Showing posts sorted by relevance for query diabetes. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query diabetes. Sort by date Show all posts

Friday, June 14, 2019

Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus

Tulisan ini, aku tulis saat usia aku 34 Tahun. Kalau saat ini aku 47 Tahun, berarti sudah 13 tahun yang lalu ya. Tapi aku sore tadi baru saja ngobrol dengan kawan-kawan, dan tidak ada salahnya ini dibagikan kembali. Semoga bermanfaat untuk menjaga kesehatan bagi yang belum terkena Diabetes Mellitus. Selamat Membaca.

DIABETES MELLITUS SANG PENGHANCUR
Ditulis oleh : Selvi Aldriani, 34 tahun

Aku adalah anak ke-6 dari 8 bersaudara. Ibuku seorang Ibu rumah tangga yang sangat Istimewa, dan Ayahku sekarang sudah Pensiun dari Perusahaan Umum Listrik Negara sejak tahun 1991 yang lalu. Ayahku, terkena serangan stroke sejak tahu 1981 sampai dengan saat ini, ia hanya melakukan seluruh aktifitasnya dengan separuh tubuh sebelah kanannya, jadi kira-kira sudah 25 tahun ia jalani dalam kondisi seperti ini. Dan bukan mustahil, Ayahku mungkin adalah penderita stroke terlama di seluruh Indonesia.

Stroke yang dialami oleh Ayahku, disebabkan oleh Diabetes Mellitus, sehingga ada pembuluh darah di otak yang menyepit, sehingga aliran darah menuju otak terhenti dan membuat separuh badan sebelah kiri ayahku tidak dapat berfungsi sama sekali. Pengobatan ? sudah kami upayakan dari medis, alternative, orang pintar, paranormal, Sinshe, bahkan kepada seorang pintar yang mampu berjalan diatas air pun sudah kami kunjungi, namun hasilnya tetap nihil. Masa-masa berburu pengobatan alternative berangsur-angsur menyurutkan semangat Ayahku, disamping rasa lelah dan letih, yang akhirnya kami semua sekeluarga menyerahkan segala-galanya hanya kepada Allah SWT dan Pengobatan Medis yang dilakukan check up setiap satu bulan sekali, dan kadang masuk rumah sakit untuk di rawat inap guna memeriksa seluruh kondisi kesehatannya..

71 tahun hamper 5 bulan sudah, usia ayahku saat ini, dengan riwayat sepertiga masa hidup yang telah ia jalani dilampauinya dengan kondisi yang berbeda dengan orang lain pada umumnya, Ia masih terlihat segar, penuh semangat, cerah dan ceria sepertinya tidak pernah ada kelelahan dan keletihan dalam kehidupannya. Kegiatan kesehariannya paling banyak digunakan untuk Sholat, berzikir dan mengaji. Ketika ia bertemu dengan anak-anak dan cucu-cucunya bertandang kerumah, tidak ada kata-kata yang mampu ia ucapkan selai menangis terharu dan bahagia berkumpul dengan anak dan cucunya yang telah ia bina bersama istrinya dengan baik dan luhur.

November 2006, Adalah pemeriksaan rutin setelah hari raya Idul fitri, dan dari hasil pemeriksaan menyebabkan Ayahku harus masuk rumah sakit (rawat inap) karena Tubuhnya begitu lemah dan kedua kakinya bengkak dan luka, serta HB nya terlalu rendah dari angka normal. Masuk rumah sakit ? hampir menjadi sebuah kegiatan yang sering terjadi terhadap ayahku. Kami menjalani prosesnya dan mengatur semuanya tanpa keterkejutan dan tetap sabar menunggu hingga ayahku kembali stabil kondisi kesehatannya.

Dari terbiasanya aku menghadapi keadaan-keadaan seperti ini, tetap saja aku tercenung dengan penjelasan dari Dokter Ahli Penyakit Dalam yang selama 3 tahun terakhir ini merawat ayahku. Pada suatu sore hari aku bertemu dengannya di ruang Zuster Paviliun tempat ayahku di rawat inap, Dokter Ayahku (sambil menghela nafas dengan berat dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku yang ia duduki) ia berkata dengan hati-hati :

“Begini Mbak Selvi, Diabetes Mellitus bagaikan Hantu di Malam Hari, yang datangnya tiba-tiba dan perlahan, lalu menghancurkan organ tubuh secara perlahan-lahan. Ia bisa mnyerang Mata, Otak, Jaringan Kulit, Usus, Jantung, Pankreas, Ginjal, Paru-paru, Pembuluh Darah, Hati dan lain-lainnya. Itu sebabnya Para penderita penyakt Diabetes ada yang diare terus atau bahkan tidak bisa pup jika ia menyerang usus, atau kulit dari penderita diabetes mudah terluka, dan lain sebagainya.”

