Friday, February 10, 2023

KLAIM TENANT DAN TPL DI SEBUAH MALL

 

KLAIM TENANT DAN TPL DI SEBUAH MALL

Sebuah Mall yang sedang dalam pembangunan , mengalami kerugian karena adanya banjir dan genangan air, kebetulan di bangun di daerah yang curah hujan cukup tinggi, kerugian yang dialami adalah, ada salah satu tenant yang sudah mulai beroperasi menempati basement, lokasi tokonya mengalami genangan air, karena rembesnya air dari dalam tanah dan merusak barap persediaan/jualannya. Kerugian kedua adalah adanya tuntutan dari warga sekitar sehubingan dengan jalan keluar air, tertutup oleh material sisa proyek yang menutup bak kontrol sehingga beberapa rumah kebanjiran. Warga menuntut ganti rugi dan menuntut perbaikan bak kontrol serta menuntut membuat saluran penampungan air.

Pemilik proyek pembangunan Mall ini memiliki polis Contractor's All Risks yang dilengka[i dengan Third Party Liability sebesari 10% dari Nilai Total Kontrak(TCV), dan polis tsb dilengkapi Prior Use Clause. TIdak dilengkapi dengan Designer's Risks Clause.

Pertanyaannya adalah, Bagaimana proses klaim asuransi ini berjalan ?
apalagi ketika di dapati adanya Disputes, terkait dengan masuk/rembesnya air, menurut investigator dari penanggung karena Basement tersebut saat dibangun tidak dilakukan waterproofing, dimana ketentuan Pekerjaan Sipil adalah bahwa bangunan yang di basement wajib di waterproofing, apalagi di daerah yang memiliki curah hujan tinggi. disini terjadi perdebatan. 


----

Proses Klaim berjalan sesuai prosedur, tertanggung melakukan klaim ke asuransi untuk :
1. Tuntutan tenants melalui Prior Use clause yang dilekatkan
2. Tuntutan Klaim warga melalui Fasilitas TPL

Dalam prosesnya, khusus perdebatan point 1, kedua belah pihak sepakat menunjung Independen engineer untuk melakukan investigasi secara merinci tanpa adanya keberpihakan kepada salah satu pihak. Loss Adjuster ditunjuk juga untuk mereview seluruh proses klaim baik point 1 atau 2.

Setelah melalui perdebatan dan proses penyelidikan lebih rinci dan dengan dasar teknik prinsip sipil akhirnya klaim ini selesai dengan :
Untuk Point 1.
Tertanggung menerima hasil investigasi Independen Surveyor yang akhirnya pembuktian adanya kelalaian, sehingga penanggung memberi penawaran penyelesaian secara EX-Gratia dengan sejumlah tertentu.
Untuk POint 2.
Klaim di hitung, dan penanggung setuju untuk memberikan ganti rugi atas tuntutan warga pada bagian kerusakan property warga, namun tidak mengganti biaya perbaikan bak kontrol dan pembuatan penampunyan air. 


Thursday, February 2, 2023

SYA'BAN R.A. SAHABAT RASULULLAH YANG MENYESAL SAAT SAKARATUL MAUT

 


SYA'BAN R.A. SAHABAT RASULULLAH YANG MENYESAL SAAT SAKARATUL MAUT

Sya’ban ra memiliki kebiasaan unik. Dia datang ke masjid sebelum waktu shalat berjamaah. Ia selalu mengambil posisi di pojok masjid pada setiapa shalat berjamaah dan I’tikaf. Alasannya, selalu mengambil posisi di pojok masjid karena ia tidak ingin mengganggu atau menghalangi orang lain yang akan melakukan ibadah di masjid. Kebiasaan ini, sudah dipahami oleh semua orang bahkan Rasulullah sendiri.

Pada suatu pagi, saat shalat Subuh berjamaah akan dimulai, Rasulullah SAW merasa heran karena tidak mendapati Sya’ban ra pada posisi seperti biasanya. Rasul pun bertanya kepada jamaah yang hadir, apakah ada yang melihat Sya’ban? Tapi, tidak ada seorang pun yang melihat Sya’ban ra.

Shalat Subuh pun sengaja ditunda sejenak, untuk menunggu kehadiran Sya’ban. Namun yang ditunggu belum datang juga. Karena khawatir shalat Subuh kesiangan, Rasulullah pun memutuskan untuk segera melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Hingga shalat Subuh selesai pun Sya’ban belum datang juga.

Selesai shalat Subuh Rasul pun bertanya lagi “Apakah ada yang mengetahui kabar Sya’ban?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawab.

Rasul pun bertanya lagi “Apa ada yang mengetahui dimana rumah Sya’ban?” Seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia tahu persis dimana rumah Sya’ban. 

Rasulullah sangat khawatir terjadi sesuatu terhadap sahabatnya tersebut, memimnta diantarkan ke rumah Sya’ban.  Perjalanan dari masjid ke rumah Sya’ban cukup jauh dan memakan waktu lama terlebih mereka menempuh dengan berjalan kaki.

Akhirnya, Rasulullah dan para sahabat sampai di rumah Sya’ban pada waktu shalat dhuha (kira-kira 3 jam perjalanan). Sampai di depan rumah Sya’ban, beliau mengucapkan salam dan keluarlah wanita sambil membalas salam.

“Benarkah ini rumah Sya’ban?” Tanya Rasulullah.

“Ya benar, ini rumah Sya’ban. Saya istrinya.” jawab wanita tersebut.

“Bolekah kami menemui Sya’ban ra, yang tidak hadir shalat Subuh di masjid pagi ini?” ucap Rasul.

