required to carry out the task to be accomplished

·       Directing: is ordering by the superior to his subordinates to accomplish a given task.

·       controlling: is to measure performance, correct deviation and initiate corrective measures.

Van Fleet and Peterson define management, ‘as a set of activities directed at the efficient and effective utilization of resources in the pursuit of one or more goals.’

Kreitner’s definition of management:

‘Management is a problem-solving process of effectively achieving organizational objectives through the efficient use of scarce resources in a changing environment.’

 

ALIRAN TEORI MANAJEMEN

Ada 6 macam teori manajamen diantaranya:

Aliran klasik: Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya. Perhatian dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut.

Aliran perilaku: Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami manusia.

Aliran manajemen Ilmiah: aliran ini menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.

Aliran analisis sistem: Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya.

Aliran manajemen berdasarkan hasil: Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. Aliran ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya pada interaksi kegiatan karyawan.

Aliran manajemen mutu: Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen.

FUNGSI

Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.[13] Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu

·       merancang,

·       mengorganisir,

·       memerintah,

·       mengordinasi, dan

·       mengendalikan.

Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi 4, yaitu:

1.       Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

2.       Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

3.       Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha

4.       Pengawasan, meliputi kegiatan pengawasan yang dilakukan agar kegiatan dapat sesuai dengan standar yang telah direncanakan sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.[14]

Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:

 

PRINSIP

·       Pembagian kerja (division of work)

·       Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)

·       Disiplin (discipline)

·       Kesatuan perintah (unity of command)

·       Kesatuan pengarahan (unity of direction)

·       Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests)

·       Pembayaran upah yang adil (renumeration)

·       Pemusatan (centralisation)

·       Hierarki (hierarchy)

·       Tata tertib (order)

·       Keadilan (equity)

·       Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)

·       Inisiatif (Inisiative)

·       Semangat kesatuan (esprits de corps)

 

Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi

·       manajer puncak,

·       manajer tingkat menengah, dan

·       manajer lini pertama (biasanya.

 

Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).

Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.

Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan permintaan pekerjaan.

 

Peran manajer[sunting | sunting sumber]

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok.[15] yang

pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.

Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.

Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.[15]

 

KETRAMPILAN YG HARUS DIMILIKI

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.[16] Ketiga keterampilan tersebut adalah:

Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang konkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

 

DUA KETRAMPILAN TAMBAHAN

Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:[2]

Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

UNSUR-UNSUR MANAJEMEN

Untuk menjalankan fungsi manajemen, perusahaan membutuhkan tools atau sumber daya yang dikatakan sebagai unsur manajemen.Unsur-unsur manajemen tersebut antara lain:

·       Man. Sumber daya manusia sebagai salah satu unsur paling penting. SDM akan menentukan cara kerja dan keberhasilan dari unsur manajemen lainnya untuk menjapai tujuan dan sasaran organisasi dan perusahaan.

·       Money. Uang dibutuhkan sebagai modal untuk memenuhi kebutuhan dan pengelolaan bisnis untuk mencapai tujuan akhir perusahaan.

·       Material. Selain SDM perusahaan membutuhkan bahan atau materi sebagai sarana untuk mencapai hasil yang diinginkan.

·       Machine. Penggunaan mesin untuk efisiensi kerja dan menghasilkan keuntungan yang diinginkan.

·       Methods. Tata cara kerja yang digunakan untuk memastikan pekerjaan dapat berjalan lancar dengan mempertimbangkan segala unsur seperti waktu, uang, usaha, fasilitas dan sasaran yang ada.

·       Market. Tempat menyebarkan hasil produksi kepada konsumen. Penting bagi perusahaan untuk menguasai pasar demi kelangsungan aktivitas usaha.

 

Rekomendasi fungsi manajemen untuk memulai bisnis perusahaan

Banyak wirausahawan terburu-buru saat baru memulai usaha sehingga dalam perjalanannya mengakibatkan masalah. Fungsi manajemen tim akan menjauhkan perusahaan dari masalah tersebut. Berikut rekomendasinya untuk memulai bisnis perusahaan:

Fungsi manajemen akuntansi, keuangan penggajian, hutang-piutang, pajak, dan laporan keuangan harus dicatat. Alur catatan akuntansi yang akurat untuk pencatatan keuangan sangat penting.

Fungsi manajemen sumber daya manusia, diperlukan manajemen SDM untuk membuat kebijakan dan prosedur mengenai karyawan.

Fungsi manajemen fasilitas, ketika perusahaan sudah memiliki kantor atau bangunan produksi, terdapat kewajiban pemeliharaan, pembersihan, dan pemeliharaan yang terus berlanjut.

Fungsi manajemen teknologi informasi, setiap perusahaan bergantung pada teknologi untuk menjalankan bisnisnya.

Fungsi manajemen konsumen, konsumen merupakan sumber utama penghasilan perusahaan yang perlu dikelola dan diberikan pelayanan terbaik.

Fungsi manajemen website perusahaan, situs web organisasi seringkali menjadi  kesan pertama yang dimiliki calon pelanggan terhadap suatu perusahaan. Situs web yang dibuat dengan matang, teratur, dan ramah pengguna sangat penting untuk menarik dan mempertahankan konsumen.

Fungsi manajemen sosial media, sosial media  telah menjadi standar baru untuk pemasaran bisnis. Keuntungannya platform tidak mahal untuk dilakukan, tapi membutuhkan waktu, keterampilan, dan strategi.

 

Fungsi manajemen search engine, kebanyakan orang saat ini menggunakan internet untuk mencari bisnis atau jasa. Pastikan situs web perusahaan kamu memiliki profil di semua halaman bisnis mesin pencari.

Fungsi manajemen work-life balance, sebagai pemilik perusahaan, sangat penting untuk menjaga keseimbangan hidup profesional dan personal yang sehat.

Fungsi manajemen waktu luang, pemilik dan karyawan perusahaan perlu bersenang-senang dan meluangkan waktu untuk memastikan perusahaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk bekerja.

 

Management 3.0 follows the systems thinking idea that 95 percent of the performance of an organization is the result of the whole system, not the individual. Management 3.0 examines how to analyze that system to come up with the right solutions for better and effective leadership across

Management 3.0 is not another framework, it’s a mindset, combined with an ever-changing collection of games, tools, and practices to help any worker manage the organization. It’s a way of looking at work systems.organizations.

Leadership pursues the goal of growing and transforming organizations, which are great places to work for. They care about having engaged employees because when this happens the work is improved and clients are happy. We’ve realized that almost every industry is ripe for change and ready for a new view on management. Management 3.0 is that future of management.

Management 3.0 is redefining the definition of leadership with management as a group responsibility.

 

It’s about working together to find the most efficient way for a business to achieve its goals while maintaining the happiness of workers as a priority.

Management 3.0 is a global management revolution that brings together thousands of project managers, mid-level managers, CEOs and entrepreneurs, developing solutions together, using games to encourage employee feedback and team collaboration.

Management 3.0 – What does it mean?

Characteristics of a Management 3.0 Manager, a true Agile Leader

 

·       Believes power is greatest in a unified team

·       Is flexible about fluctuating roles and responsibilities

·       Searches for the root causes of issues

·       Is open and transparent with information and knowledge

·       Welcomes suggestions and ideas from teams

·       Empowers their team with time, resources and encouragement

·       Gives punctual, ongoing and personalized feedback and coaching

·       Creates opportunities for team brainstorming

No comments:

Post a Comment