Dia berhenti sejenak, menghela nafas, lalu melanjutkan :

“Pada kasus Bapak (=ayahku), Saya sangat salut dengan kekuatan yang Bapak miliki, karena apa ? karena Bapak tidak seperti manusia/orang lainnya, yang sudah pasti lewat jika berada pada kondisi yang Bapak alami saat ini. Karena Bapak telah Memiliki seluruh RISK FACTOR –nya, ditambah dengan masa terkena stroke yang sangat lama (tahunan).”

Ia berhenti, lalu mengeluarkan hasil roentgen Jantung dari amplop coklat, dan berkata :

“Mbak Selvi bisa lihat hasil roentgen ini, Jantung Bapak pun sudah terkena dampaknya (ia menunjuk kepada jantung yang sudah mengerut semakin kecil), karena hipertensi, belum lagi jaringan kulit yang sudah mulai kena, Kekentalan darah yang normalnya 200-an Bapak mencapai lebih dari 4 x lipat dari angka itu, Ginjal bapak juga sudah tidak berfungsi dengan baik, Pankreas, dan lain sebagainya, sehingga saya bisa katakana bahwa raport (=hasil medis) Bapak seluruhnya angka merah”

lalu ia melanjutkan,

“Tapi Bapak adalah seseorang yang luar biasa. Penderita Diabetes bisa di control, Obat yang Bapak harus minum banyak sekali, tapi Obat hanyalah sebagai pendamping, menstabilkan kondisi agar tidak parah. Tapi yang membuat bapak memiliki kekuatan yang luar biasa saya yakin adalah Semangat Hidupnya  yang diberikan oleh seluruh keluarganya. Memang, penderita Diabetes memang memiliki selera makan yang tinggi, namun kita semua jarang bisa melarang Bapak untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman manis, yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan dan pasti ada cara yang baik, yang tidak meyurutkan semangat Bapak. Karena Bapak harus terus dipompakan semangatnya agar tidak stress, agar ia selalu sehat dan segar. Karena apa ? Karena Bapak sedang melampaui prosesnya, yaitu proses sang Diabetes Mellitus menghancurkan organ-organ tubuh Bapak secara perlahan-lahan. Jadi itulah kondisi yang sebenarnya, karena selama ini belum pernah saya sampaikan khawatir Bapak bisa mendengarnya dan membuatnya sedih, itulah sebabnya saya terus memompakan semangatnya pada setiap kali pertemuan pemeriksaan rutin”

Aku tertegun, dan mengangguk-angguk. Setengah melamun. Hingga Dokterku pamit untuk memeriksa pasien lainnya yang berada di ruangan.

Sepanjang waktu setelah itu, aku hanya berfikir.. berfikir dan berfikir.. meski aku memiliki kesempatan untuk terus mendampinginya selama ini, tetap saja, hati aku bagaikan di tabuh oleh sebuah alu besar, yang bunyi ngiangnya membuat kepalaku berkunang-kunang. Meski sudah berkali-kali aku menghadapi momen Ayahku di rumah sakit, tetap saja aku hanyut dalam ribuan pikiran yang berusaha mencari hikmah dari semua kejadian ini. 

Tidak ada kata lain selain bersyukur,

Aku bersyukur bertemu dengan seorang Doker spesialis yang memberikan tidak hanya layanan medis, melainkan dukungan rohani yang sangat menentramkan juga para suster dan bapak petugas apotek yang senantiasa ikhlas membantu.

Aku bersyukur, memiliki Ayah yang sangat luar biasa menjalani kehidupannya dengan penuh suka cita dan pasrah kepada Allah SWT, Ayah yang sangat istimewa, memberikan tauladan bagi anak-anaknya, dan semua yang tidak bisa aku katakana hanya dapat dirasakan.

Aku bersyukur, memiliki seorang Ibu yang memiliki kesabaran tak terbatas, keluhuran untuk mendampingi suami dan memberikan contoh yang baik kepada kami, merawat kami dan segala-nya dan segalamnya.

Aku bersyukur memiliki keluarga, kakak dan adik yang sangat erat hubungannya, mesra, saling gotong royong, bahu-membahu, saling perhatian dan menyayangi satu sama lain, sama-sama memiliki platform yang indah dalam membuat sebuah keluarga ini menjadi nyaman untuk berkunjung kembali pulang dan pergi.