Dengan berlinangan air mata, istri Sya’ban ra menjawab “Beliau telah meninggal tadi pagi”.

“innalilahi Wainnailaihiroji’un” jawab semuanya.

Satu-satunya penyebab Sya’ban tidak hadir shalat Subuh di masjid adalah karena ajal menjemputnya. Beberapa saat kemudian, istri Sya’ban ra bertanya “Ya Rasulullah ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia bertetiak tiga kali dengan masing-masing teriakan di sertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya”

“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasulullah SAW.

“D imasing-masing teriakannya, dia berucap kalimat ‘Aduh, kenapa tidak lebih jauh, aduh kenapa tidak yang baru, aduh kenapa tidak semua,” jawab istri Sya’ban.


Rasulullah SAW pun melantunkan ayat yang terdapat surah Qaaf ayat 22: “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam”

“Saat Sya’ban ra dalam keadaan sakaratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah SWT. Bukan hanya itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah. Apa yang dilihat oleh Sya’ban ra (dan orang yang sakaratul maut) tidak bisa disaksikan yang lain. Dalam padangannya yang tajam itu Sya’ban ra melihat suatu adegan dimana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk shalatb berjamah lima waktu. Perjalanan sekitar tiga jam jalan kaki, tentu itu bukan jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban ra diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkahnya ke masjid,” ujar Rasulullah.

ia melihat seperti apa bentuk surga yang dijanjikan sebagai ganjarannya. Saat dia melihat dia berucap “Aduh mengapa tidak lebih jauh” timbul penyesalan dalam diri Sya’ban ra, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih indah. Dalam penggalan kalimat berikutnya Sya’ban ra melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin.

Saat ia membuka pintu, berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang. Dia masuk ke dalam rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Dia memakai dua baju, Sya’ban memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.

Dia berpikir jika kena debu tentu yang kena hanyalah baju yang luar dan sampai di masjid dia bisa membuka baju liuar dan shalat dengan baju yang lebih bagus. Ketika dalam perjalanan menuju masjid dia menemukan seseorang yang terbaring yang kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban pun iba dan segera membukakan baju yang paling luar lalu dipakaikan kepada orang tersebut kemudian dia memapahnya ke masjid agar dapat melakukan shalat Subuh bersama-sama.

Orang itupun selamat dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan shalat berjamaah. Sya’ban ra pun kemudian melihat indahnya surga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut. Kemudian dia berteriak lagi “Aduh!! Kenapa tidak yang baru” timbul lagi penyesalan dibenak Sya’ban ra. Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala besar, sudah tentu dia akan mendapatkan yang lebih besar jika dia memberikan pakaian yang baru.

Berikutnya, Sya’ban ra melihat lagi suatu adegan. Saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke dalam segelas susu. Bagi yang pernah ke Tanah Suci tentu mengetahui ukurang roti Arab (sekitar tiga kali ukuran  rata-rata roti Indonesia). ketika baru saja ingin memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta sedikit roti karena sudah tiga hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal itu, Sya’ban ra merasa iba. Ia kemudian membagu dua rotu tersebut dengan ukuran sama besar dan membagi dua susu ke dalam gelas dengan ukuran yang sama rata, kemudan mereka makan bersama-sama. Allah SWT kemudain memperlihatkan Sya’ban ra dengan surga yang indah.

Ketika melihat itupun Sya’ban ra teriak lagi “ Aduh kenapa tidak semua!!” Sya’ban ra kembali menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis  tersebut, pasti dia akan mendapat surga yabg lebih indah. Masya Allah, Sya’ban bukan menyesali perbuatanya melainkan menyesali mengapa tidak optimal.

Seseungguhnya pada suatu saat nanti, kita semua akan mati, akan menyesal dan tentu dengan kadar yang berbeda. Bahkan ada yang memiunta untuk ditunda matinya, karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia. Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan.



12.000 Al Ikhlas Di bulan Rajab

 

12.000 Al Ikhlas Di bulan Rajab

12.000 Al Ikhlas Di bulan Rajab

Kisah seorang perempuan yang istiqamah berzikir pada bulan Rajab. Berdasarkan dari kitab Mukasyafatul Qulub yang ditulis Imam Ghazali, dikisahkan seorang perempuan beribadah di Baitul Maqdis. Selama bulan Rajab, ia selalu berzikir dan membaca surah Al Ikhlas hingga sebanyak dua belas ribu kali.

Perempuan tersebut membaca surat Al Ikhlas yang berjumlah 4 ayat itu secara istiqamah sembari menggunakan mantel yang terbuat dari wol bulu kambing. Penggunaan mantel tersebut sebagai tanda bahwa perempuan tersebut sangat mengagungkan bulan Rajab sebagai bulan yang mulia sehingga pakaian yang dikenakan haruslah bagus.

Hingga suatu hari, perempuan tersebut mengalami sakit keras dan sebelum ajal menjemputnya, ia berwasiat kepada anak laki-lakinya. Ia menyampaikan untuk dikafani dan dikuburkan dengan kain yang selalu ia pakai untuk berzikir semasa hidupnya.

Akhirnya, perempuan tersebut meninggal dunia, namun anak laki-lakinya tersebut tidak memakaikan kain seperti yang ada pada wasiat sang ibu. Anaknya malah mengkafaninya dengan kain yang paling mahal bukan kain yang selalu dia pakai untuk berzikir.

Pada suatu malam, sang anak memimpikan bahwa ibunya marah karena wasiatnya tidak dilaksanakan. Dalam mimpi tersebut ibunya berkata, "Wahai anakku, aku tidak ridho kepadamu karena kamu tidak melaksanakan wasiatku."

