Monday, April 15, 2013

Mama bilang....dan apa yang hamba katakan pada suami hamba....

Ya Allah,

Mama dan beberapa orang bilang,

Hamba mengalami kehilangan yang begitu dalam atas meninggalnya Ayahanda hamba.

Menurutnya,

Karena Hampir seluruh waktu terbesar dalam hidup hamba selalu berkegiatan dengan Ayahanda hamba. Karena hamba begitu mencintai ayahanda hamba. Karena hamba dan ayahanda hamba seperti sepasang sepatu yang tidak bisa dipisahkan. karena hamba dan ayahanda hamba saling berketergantungan, karena hamba memiliki kemiripan dengan ayahanda hamba. karena hamba bla-bla-bla...dan lain sebagainya...dan lain sebagainya.

tanpa mengurangi penghargaan atas setiap pendapat yang ditujukan kepada hamba, Ya Allah...

malam tadi, tangis hamba tumpah dihadapan suami hamba, bersama dengan pengakuan hamba bahwa

rasa kehilangan yang begitu dalam dalam kehidupan hamba, bukan karena semua hal itu, melainkan begitu banyak perasaan bersalah dalam hati hamba, (Astaghfirullah) atas kenangan-kenangan tersimpan didalam hati tentang kesalahan-kesalahan hamba kepada ayahanda... atas seluruh kekhilafan hamba kepada beliau, yang terus berputar bagaikan film dokumenter dalam kepala hamba, yang penyesalannya tiada berhenti dan tiada terobati. Betapa hamba sangat menginginkan berputarnya kembali waktu agar hamba bisa memperbaiki semuanya.

contoh kecil saja,misalnya, saat ayahanda meminta bantuan sesuatu, dan hamba melakukannya dengan "gerutu", padahal sejak pertama masuk sekolah, hamba sudah diajarkan bahwa hal itu merupakan dosa bagi hamba, tapi hamba sering lupa dan tetap melakukannya sampai hamba dewasa, dan, ketika ketiadaan ayahanda hamba, hamba baru mengerti, betapa penyesalan itu benar-benar menyesakkan hati hamba. Dan masih banyak prilaku-prilaku lainnya, yang merupakan kesalahan hamba kepada ayahanda hamba.

Ber-Ribu pose foto, plakat, serifikat, penghargaan, kenangan yang bisa hamba gantungkan di dinding rumah ini pun tidak bisa membayar seluruh penyesalan hamba. Hamba bagaikan mengais-ngais kesempatan untuk bisa memperbaikikesalahan-kesalahan hamba untuk beliau. Meski Engkau tetap memungkinkan hamba untuk mengirimkan doa untuk ayahanda hamba, selalu dalam akhir kalimat hamba sampaikan kepada Engkau ya Allah disetiap doa "Sampaikan Rindu hamba Untuk ayahanda hamba, dan mohonkan ampunan hamba kepadanya".

Dan penyesalan itu memang melahirkan sebuah tekad, ya Allah..
agar hamba tidak mengulangi kesalahan yang sama, berikan hamba keteguhan ini,
sehingga hamba tidak mengulangi nya saat hamba masih memiliki kesempatan bersama sisa orang tua yang bersama hamba saat ini. yaitu Ibunda hamba,

berikan perlindungan hamba untuk bisa selalu menjaganya bukan saja karena hamba berusaha menebus kesalahan-kesalahan hamba di masa lalu, melainkan karena ia adalah sebaik-baik seorang ibu yang hamba miliki, yang terbaik dalam kehidupan Hamba selain Engkau.


Amin





No comments:

Post a Comment