Aku sendiri ? juga bersyukur, 

Memiliki suami yang memiliki perhatian kepada orangtuaku tidak kalah dari yang aku miliki, ia dengan setia merawat ayahku, mendampinginya, Berjaga malam di rumah sakit setiap hari, memandikan, menceboki, menyayangi dan mencintainya seperti orangtuanya sendiri.

Bersyukur memiliki seorang anak kecil buah hati kami yang selalu menyumbangkan senyumnya untuk eyang kakung dan eyang putrinya sebagai penawar lelah dan kantuk dirumah.

Bersyukur, Ayahku selalu memberikan kesempatan kepada aku untuk selalu berada didekatnya, staying around, memberikan kesempatan untuk merawat dan mendampingi dalam menjaga kesehatannya, bahkan aku pun bersyukur menerima pesa-pesannya setiap kali ia akan dirawat inap di rumah sakit, yaitu dari mulai mengantarkan adik-adik menikah hingga mendampingi ibuku suatu hari kelak.

Bersyukur, Ayahku pun tetap berpesan kepada aku, untuk selalu berada bersama ibu, mendampingi setiap waktu, yang ia piker adalah sebagai wasiatnya. Apa yang istimewa ? karena Ibu adalah Harta Terbesarnya, karena sebesar-besarnya harta yang dimiliki oleh seorang laki-laki adalah istri yang luhur.

Tidak ada bekal yang bsa menguatkan, selain BERSYUKUR, agar semua kepenatan dan keletihan, kebuntuan dalam hati, tersalurkan dengan baik dan sesuai ridhonya.

Biar semua mengalir seperti air.
Biar semua berhembus seperti angin.
Biar semua bergulir bagaikan waktu..
Sesungguhnya semua berjalan di atas rel yang telah ditentukan.  


Maka, Jagalah kesehatan, jadilah manusia pemerhati atas segala apa yang terjadi disekitar kita, dan selalu bersyukur, sehingga hidup akan lebih mudah terjalani.

Salam,


Monday, October 14, 2024

Pengalaman Dengan Komplikasi Penyakit yang Beragam

 



Assalammualaikum wr wb sahabat semua.

 Semoga Allah senantiasa mencurahkan Rahmat dan berkahnya kepada kita semua untuk kesehatan, rejeki dan kesejahteraan, kedamaian, keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin.

Sahabat, aku berjanji berbagi tentang tips Kesehatan, mohon maaf baru kali ini sempat menuliskannya secara rinci disesuaikan dengan kondisi Kesehatan terakhir.

 Tulisan ini bukan karena aku merasa paling pintar namun aku hanya berbagi pengalaman, karena pengalaman aku menjalani sebagai pasien Gagal Ginjal saat ini dan harus cuci darah 2x dalam seminggu.

 Aku cerita awalnya dulu ya, aku mengidap Diabetes Mellitus sejak jauh sekitar tahun 2010an mungkin, karena aku makan berantakan dan seenaknya saja, awalnya aku tau saat periksa ke dokter dan setelah itu aku memang mengabaikan, ya kadang minum obat kadang juga nggak, kadang control, kadang malas. Sekitar tahun 2018-2019 aku rutin mulai control Internist dan Jantung, Kalo Jantung aku sudah sempat kateter tapi aku lupa tahunnya,  namun Dokter Internist aku saat itu memberitahu bahwa ada masalah di Ginjal aku. Dan karena aku takut cuci darah, akhirnya aku tidak control lagi ke beliau karena hal itu.

Tahun220 aku sempat di rawat inap di Rs karena pneumonia, setelah 2019nya aku masuk RS karena DBD, dan saat itu kembali pulih.

Lalu pada tahun 2021 aku Kembali masuk RSm karena tekanan darah tinggi yang tidak kunjung turun dan ada selulit/varises di kaki kiri, sehingga bengkak dan tidak bisa berjalan/ Namun setelah di rawat pun Tensi ku tidak kunjung turun membaik, akhirnya aku pulang paksa, lalu aku memutuskan untuk menjalani Pengobatan Alternatif Al Fasdhu di daerah Ciledug.

 Melalui Al Fasdhu, kondisi kaki ku mulai membaik dan Kembali bisa berjalan meski tidak lagi senormal dulu.

 Namun karena DM yang aku idap cukup membuat kekentalan darah semakin pekat, dan endapan Gula juga terkandung didalamnya, pada tahun 2022 aku terkena Stroke dibagian tubuh sebelah kanan tidak bergerak sama sekalui. Saat itu seluruh kakakku datang dan mengantarkan aku ke RS, sampai du RS, tindakannya sangat cepat aku diirawat dengan Tindakan medis yang segera (Usahakan jika terkena Stroke, lakukan pperawatan medis sebelum lewat 4 Jam) masuk ke mesin capsule dan di suntik, kemudian aku tidur sampai besok pagi. Dan paginya aku sudah mulai bisa menggerakkan tubuh aku Kembali.