Sang anak kemudian langsung menyadari kesalahannya lalu segera datang ke makam ibunya. Dia menggali kembali kuburan sang ibu namun ia mendapati hal yang sangat mengejutkan dirinya.

Jenazah sang ibu tidak di dalam liang lahat tersebut. Sang anak merasa kebingungan dan takut jika hal tersebut terjadi akibat ia lupa melaksanakan apa yang menjadi wasiat dari sang ibu kepadanya.

Seketika terdengar suara yang mengatakan:

"Tidakkah engkau tahu, bahwa barang siapa taat dan beribadah kepada kami di bulan Rajab, maka dia tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kubur."

Hal tersebut menunjukkan bahwa sang ibu telah diangkat ke sisi Allah SWT karena zikir yang ia kerjakan secara istiqomah selama bulan Rajab.

Keutamaan Berzikir pada Bulan Rajab

Ibadah-ibadah sangat baik dilakukan pada empat bulan haram yakni Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat dua belas bulan di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan diantaranya berturut-turut Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumadil Tsani Tsaniah dan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim)

Atas keistimewaan bulan Rajab, maka muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah mulai dari sholat, puasa, sedekah, berzikir, dan meminta ampunan dosa kepada Allah SWT.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW pun bersabda:

"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan." (HR. Imam Ahmad)

Sumber :
Https://www.detik.com/hikmah/kisah/d-6539329/kisah-perempuan-yang-berzikir-selama-bulan-rajab-dapat-kemuliaan-di-sisi-allah-swt.

D


Perang Tabuk, terjadi di bulan Rajab

 

Perang Tabuk, terjadi di bulan Rajab


Tabuk adalah sebutan untuk suatu tempat yang terletak antara Wadil Qura dan Syam. Perang ini disebut pula Ghazwah Al-Usrah yang artinya Perang Kesulitan.Dalam kalender Masehi diperkirakan terjadi antara bulan September-Oktober 630 M.

Perang Tabuk merupakan perang antara tentara Muslim melawan imperium Romawi. Perang ini terjadi pada bulan Rajab 9 H dan berakhir pada bulan Ramadhan di tahun yang sama. Kendati tidak sempat terjadi kontak fisik karena pasukan musuh menyerah sebelum bertempur, peperangan ini berlangsung selama 50 hari, dengan pembagian 20 hari Muslim berada di Tabuk dan 30 hari untuk menempuh perjalanan pulang pergi dari Madinah ke Tabuk. (Safyurrahman al-Mubarakfuri, Raḫîqul Makhtûm, [Riyadh: Muntada ats-Tsaqafah, 2013], h. 366)

Penaklukan kota Makkah (fatḫu makkah) merupakan puncak kemenangan bagi umat Islam karena Makkah sudah berada dalam kekuasaan Muslim dan orang-orang musyrik berbondong-bondong memeluk Islam. Hanya saja masih ada kekuatan besar imperium Romawi yang menjadi ancaman. Konflik antara Muslim dan Romawi sendiri sudah dimulai sejak terbunuhnya duta Rasulullah bernama Al-Harits bin Umair di tangan Syurahbil bin Amr al-Ghassani. Setelah terbunuhnya Al-Harits, Rasulullah mengirim pasukan di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah untuk menyerang pasukan Romawi di Mu’tah. Setelah peperangan itu, ternyata sejumlah kabilah Arab mulai melepaskan diri dari Qaishar Romawi dan bergabung dengan umat Islam.

Menyadari hal ini, Romawi segera mengambil sikap sebelum umat Islam benar-benar menjelma pasukan yang sangat kuat dan sulit dikalahkan. Imperium Romawi pun mulai menyiapkan kekuatan besar untuk menghancurkan pasukan Muslim. Ternyata kabar rencana penyerangan itu terdengar ke telinga umat Muslim kendati masih samar-samar. Sadar bahwa Romawi merupakan imperium raksasa paling ditakuti pada masanya, membuat masyarakat Muslim di Madinah gelisah. Khawatir jika tiba-tiba Romawi datang menggempur mereka dan meluluhlantakkan Madinah. Kekhawatiran itu semakin besar. Bahkan jika terdengar suara ganjil, umat Muslim berprasangka buruk terlebih dulu, jangan-jangan imperium Romawi sudah tiba di Madinah. Hal serupa juga dialami oleh Nabi, bahkan beliau sampai menjauh dari istri-istri dulu selama satu bulan. Suasana ini semakin diperparah dengan ulah orang-orang munafik yang berkasak-kusuk tentang persiapan pasukan Romawi. Ketidakpastian informasi tersebut akhirnya berakhir ketika datang serombongan orang  dari Syam ke Madinah sambil membawa minyak. Mereka menginfokan bahwa Heraklius, sang raja Romawi, sudah menyiapkan pasukan besar dengan kakuatan 40.000 prajurit. Kabilah-kabilah Arab Nasrani seperti Lakhm, Judzam, dan lainnya juga turut bergabung.

Menyadari kondisi yang betul-betul genting, Rasulullah segera mengambil keputusan setelah melalui pertimbangan militer cukup matang. Beliau tidak ingin pasukan Muslim hanya menunggu imperium Romawi di Madinah dan membiarkan mereka menjarah wilayah-wilayah yang sudah berada di bawah kekuasaan Muslim. Rasulullah akhirnya memutuskan untuk keluar dari Madinah dan menyerang imperium terkuat pada masanya itu. Setelah keputusan bulat, beliau segara melakukan konsolidasi dengan mengirim sejumlah utusan untuk mengajak kabilah-kabilah Arab agar bergabung. Tidak hanya itu, beliau juga mengumumkan secara langsung seruan perang ini. Sesuatu yang baru kali ini beliau lakukan. Setelah mendengar seruan ini, orang-orang Muslim dengan sigap bersiap siaga dan berlomba-lomba memberikan sumbangan untuk kebutuhan perang. Utsman bin Affan menyumbang senilai 900 ekor unta dan 100 ekor kuda, belum termasuk uang kuntan; Abdurrahman bin Auf menyumbang 200 uqiyah perak, Abu Bakar menyerahkan semua hartanya senilai 4000 dirham, dan masih banyak lagi.

