Thursday, July 21, 2011

Akung, My Beloved Dad

Akung Sayang,

Dedaunan kering menghiasi makam,
Mereka meneduhkan bagian dalamnya
Rerumputan yang rapi tertata
Senantiasa melindungi tanah ketika hujan

Keyakinan bahwa dimana tempat akung berada, senantiasa indah dalam kedamaian, wangi surgawi tercium setiap kali mata terpejam.
Dan seketika itu pula, terasa Akung duduk berdampinganm.

Juga ketika senandung ilahiyah menggema seolah diseluruh jagat raya,
Saat itulah ketika alam tersilaukan oleh cahaya berpendaran..

Meski menyilaukan, asal cahaya indah itu tetap saja terlihat dalam kemilau mata bathin..
Dan akunglah sumber cahaya itu..

Yang duduk dihadapan, dengan senyuman yang selalu membahagiakan hati.

Terima kasih, ya Allah.
Engkau telah memberikan kesempatan ini, kesempatan untuk melihat sesorang yang paling aku cintai dalam hidupku.


Sent from my Private Yahoo!

No comments:

Post a Comment