 Setelah Stroke, aku mengalami musibah terjatuh dari Kamar mandi dan dalam rangkaian sebelumnya, aku mengalami pecah pembuluh darah di mata ku (keduanya) karena pembuluh darah di mataku rentan karena Diabetes. Aku melakukan pengobatan sebisa mungkin dengan jadwal yang begitu padat, ya untuk control ke beragam dokter, untuk bekerja dan lainnya.

 Musibah jatuhnya au karena tubuhku sudah mulai tidak stabil karena banyak racun di tubuh karena ginjal yang rusak. Sebenarnya waktu perawatan saat selulit waktu sebelumnya, aku sudah harus operasi pembuluh darahku, tapia ada kendala Ureum dan kreatinin aku tinggi (Ginjal bermasalah) sehingga tindakan operasi bedah vascular tidak bisa dilakukan disamping tensi yang terus tinggi. Dan pada saat setelah terjatuh, aku masuk RS, dan Dokter akhirnya pada akhir Tahun 2022 mengirim aku ke dokter sepsialis penyakit dalam yang khusus Ginjal (KGH). Aku masih mengelak untuk cuci darah dengan berbagai cara.

Awal Tahun 2023, aku di rekomendasikan dokter internist aku untuk masuk rawat inap untuk Observasi menyeluruh. Pada hari pertama masuk (padahal saat itu control saja, tapi tidak boleh pulang akhirnya) siang masuk rawat inap, sore hasilnya sudah keluar, dan kerusakan ginjalkua sudah sangat besar, dan malamnya aku dibawa ke kamar Operasi untuk dipasangkan CDL (Alat Cuci darah di dada) dan bsknya pagi pagi sekali, aku sudah masuk ke ruang cuci darah untuk menjalani Hemodialisa. Aku ingat it tanggal 10 January 2023.

Aku harus rutin cuci darah 2xseminggu dan aku jalani sampai dengan saat ini.

 Dan setelah cuci darah dimulai awal January 2023, aku melanjutkan pengobatan bagi mataku, tapi aku sudah tidak boleh Al Fasdhu, karena sudah menjadi pasien Gagal ginjal. Kontrol dan pengobatan mata berlanjut bolak balik, mataku di Laser 4x kanan dan 4x kiri selama rentang waktu 2023, sampai akhirnya pada akhur tahun 2023 aku di rujuk ke JEC karena  komplikasi Penyakit yang aku derita memiliki risiko yang sangat tinggi jika dilakukan Bedah Retuna, Namany Vivrektomi termasuk Operasi Kompleks).

 November 2023 dilakukan Bedah RetIna Vivrektomi di JEC, namun mengalami kegagalan karena pendarahan semakin hebat terjadi di retina, aku bolak balik ke JEC disamping menjalani Hemodialisa (cuci darah) aku. Dan ternyata setelah menjalani bedah retina dan melakukan HD (=cuci darah) pendarahan di mataku semakin hebat, karena proses cuci darah menggunakan pengencer darah, dan disamping aku minum obat pengencer darah untuk jantungku, Retinaku penuh darah, dan akhirnya diagnosanya adalah Mata kiri aku Gloukoma dan harus di pasang selang untuk mengalirkan darah di dalam retina Kembali dialirkan ke dalam tubuh.

 Akhi Desember 2023, operasi ulang pemasangan Implant selang di JEC, padahal Bedah retina November yll saja sudah membuat aku sangat tersiksa, tapi aku tidak punya pilihan lain, selain maju operasi kembali pemasangan implant selang. Dan operasi ini Masya Allah, aku di bius tetes, karena tidak boleh bius total, karena kemungkinan meninggal di meja operasi sangat tinggi.Saat sebelum dan sepanjang proses operasi dilakukan, aku hanya bisa bertahan dan berdoa, Semoga Allah memberikan kemurahannya kepadaku untuk bisa mendapatkan anugrah seperti siti Asiyah, istri Firaun, yang wafat sebelum rasa sakit menyentuhku, namun Allah swt berkerhendak lain, masih banyak tugas yang belum selesai, aku diperkenankan tetap hidup dan aku menganggaonya, masih banyak kekhilafan aku yang masih aku harus perbaiki. Masya Allah.