Setelah persiapan matang, pasukan Muslim pun bergerak ke arah utara menuju Tabuk dengan membawa 30.000 prajurit, 10.000 lebih sedikit dibanding jumlah perajurit Romawi. Sekalipun begitu banyak sumbangan yang berhasil terkumpul, ternyata belum mencukupi untuk pasukan sebanyak itu. Saking kekurangannya, sampai-sampai delapan belas prajurit hanya mendapat satu ekor unta. Bahkan untuk bisa minum saja mereka harus menyembelih unta tersebut agar bisa mengambil air di punuknya dan dagingnya untuk dimakan. (Safyurrahman al-Mubarakfuri, h. 364-365) Sementara Rasulullah sendiri menitipkan keluarganya di Madinah kepada Ali bin Abi Thalib. Mengetahui hal itu, orang-orang munafik menghasut Ali agar pergi perang dan meninggalkan ahlul bait. Hasutan itu gagal dan Rasulullah berkata kepada Ali, “Tidakkah engkau senang, hai Ali. Kau bagiku seperti kedudukan Harun bagi Musa, hanya saja tidak ada Nabi setelahku.” (Abdussalam Harun, Tahdzîbus Sîrah Ibnu Hisyâm, [Beirut: Muassasar ar-Risalah, 1985], h. 288) Setibanya di Tabuk, Rasulullah berpidato di hadapan pasukan dan menyemangati mereka. Semangat mereka berkobar dan siap untuk bertempur. Di sisi lain, pasukan Romawi yang mendengar kabar bahwa Rasulullah telah menggalang pasukan, mentalnya menciut sehingga tidak berani maju dan malah pasukan mereka terpencar ke wilayah sendiri-sendiri. Ringkas hikayat, pihak musuh mengajak berdamai dengan membayar upeti. Dengan ini, kemenangan berada di pihak kaum Muslim, kendati tidak sampai terjadi pertempuran. Sejak saat itu, pasukan Muslim semakin digdaya karena berhasil mengalahkan imperium raksasa Romawi. Kabilah-kabilah Arab yang sebelumnya mendukung Romawi pun kini bergabung bersama pasukan Muslim. (Safyurrahman al-Mubarakfuri, h. 365-366

Kisah perang Tabuk tercatat dalam Al-Qur'an surat At-Taubah Ayat 117

لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Arab-Latin: Laqat tāballāhu 'alan-nabiyyi wal-muhājirīna wal-anṣārillażīnattaba'ụhu fī sā'atil-'usrati mim ba'di mā kāda yazīgu qulụbu farīqim min-hum ṡumma tāba 'alaihim, innahụ bihim ra`ụfur raḥīm

Artinya: Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.

Para Sahabat Rasulullah SAW Bersedekah untuk Perang Tabuk

Rasulullah SAW menyeru para sahabatnya untuk berangkat dan memberi tahu tempat yang hendak mereka tuju saat Perang Tabuk. Beliau juga mengirim delegasinya ke Makkah dan kabilah-kabilah Arab lainnya untuk menyeru berangkat ikut Perang Tabuk.

Kepada mereka semua Rasulullah SAW menyuruh bersedekah dan menganjurkan mereka berinfak dan memberi bekal kepada yang tidak punya bekal saat keberangkatan.

Para sahabat Rasulullah SAW pun berdatangan dengan membawa sedekah yang banyak.

Abu Bakar Ash-Shiddiq, menyerahkan seluruh hartanya senilai 40.000 dirham, maka Rasulullah bertanya kepadanya: "Apa yang kamu sisakan untuk keluagamu?"

Abu Bakar menjawab: "Aku sisakan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya."

Selanjutnya, datanglah Umar membawa separuh hartanya. Rasulullah bertanya kepadanya: ""Adakah sesuatu yang kamu sisakan untuk keluargamu?"

"Ya, separuh hartaku," jawab "Umar.

Abdurahman bin 'Auf membawa 200 uqiyah. Kemudian ada Ashim bin Adi bershadagah satu wasaq kurma dan juga Utsman membekali sepertiga dari seluruh balatentara.

Sumber: 
https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/perang-tabuk-perang-muslim-melawan-romawi-di-bulan-rajab-ozZ4K
https://www.detik.com/hikmah/kisah/d-6530074/peristiwa-perang-tabuk-terjadi-di-bulan-rajab-dan-perang-terakhir-rasulullah-saw.