 Proses pemulihan paska operasi imlant berjalan cukup lambat. Dan sepanjang hidupku, jika aku pernah melakukan operasi segala macam, dan rasanya ini adalah yang paling hebat dalam hidupku. Dengan masa recovery yang cukup panjang, rasa sakit yang luar biasa, kadang menyesal juga, andai aku tau rasanya sedahsyat ini, aku mungkin tidak akan memuuskan untuk bedah retina, tapi surat yang Allah berikan kepadaku memang luar biasa. Suratan takdir,Dan pasti Allah sudah mengiukur bahwa aku mampu melampauinya (2:284-286). Trauma yang membekas begitu dalam untuk menjalani operasi ini. Aku Kembali menjalani HD setelah itu, namun pengaturan pengencer darah diatur sedemikian rupa agar debit pendarahannya tidak terlalu agresif. 1 Hal yang aku khawatirkan setiap HD, bahkan hingga saat ini adalah, pendarahan diretina yang hebat akan menyebabkan pecah kedalam kepalaku dan aku akan mengalami Koma, ini yang aku sangat takutkan. Karena kalua aku koma, maka akan sangat merepotkan keluargaku seluruhnya.

 Pengencer darah, puteran HD, semua proses HD diatur supaya berjalan lancar, namun pada February 2024, HD ku mengalami kemacetan, karena pendarahan hebat mataku sakit, mata dan seluruh kepala terasa panas terbakar sehingga HD harus dihentikan, aku tidak bisa HD selama 3X dan itu berarti penumpukan racum dan cairan cukp besar di tubuhku. Tubuh mulai menggigil, dan saat aku berusaha ke dokter Gloukoma aku, sedang seminar, dan aku sempat mencari ke RS lain, supaya segera bisa di Atasi dan Kembali menjalani cuci darah. Akhirnya aku ke JEC Menteng dan bertemu dengan Professor Ahli Gloukoma, Profesor dan Guru Besar yang berjasa membuat seluruh pasien BPJS mendapat layanan ke JEC (melalui JEC Tg Priok), beliau Guru Besar UI. Alhamdulillah. Saat itu aku mengejar beliau ke JEC menteng, lalu ke JEC Kedoya dan memohon untuk bisa dilakukan Tindakan oleh beliau, dan beliau memutuskan untuk mengoperasi aku Tgl 1 Maret 2024 di JEC Menteng. Masya Allah, sementara Beliau sedang mengadakan Selamatan untuk Hari kelahirannya tgl 27 February (kalo nggak salah, dilakukan 1 Maret 24) sementara tanggal 2 Maret tanggal kelahiran aku. 

Operasi berjalan lancar dan lusanya aku sudah harus HD, berjalan lancar juga meski dengan kekhawatiran yang cukup tingi. Dan selanjutnya semua berjalan lancar dengan Pengencer darah diatur dibawah minimal. Dan aku sudah tidak lagi minum obat pengencer darah.

 Setelh itu aku mengalami macet sekali dan aku Kembali ke JEC menteng untuk pemeriksaan ulang, namun memang sudah tidak bisa dilakukan operasi apa apa, jadi aku sudah harus mengatur sebisa mungkin ini adalah usaha maksimal dan tidak bisa lagi ada Tindakan lanjutan selan control rutin. 

Secara parallel, aku melanjutkan usaaha pengobatan untuk lever aku, setelah pada agustus 2023 aku di diagnose Hepatitis C, aku menjalani observasi di RSCM klini Hepatologi. Dan ini makan waktu bolak balik untuk pemeriksaan Lab, USG dan Viobro scan serta lainnya, aku di wajibkan minum obat yang 3 bulan, dan saat ini masuk ke obat bulan ke 3, nanti setelah itu baru observasi ulang di January 2025. 

Alhamdulillah, saat ini aku menjalani semua rangkaian dengan Upaya terbaik semampu aku, dan Alhamdulillah.

 Jika di rangkum dari cerita diatas, komplikasi penyakit yang aku alami semua berasal dari Diabetes mellitus, ini pernah aku tulis pada tahun 2007 paska ayahku wafat (silahkan cek linnya DISINI)  Karena Diabets, itu menjalar ke :1.      Jantung (karena kekentalan Darah Aku harus Kateter, dan waktu itu hasilnya baru 30%)

  1. 2.      Pneumonia
  2. 3.      Hupertensi, (Baru Hypertensi 6 Bulan) aku terdiagnosa”
  3. 4.      Gagal Ginjal
  4. 5.      Selulit/Varises  (Karena Kekentalan darah karena diabetes) yang menyebabkan aku terdiagnosa Neuropati Perifer di kaki, karena endapan diabetes di kaki (kanan dan kiri)
  5. 6.      Gloukoma
  6. 7.      Lever – Hepatitis C
  7. 8.      Miom – Kista

Saat ini aku sudah tidak lagi berani Mengendarai Mobil (karena factor Mata) dan Mengendarai Motor ( Karena Kaki yang tidak lagi sekuat dulu), Aku masih bisa berjalan tapi tidak lagi bisa jauh, hanya maksmal 10 Meter, dan aku mudah lelah dan demam. Jadi tidak bobleh kelelahan.