BERDOA BERSAMA

 

BERDOA BERSAMA

Seorang laki laki pergi berburu dan bertemu dengan seeokor macan, ia dikejar kejar, dan hingga kelelahan ia berhenti dan menyerah lalu sambil memejamkan matam ia berdoa karena merasa ajalnya sudah dekat, saking ketakutannya, ia berdoa dengan khusuk, namun setelah beberapa lama ia belum juga merasa Macannya, menyerang dirinya, akhirnya penasaran dan pelan pelan mengintip sekeliling, Ia dapati si macam tengah duduk di sebelahnya, dan saking bahagianya, ia bertanya pada si Macan,

Pria: Ëh kamu ikut berdoa juga ya?"sambil berusaha tersenyum ketakutan
Macan : Ïya, berdoa sebelum makan"

Hehe

JIHAD DI KAMPUNG MELAYU

 

JIHAD DI KAMPUNG MELAYU

Suatu hari ada berita viral, dan menjadi perhatian masyarakat, Seorang anak juga perduli dengan berita tersebut, tentang Teroris yang dilumpuhkan aparata di jalan kampung Melayu, dan akhirnya ia vertanya kepada guru ngajinya :

Murid : "pak Ustadz, apakah teroris yang dilumpuhkan di Jalan Kampung Melayu termasuk Jihad?"
Guru : "Bukan!"
Murid: "Kok Bukan pak Ustadz?"
Guru: Ya karenam Jihad itu berjuang dan wafat di Jalan Allah, bukan di jalan Kampung Melayu"
Murid: Öh Iya ya"

HUKUM MENDOAKAN ORANG MATI

 

HUKUM MENDOAKAN ORANG MATI

Suatu hari seorang anak yang terkenal jahil sebgaja menge-tes Guru Ngahinya, ia bertanya 

Anak : "wahai Pak Ustadz, apa hukumnya mendoakan orang mati ?"
Pak Ustadz : "Haram!"
Anak: "Kok Haram Pak Ustadz?"
Pak Ustadz: "\Ya pastilah, kan kita harus mendoakan orang yang baik-baik bukan mendoakan orang agar Mati"
Anak: Hehehe

Sang Anak lalu ngeloyor pergi,

Tuesday, January 31, 2023

KERUSAKAN TIANG PANCANG DALAM ANGKUTAN KARENA ROUGH HANDLING

 

KERUSAKAN TIANG PANCANG DALAM ANGKUTAN KARENA ROUGH HANDLING


Situasi:

Sebuah perusahaan jasa angkuta membawa Tiang pancang sebanyak 350 batang, ia memiliki asuransi Angkutan dengan jenis ICC A, material projek dibawa ke project site, namun saat dilokasi endpuser komplain karena 127 Batang mengalami retak. Dan seyelah diselidiki karena saat Bongkar barang, tiang pancang tersebut banyak yang berbenturan sehingga retak dan rusak, 

Merkea mengajukan klaim ke asuransi penerbit polis.

Pertanyaannya, apakah klaim ini diganti ? bagaimana prosesnya ?

STUDY KASUS: KLAIM KECURIAN BARANG STOCK ELEKTRONIK

STUDY KASUS: KLAIM KECURIAN BARANG STOCK ELEKTRONIK


STUDY KASUS: KLAIM KECURIAN BARANG STOCK ELEKTRONIK 

Sebuah Perusahaan Distributir elektronik mengalami kecurian / kebongkaran dengan kerugian yang diderita senilai barang stock |Rp. 150 Juta, dan kerusakan pintu dan alat kantor yang biaya perbaikannya mencapai Rp, 18 Juta, Mereka memiliki polis Property All Risks dengan Resiko sendiri karena sebab lainnya, sebesar 10% dari klaim minimal Rp. 5 Juta

 

Pertanyaannya :

1.     Bagaimana proses klaim berjalan?

2.     Apa  saja dokumen pendukung klaim yang diperlukan?

3.     Berapa Perhitungan ganti rugi bersih yang diterima nasabah ?

Klaim Penggelapan Biaya STNK Kendaraan

Klaim Penggelapan Biaya STNK Kendaraan



 

STUDY KASUS: Klaim Penggelapan  Biaya STNK Kendaraan yang terjadi bertahun tahun [Fidelity Guarantee Insurance]

 

Situasi :

Sebuah perusahaan tekstil besar memiliki banyak unit kendaraan dan bagian General Affair secara rutin melakukan perpanjangan surat kendaraan resmi melalui salah satu karyawan di perusahaan, dan dilakukan selama bertahun tahun. Pada suatu hari salah satu kendaraan mengalami kehilangan dan semua surat di periksa untuk keperluan Klaim Asuransi kendaraan, namun setelah dicekm ternyata surat kendaraan yang hilang tersebut palsu, Aljornua Manager GA melakukan pemeriksaan ke seluruh surat kendaraan tersebut dan didapati 75% dari surat kendaraan semua palsu setelah di cek ke kepolisian setempat.  Dan karena jumlahnya cukup banyak mereka juga akhirnya memeriksa berkas perpanjangan pada tahun tahun sebelumnya dan terjadi sekitar 5 tahun sebelumnya juga perpanjangan Surat dipalsukan.

 

Karyawan yang biasa melakukan perpanjangan telah berhenti bekerja dari perusahaan tersebut sejak 6 bulan yang lalu.

 

Polis Asuransi yang dimiliki adalah :

1.     Sejak 5 yahun lalu, memiliki Asuransi kendaraan seluruh unit kendaraan

2.     Sejak 5 tahun lalu memiliki polis Asuransi Fidelity Guarantee dengan :

a.     Penanggung Abc : 5 tahun lalu selama 2 tahun

b.     Penanggung Def : 3 tahun lalu selama 3 tahun

3.     Wording Coverage Fidelity berbunyi sbb :

Covering the Insured for acts of any of their employees involving larceny, embezzlement or fraudulent and/or misappropriation of money including all company’s assets such as company’s motor-car and motor-cycle, stocks and inventory etc. belonging to the Insured and entrusted to the employee and which shall be committed during the continuance of this insurance and during the uninterrupted employment of the employee and discovered during the continuance of this insurance and/or within  the twelve calendar months after the expiration of the policy or the death, dismissal, resignation or retirement of the employee from the service of the Insured whichever of these events shall first occur.