 Intissaru dari semua yang aku alami dari pengalaman ini adalah :

  1. 1.      Kenali Angka Tubuh kami (Know your Body Number)
  2. 2.      Jangan selalu ikut “apa kata Orang{“ / Ukuran tubuh orang belum tentu cocok untuk tubuh kita
  3. 3.      Jangan Minum Obat sembarangan dan jangan DIET2an
  4. 4.      Upayakan ikut arahan medis, dan jangan Skup Obat.
  5. 5.      Atur pola makan dan asupan, beru waktu jeda pada setiap kali makan dan ngemil untuk tubuh mengiurai makanan menjadi energi
  6. 6.      Tinggalkan kebiasaan buruk, dak cukup istirahat
  7. 7.      Ikhlas menerima dan tetap[ istiqomah, dan usahakan untuk selalu punya cara berkehiatan atau mencari carqa agar tidak mudah putus asa

Penjelasan dari butiran diatas adalah :

·       Kita harus tau Angka tubuh kita misalnya tekanan darah angka gula darah kreatinin, ureum, kolesterol dan lainnya, hal ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan dokter dan lab.

·       Setelah kita tay angka tubuh kita, maka atas arahan Dokter, akan dilakukan pengobatan dan perawaan berdasarkan hal itu, supoaya tepat dan akurat sesuai kebutuhan dari tubuh kita, jadi jangan selalu ikuti apa kata orang misalnya, kalo farah tinggi harus minum Jus Belimbing banyak banyak, padahal jika ginjal kita sudah mulai bocor, maka belimbing akan membuat kita terkirim ke ICU, belimbing adalah buah haram bagi penderita gagal ginjal, atau misalnya kaki bengkak selulit, dan untuk mengempeskannya minum air rebusan daun seledri, padahal  kaki bengkak harus diketahui [enyebabnya, biasanya karena tubuh kita mengandung banyak cairan, dan jika minum rebusan seledri terlalu banyak mungkin malah cairan akan merendam jantung.

·       Begitu[pun, miunum jamu, obat diet dan lain sebagainya, banyak penderitta HD mengalami kebocoraan ginjal karena Diet, dan banyak penderita HD, diseabkan ginjal kotor karena jami. Usahakan jangan minum obat atau jamu sembarangan,  aku sudah tidak lagi mengikuti uklan iklan medsos tentang obat, sebelum aku tahu angka tubuh aku, sehingga tau, apa yang sebenarnya tubuh kita perlukan

·       Aku selalu tanya dokter berdasarkan keluhan yang aku alami, dan aku selalu punya Second Opini dari dokter dokter ahli yang aku kenal (sepanjang Aku mendampingi ayah ibuku melakukan treatment medis) Alhamdulillah semua berjalan dengan baik baik saja.

·       Tubuh kita perlu waktu minimal 2 Jam untuk mengurai makanan, itulah sebabnya ada istilah Coffee Break/ Tea break diselang waktu makan pagi ke makan siang, atau dari makan siang ke makan sore/malam.   Kalori yang nmasuk usahakan diperkirakan cukup untuk tubuh kita, dan beri waktu 2 jam agar tubuh mengurainya menjadi energi, jadi setelah 2 jam baru boleh memasukkan cemilan. Kenapa 2 jam ? itu seperti ukuran standar, untuk tubuh kita, Bahkan untuk minum obat yang gak bioleh di konsumsi bareng pun jedanya 2 jam. Dan untu minum obat rutin minimal selang 4 jam atau diatur 3 x sehari

·       Tinggalkan kebiasaan buruk, kalian pasti tahu apa kebiasaan buruk kalian, meroko, begadang dan lainnya, jadi kalian sendiri yang tau apay uang harus ditinggalkan

·       Jika kalian terdiagnosa penyakit berat, jangan panik, usahakan tenang dan terima sebauk mungkin ini adalah Ujian dari Allah swt, jika kalian panik, maka kalian tidak akan mampu bertahan, mengeluh membuat semua menjadi bertambah berat,  Pesimis, akan membuat kalian putus asa oleh sebab itu, kalian harus bisa mencari cara agar semua hal dalam hidup kita memberi semangat.

·       Kalau terkena Stroke, usahakan mendapatkan Tindakan medis sebelum 4 jam, atau usahakan alirkan darah dengan menusuk ujung jari agar darah mengalir untuk P3K

Semangat berjuang untuk membuat semua terlampaui dengan lebih ringan dan mudah, tetap optimis, dan jadilah Selayaknya orang Indonesia!, Orang Indonesia biasanya selalu untung, biar udah jatuh, untung gak begini dan begitu.

Aku bersyukur, dan selalu berusaha bersyukur atas apapun yang Allah l;etakan dalam hidup aku dan pada setiap[ hari aku terbangun, selain berdoa, aku selalu berterima kasih sama Allah, dan berkata, ya Allahh, hamba menerima apapun yang Engkau letakkan dalam hidup hamba hari ini dan selanjutnya

Aku bersyukur, karena Allah memberikan aku kesempatan untuk menebus  dosa dan khilaf aku di usia ini, setidaknya ini akan meringankan pertanggungjawaban aku kelak (Insya Allah), seperti sekolah dan akan ujian, Allah memberikan aku kisi kisi ujian, sehingga aku selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik pada setiap hari nya. Insya Allah. Insya Allah, semua dari kita akan menjadi orang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

 Suatu hari seorang sahabat bertanya kepadaku bagaimana aku menjalani hidup, bekerja dan beraktifitas dengan kondisi seperti ini, aku hanya menjawab, menerima semuanya dengan Ikhlas, dan berusaha tetap bisa bekerha dengan kondisi mata seperti ini. Kebetulan suaminya mengalami seperti yang aku alami, dan suaminya panik p[ada akhirnya wafat. Padahal suaminya dokter.

Saat ini aku masih bekerja, kadang berkebun agar bisa curhat dengan phon pohon, dan setelah aku tinggal di apartemen, aku tidak lagi bisa berkebun, aku mengisi aktivitas aku dengan menulis, blog. Aku Bloggerian. Dulu akua da kerjaan digital juga, tapi sekarang akn sudah tidak terima kerjaan digital karena takut banyak Typho. Kacuali aku urus website kantorku sendiri dan blog blog aku serta medsos aku.

 Semoga semua dari kitab isa mendapatkan atau mengambil hikmah dari setiap apap[un yang terjadi dalam hidup kita, dan semiga tulisan ini bermanfaat bagi semua yang membacanya.

 Jangan pernah menyerag! Berjuanglah untuk akhir hidup yang baik.


Wassalammualaikum wr wb


Monday, January 23, 2023

MENGELOLA PENYAKIT DI TUBUH ANDA

 


USIA KU 50 DAN AKAN 51 2,5 BULAN LAGI
• 2010-2012 INDIKASI DIABETES MELLITUS
• 2017  MASUK RS PNUEMONIA PARU
• 2019 KATETERISASI JANTUNG )3-%) 
• 2021 SUAMI ANAK COVID, DM MELEDAK KAARNA KONSUMSI PERMEN WOODS DAN PENURUN DEMAM
• 2021 – MASUK RS KARENA HYPERTENSI, SELULIT DAN DM, KREATININ TERDETEKNI MENINGKAT
• 2021 – DIABETIC RETHINOPATHY MATA KANAN
• 2022 – DIABETIC RETHINOPATHY MATA KIRI
• 2022 – PEMBENGKAKAN LEVER
2022 - DIABETES MELAHIRKAN JUGA YANG NAMANYA DIABETIK NEUROPATHY PADA KAKI (KEBAS DAN KEMUDIAN KAKU)
• 2022 – 4 NOV MASUK RS TINGKAT ASAM DARAH TINGGI DAN SESAK, KREATININ MENINGKAT, DIAGNOSA TUMOR PARU
• 2022 – 22 NOV MASUK RS STROKE TUBUH SEBELAH KANAN
• 2022 - 14 DES JATUH, BESOK NYA DIAGNOSA CKD MASUK PERSIAPAN HEMODIALISA -  GAGAL GINJAL
• 2023 – 9 JAN PEMASANGAN CDL 
• 2023 – 10 JAN CUCI DARAH 1 (2X SEMINGGU)

Mengapa sampai terjadi demikian?