RETROACTIVE DATE : aS PER pOLICY iNCEPTION

 

Pertanyaannya adalah

  1. 1.     Apakah mobil yang hilang bisa diganti Asuransi dari polis Asuransi kendaraan>
  2. 2.     Bagaimana Proses klaim Fidelity Guarantee tersebut berjalan? Akankah penggelapan ini dijamin dalam polis?

 

 

 

 


Monday, January 23, 2023

KHAWATIR ADALAH SALAH SATU BENTUK SUUZAN

KHAWATIR ADALAH SALAH SATU BENTUK SUUZAN


Seringkali kita berprasangka biruk kepada banyak hal. Terutama kepada kertentuan Allah swt. Salah satu bentuk terdekat suuzan adalah rasa khawatir yang kadang berlebihan, se akan kita tidak percaya atas perlindungan Allah dan ketentuan Allah adalah yang terbaik yang akan diberikan kepada kita

dalam salah satu ayat alqurab berbunyi sbb :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka [kecurigaan atau suuzan], karena sebagian dari buruk sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya ... " (QS. Al-Hujurat [49]: 12).

jadi sebaiknya kita senantiasa berprasangka buruk atas apapun yang ditakdirkan Allah swt terjadi dalam hidup kita,, sebagaimana sebuah hadist mengatakan sbb :
"Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. 
Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; 
yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal yang terbaik untuknya. 
Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena ia mengetahui bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya."
 (HR Muslim)

Semoga kita semua terhindar daru orang orang yang bersuuzan. kepada manusia saja tidak boleh, apalagi kepada Allah. 

BER-NIAT-LAH DALAM SETIAP LANGKAH DALAM HIDUPMU

BER-NIAT-LAH DALAM SETIAP LANGKAH DALAM HIDUPMU



Ber-akad-lah dalam setiap langkah dalam hidupmu, karena semua amal ibadah di catatkan sesuai dalam niatnya.

"Innamal a'malu binniyat artinya adalah 
"sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya".

Usahakan dalam setiap apapun yang kita lakukan, selalu awali dengan niat.

Selain niat, biasanya aku juga melakukan AKAD, terutama aktivitas yang berkaitan atau menyangkut hak/kewajiban orang lain.

Bagiku, akad itu penting untuk membuka hati - yang tertutup, misalnya saja belanja di pasar, membeli sesuatu, kesepakatan harga, selain menawar dan diperbolehkan misalnya, terakhir, kadang biasanya ditutup dengan kalimat, "ikhlas ya pak"

Agar, kewajiban yg aku tunaikan beserta hak yang aku terima dan sebaliknya bagi pihak lainnya, ada AKAD IKHLAS nya.

Kemudian,  Abul Qosim Al Qusyairi mengatakan bahwa, "Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah





MENGELOLA PENYAKIT DI TUBUH ANDA

 


USIA KU 50 DAN AKAN 51 2,5 BULAN LAGI
• 2010-2012 INDIKASI DIABETES MELLITUS
• 2017  MASUK RS PNUEMONIA PARU
• 2019 KATETERISASI JANTUNG )3-%) 
• 2021 SUAMI ANAK COVID, DM MELEDAK KAARNA KONSUMSI PERMEN WOODS DAN PENURUN DEMAM
• 2021 – MASUK RS KARENA HYPERTENSI, SELULIT DAN DM, KREATININ TERDETEKNI MENINGKAT
• 2021 – DIABETIC RETHINOPATHY MATA KANAN
• 2022 – DIABETIC RETHINOPATHY MATA KIRI
• 2022 – PEMBENGKAKAN LEVER
2022 - DIABETES MELAHIRKAN JUGA YANG NAMANYA DIABETIK NEUROPATHY PADA KAKI (KEBAS DAN KEMUDIAN KAKU)
• 2022 – 4 NOV MASUK RS TINGKAT ASAM DARAH TINGGI DAN SESAK, KREATININ MENINGKAT, DIAGNOSA TUMOR PARU
• 2022 – 22 NOV MASUK RS STROKE TUBUH SEBELAH KANAN
• 2022 - 14 DES JATUH, BESOK NYA DIAGNOSA CKD MASUK PERSIAPAN HEMODIALISA -  GAGAL GINJAL
• 2023 – 9 JAN PEMASANGAN CDL 
• 2023 – 10 JAN CUCI DARAH 1 (2X SEMINGGU)

Mengapa sampai terjadi demikian?

Penyebab paling utama karena LALAI, 
1, Lalai memperhatikan angka tubuh
2. ketika tau ada penyakit, lalai tidak perduli kondisi tersebut sehingga terlalu la,a berlangsung
3. ;lalai tidak segera a,bil tindakan dan perbaikan

Dalam upaya menghadapi semua itu, beberapa kiat yang aku lakukan adalah :
1. Peka terhadap perubahan tubuh (Kesehatan)
2. Segeral periksa ke dokter untuk mendapatkan gambaran pasti
3. Ketahui rekam medis dan pelajari semua, termasuk tata cara penanggulangan dan tata carap ola hidup/makan dan lainnya
4. Segera atasi dan ambil risiko terkecil dari sebuah pengobatan
5. Jangan percaya asumsi sendiri
6. Dan tidak percaya asumsi umum 100% karena asumsi umum belm tentu benar dan jika benar, belum tentu sesuai dengan tubuh kita
7. Segera obati bagian yang paling berisiko saat masih ada tenaga (daya tahan) dan jangan menunggu parah,
8. Usahakan pengobatan alternatif yang paling aman
9. Hadapi, jalani dan tidak perlu mengeluh


Yang tetap diperlukan adalah 

Kita harus bisa liat ondikator organ tubuh kita, berapa angkanya? Melewati batas normal atau nggak. 

supaya kita tau apa obat yg tepat, bagaimana polabmakan kita dan aktivitas kita, *sesuai* dengan kondisi tubuh dan organ kita utk bs lebih awet dan tahan lama.