Penyebab paling utama karena LALAI, 
1, Lalai memperhatikan angka tubuh
2. ketika tau ada penyakit, lalai tidak perduli kondisi tersebut sehingga terlalu la,a berlangsung
3. ;lalai tidak segera a,bil tindakan dan perbaikan

Dalam upaya menghadapi semua itu, beberapa kiat yang aku lakukan adalah :
1. Peka terhadap perubahan tubuh (Kesehatan)
2. Segeral periksa ke dokter untuk mendapatkan gambaran pasti
3. Ketahui rekam medis dan pelajari semua, termasuk tata cara penanggulangan dan tata carap ola hidup/makan dan lainnya
4. Segera atasi dan ambil risiko terkecil dari sebuah pengobatan
5. Jangan percaya asumsi sendiri
6. Dan tidak percaya asumsi umum 100% karena asumsi umum belm tentu benar dan jika benar, belum tentu sesuai dengan tubuh kita
7. Segera obati bagian yang paling berisiko saat masih ada tenaga (daya tahan) dan jangan menunggu parah,
8. Usahakan pengobatan alternatif yang paling aman
9. Hadapi, jalani dan tidak perlu mengeluh


Yang tetap diperlukan adalah 

Kita harus bisa liat ondikator organ tubuh kita, berapa angkanya? Melewati batas normal atau nggak. 

supaya kita tau apa obat yg tepat, bagaimana polabmakan kita dan aktivitas kita, *sesuai* dengan kondisi tubuh dan organ kita utk bs lebih awet dan tahan lama.

Dan itu tetap perlu cek ke dokter atau lab. At least kita tau penanganan sesuai kebutuhan badan kita.

Aku banyak banget direkomendasikan ini dan itu. Sejak dulu saat merawat alm bapak, almh mamah. Dan aku selalu minta rekam medisnya dilihat dulu.

Bahkan waktu suami dan anak  covid banyak banget yg sarankan bawang putih. Waktu itu aku tolak. Krn apa? Krn aku  tau, lambung suami gak kuat.

Kadang, aku juga gak nurutin rekonendasi orang kalo tensi tinggi makan jus nanas. Atau jus belimbing, karena ternyata jus belimbing aku sama sekali gak boleh. Dan jus nanas melukai lambung 

Jadi gak semua selalu bs cocok. Yg paling baik adalah... Sesuaikan dengan tubuh kita 

*Pesan ini disampaikan oleh* 
SELVI ALDRIANI

always stay happy and khusnuzon, salah satu bentuk terdekat kita su'uzon kepada Allah adalah rasa *khawatir*  padahal... Kullu nafsin dzaiqotul maut.. Semoga kita semua kembali dengan cara yang *paling* Allah sukai. Aammiin



Friday, June 5, 2015

Bukan karena makin tuwa makin manjwa

Mungkin Seringkali kita dengar pendapat bahwa orangtua kita semakin tambah usia pasti makin manja dan tingkahnya kembali seperti anak-anak.

Apa itu kebenaran yang sempurna ? Gampang nya kita meng iya kan teori itu. Yang sebenarnya mungkin tidak sebegitunya.

Aku melewati masa-masa dimana ayahku makin tua. Semua organ tubuhnya menurun drastis kualitasnya, krn diabetes nya. Ditambah setumpuk obat2an yg harus dia makan. Logujanya Organnya menurun fungsinya tapi nampung beban kimia obat yg luar biasa. Sebentar2 beliau ribut diare...tapi nggak lama... beliau juga ribut tdk bisa pup dan diam2 minum veg*ta (korban iklan tv saat brg tsb baru keluar).

Selintas memang kayaknya "aduh...akung ini riwil banget sih..makanya jangan sembarang minum veg*ta.. kayak anak kecil aja susah dibilangin dan korban iklan" biasanya kita kesal. Antara kesal adavproses repotnya dan kesal karna kita nggak mau ayah kita kenapa kenapa.

Padahal mungkin saja beliau lakukan krn tidak mau repotkan anaknya. :)

Padahal mungkin saja beliau sampe terkena kondisi diare atau susah pup memang karena organnya yg terus menerus menurun drastis.

Jadi...jangan sesekali kita membentak orangtua kita..jika kita belum pernah melewati masa2 spt yang mereka alami...

Aku tidak pernah melarang dan tidak pernah mengiyakan. Tapi jika ada solusi yg lebih baik aku berikan alternatifnya dan jelaskan konsekuensinya/resikonya atas masing2 pikihan tsb.

Dan sekarang mamah perlahan berada pada situasi demikian. Ini sperti de ja vu. Berulang... dan aku harus kembali menjalani prosesnya...

Proses2 yang tidak akan pernah hilang dr ingatan dan tidak pernah bisa aku ungkapkan.

Ya Allah. Semoga Engkau bermurah hati untuk beri aku waktu lebih banyak berbahagia bersama mamah.