Dan itu tetap perlu cek ke dokter atau lab. At least kita tau penanganan sesuai kebutuhan badan kita.

Aku banyak banget direkomendasikan ini dan itu. Sejak dulu saat merawat alm bapak, almh mamah. Dan aku selalu minta rekam medisnya dilihat dulu.

Bahkan waktu suami dan anak  covid banyak banget yg sarankan bawang putih. Waktu itu aku tolak. Krn apa? Krn aku  tau, lambung suami gak kuat.

Kadang, aku juga gak nurutin rekonendasi orang kalo tensi tinggi makan jus nanas. Atau jus belimbing, karena ternyata jus belimbing aku sama sekali gak boleh. Dan jus nanas melukai lambung 

Jadi gak semua selalu bs cocok. Yg paling baik adalah... Sesuaikan dengan tubuh kita 

*Pesan ini disampaikan oleh* 
SELVI ALDRIANI

always stay happy and khusnuzon, salah satu bentuk terdekat kita su'uzon kepada Allah adalah rasa *khawatir*  padahal... Kullu nafsin dzaiqotul maut.. Semoga kita semua kembali dengan cara yang *paling* Allah sukai. Aammiin



Sunday, January 8, 2023

Manfaatkan Free Look Period - Asuransi

 

Manfaatkan Free Look Period - Asuransi
Free Look period adalah jangka waktu yang diberikan oleh perusahaan asuransi bagi Nasabah (Pemegang Polis) untuk mempelajari isi polis. Apakah nasabah setuju dengan data, syarat, dan ketentuan yang ada pada polis dan akan melanjutkan atau membatalkan polis tersebut







3 Hal Merasakan Manisnya Iman

 

3 Hal Merasakan Manisnya Iman


Dalam sebuah hadis, Rasulullah menjelaskan bahwa ada tiga hal yang bisa membuat seorang hamba akan merasakan manisnya keimanan, di antaranya adalah mencintai Allah di atas segalanya. Lengkapnya hadits tersebut berbunyi, 

”Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya, sebagaimana bencinya jika dicampakkan ke dalam api.” (Muttafaq ‘alaih).

CINTA ADALAH DAHAGA

 

CINTA ADALAH DAHAGA



CINTA ADALAH DAHAGA

CINTA ADALAH DAHAGA
YANG SELALU HADIR DALAM HATIMU
YANG SELALU KAU CARI KEMANA-MANA
HINGGA ENGKAU MERASA SAKIT DAN PERIH

CINTA ADALAH DAHAGA
YANG SENANTIASA MEMBUAT KITA MERASA KURANG
YANG SELALU MEMBUAT KITA TIDAK LENGKAP
TERUS BERKETERUSAN MENCARI

PADAHAL DAHAGA HANYA MAMPU HILANG
TERPENUHI KETIKA KAMU MENYADARI
BAHWA CINTA ADA DALAM HATI MU
DIA BERCENGKERAMA BERSAMA KEDAMAIAN

YANG BELUM KAMU TEMUKAN
08 JAN 2023



Friday, October 14, 2022

DOKUMEN PENDUKUNG KLAIM ASURANSI BANJIR

DOKUMEN PENDUKUNG KLAIM ASURANSI BANJIR

Rekan dan Nasabah,

Musim hujan telah tiba, pahami Dokumen pendukung klaim banjir untuk proses asuransi 

  1. Laporan Klaim secara tertulis (email/fax)
  2. Formulir klaim yang diisi lengkap
  3. Foto-foto kerusakan
  4. Berita Acara Kejadian
  5. Copy Analisa Puslabfor/Labkrim
  6. Laporan Kronologis Kejadian
  7. Daftar Barang-barang yang rusak berikut type/jenis/spesifikasi  barang lengkap dengan harganya
  8. Daftar Nilai Aset di lokasi pertanggungan sesaat sebelum kejadian (Total klaim > 5% of TSI)
  9. Analisa Teknis Vendor Ahli Independen
  10. Penawaran atau invoice dari Vendor untuk memperbaiki atau mengganti barang yang rusak
  11. Invoice Pembelian Sebelumnya atau Invoice Barang pengganti yang baru
  12. Kwitansi Pembersihan Puing-Puing
  13. Kwitansi Armada Pemadam Kebakaran
  14. Kwitansi Pengisian Ulang Alat Pemadam Api
  15. Kartu Stock & Mutasi Stock Barang 3 bulan terakhir sebelum kejadian
  16. Tindakan Pencegahan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali
  17. Laporan BMG mengenai keadaan cuaca pada saat terjadinya kerugian 
  18. Surat Persetujuan Pembayaran klaim atas nilai yang diajukan
  19. Discharge Form
  20. Subrogation Letter
  21. Salvage - Barang Sisa 

Informasi Lebih lanjut silahkan hubungi 08180-7000-928


 

Dokumen Pendukung Klaim Asuransi Kerusakan Mesin

 

Dokumen Pendukung Klaim Asuransi Kerusakan Mesin

\Rekan dan Nasabah Yang terhormat,

Berikut adalah Dokumen yang biasanya diperlukan untuk mendukung klaim asuransi keursakan mesin :

  1. Laporan Klaim secara tertulis (email/fax)
  2. Formulir klaim yang diisi lengkap
  3. Foto-foto kerusakan
  4. Berita Acara Kejadian
  5. Laporan Kronologis Kejadian
  6. Daftar Barang-barang yang rusak berikut type/jenis/spesifikasi  barang lengkap dengan harganya
  7. Daftar Nilai Aset di lokasi pertanggungan sesaat sebelum kejadian (Total klaim > 5% of TSI)
  8. Analisa Teknis Vendor Ahli Independen
  9. Penawaran atau invoice dari Vendor untuk memperbaiki atau mengganti barang yang rusak
  10. Invoice Pembelian Sebelumnya atau Invoice Barang pengganti yang baru
  11. Log Book
  12. Kartu Pemeliharaan / Maintenance Record
  13. Kwitansi Armada Pemadam Kebakaran (jika ada kejadian sampai terbakar)
  14. Kwitansi Pengisian Ulang Alat Pemadam Api
  15. Kartu Stock & Mutasi Stock Barang 3 bulan terakhir sebelum kejad
  16. Tindakan Pencegahan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali
  17. Surat Persetujuan Pembayaran klaim atas nilai yang diajukan
  18. Discharge Form
  19. Subrogation Letter
  20. Salvage - Barang Sisa
Informasi lebih lanjut silahkan kirim whatsapp ke 08180-7000928

DOKUMEN PENDUKUNG KLAIM ASURANSI KEBAKARAN

 

DOKUMEN PENDUKUNG KLAIM ASURANSI KEBAKARAN

Rekan dan nasabah yang terhotmat

Pada kasus klaim kebakaran, biasanya diperlukan Dokumen Pendukung klaim seperti dokumen :

  1. Laporan Klaim secara tertulis (email/fax)
  2. Formulir klaim yang diisi lengkap
  3. Foto-foto kerusakan
  4. Berita Acara Kejadian
  5. Laporan Kepolisian setempat (jika kebakaran karena rambatan dari pihak lain tidak perlu)
  6. Copy Analisa Puslabfor/Labkrim
  7. Laporan Kronologis Kejadian
  8. Daftar Barang-barang yang rusak berikut type/jenis/spesifikasi  barang lengkap dengan harganya
  9. Daftar Nilai Aset di lokasi pertanggungan sesaat sebelum kejadian (Total klaim > 5% of TSI)
  10. Analisa Teknis Vendor Ahli Independen
  11. Penawaran atau invoice dari Vendor untuk memperbaiki atau mengganti barang yang rusak
  12. Invoice Pembelian Sebelumnya atau Invoice Barang pengganti yang baru
  13. Kwitansi Pembersihan Puing-Puing
  14. Kwitansi Armada Pemadam Kebakaran
  15. Kwitansi Pengisian Ulang Alat Pemadam Api
  16. Kartu Stock & Mutasi Stock Barang 3 bulan terakhir sebelum kejadian
  17. Tindakan Pencegahan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali
  18. Surat Persetujuan Pembayaran klaim atas nilai yang diajukan
  19. Discharge Form
  20. Subrogation Letter
  21. Salvage - Barang Sisa 
Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi : 08180-7000-928 

Prosedur Klaim Asuransi Angkutan [DMJA-TAA]

 

Prosedur Klaim Asuransi Angkutan

Rekan-rekan dan Nasabah Yang Terhormat,

Terkait dengan beberapa pertanyaan, bersama ini kami sampaikan, Prosedur Klaim Asuransi Angkutan sbb :

1. Segera informasi via WhatsApp dan dilanjutkan dengan kirim Email laporan klaim dengan informasi sbb

    1. Jenis Polis :
    2. Nama Tertanggung :
    3. No Polis/Certificate/Deklarasi : 
    4. Tanggal Kejadian/Diketahui :
    5. Jenis Kerusakan/Kerugian :
    6. Lokasi Kejadian  :
    7. Estimasi Nilai Kerugian :
    8. Lampirkan foto kerusakan atau kejadian tsb 
    9. Setelah itu ikuti pemanduan selanjutnya dari Tim kami.

2. Yang Wajib dilakukan :
1. Dokumentasi foto/video atas kejadian dan kerusakan.
2. Memisahkan barang yang rusak dan tidak rusak
3. Menyimpan barang yang rusak ke tempat yg aman, untuk kepwrluan inspeksi dan penyerahan salvage jika klaim disetujui.

3. Dokumen yang diperlukan :
1.    Mengisi form klaim (bisa ei minta ke tim kami)
2. Surat Tuntutan ganti rugi (contoh format surat bisa dimintakan ke tim kami)
3. Berita Acara Kejadian / Krobologis kejadian
4. Faktur/Invoice
5. Packing List & Surat Jalan, BL/AWB
6. BAST (Berita Acara Serah Terima barang)
7. Copy Polis/Certificate
8. Rincian kerusakan berikut harga serta jumlahnya
9. Bukti Transfer Pembayaran Premi Polis ybs
10. Dokumen lain yang relevan, misalnya :
        - Dokumen pendukun  g bukti penawaran perbaikan / penggantian yang rusak
        - Dokumen analisa teknis dari vendor independen terkait barang yg rusak
        - Surat Laporan Kepolisian (dalam hal kecurian)
        - Dan dokumen lain yang diperlukan penanggung selanjutnya (jika diperlukan)

Penjelasan tentang KLAIM ASURANSI bisa dilihat di artikel :
Http://selvi-aldriani.blogspot.com/2022/02/Insurance-claims-klaim-asuransi.html
Informasi seputar asuransi silahkan follow Instagram @selvialdriani

Penjelasan lebih lanjut, silahkan menghubungi : 08180-7000-928 atau 089-628-628-925 atau email cs-support@dianmakmur.com