Sunday, July 30, 2017

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN - MATERI 3 TUNTUNAN BERORGANISASI

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MATERI 3 - TUNTUNAN BERORGANISASI
LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MATERI 3 - TUNTUNAN BER-ORGANISASI

ORGANISASI 

Dalam mencapai cita-cita ini ada yang bisa dicapai perorangan, ada yang bias dicapai oleh sekelompok manusia yang merupakan golongan dalam menempuh cita-cita bersama itu. 
Perkumpulan bersama yang mempunyai cita-cita yang sama dialam modern ini disebut “ORGANISASI” suatu perkumpulan atau organisasi didirikan karena terdorong oleh hasrat untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 
Suatu organisasi dapat dakatakan teratur kalau sudah ada keserasian antara semua pengurus, antara pengurus dengan anggota dan adanya rasa tanggung jawab serta pengertian yang mendalam atas organisasi tersebut hingga berjalan secara pararel dengan dasar dan tujuannya. 

Empat unsur yang penting dalam lingkungan perkumpulan ini adalah : 
1. Organisasi (tata cara mengelola perkumpulan) 
2. Administrasi 
3. Management 
4. Leadership/kepemimpinan 

Antara keempat unsure ini sangat berhubungan erat yang satu dengan yang lain sekedar merupakan gambaran hebungan antara keempat unsur ini dapat disimulkan sebagai berikut : 

Proses penyelenggaraan kerja ialahn untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan “ORGANISASI” adalah alat atau wadah yang akan mengantarkan cita-cita tertentu. Dalam mengendalikan organiosasi tidak akan lepas dari kegiatan-kegiatan surat menyurat, mengatur pembukuan dll. Segala masalah yang bersangkutan dengan hal tersebut dinamakan “ADMINISTRASI”. 


TENTANG ORGANISASI

Definisi
1.Organisasi adalah sekelompok orang yang bersatu bekerja untuk suatu tujuan bersama, di bawah kepemimpinan bersama. 
2.Organisasi adalah oaring-orang yang bekerjasama dan dengan demikian mengandung cirri-ciri dari hubungan manusia yang timbul dalam kegiatan kelompok. 
Komunikasi Dalam organisasi, hubungan antara suatu pengurus dengan pengurus lain, anatara pengurus dan anggota, sangat menentukan lancar tidaknya perjalanan organisasi. Dalam hal ini komunikasi adalah sarana yang akan menentukan harmonisnya hubungan antar mereka. Salah satu syarat utama agar komunikasi berjalan baik harus dilandasi dengan rasa saling pengertian antara pemberi dan penerima komunikasi. 

Departementasi
Suatu organisasi memiliki suatu permasalahan dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Dalam hal ini perlu adanya pembagian tugas dalam setiap penanganan setiap pekerjaan. Pembagian tersebut dinamakan departementasi. 
Departementasi sangat penting dalam suatu organisasi sebab departementasi yang dilaksanakan dengan pertimabangan yang matang dapat menghasilkan efesiensi dan efektifitas kerja sebuah organisasi. 
Koordinasi
Koordinasi bertujuan agar double pekerjaan dan kesimpangsiuran antara seseorang dengan orang lain dapat dihindari. Tanpa koordinasi yang baik suatu organisasi akan mengalami keruetan dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan. 
Dalam melaksanakan koordinasi yang baik perlu adanyakomunikasi dan kedisiplinan yang baik pula dan untuk menunjang kearah tersebut, maka dalam perencanaan dan penyususnan aturan kerja unsur koordinasi harusdimasukan didalamnya. 

ADMINISTRASI

Definisi 
Administrasi dalam bahasa Belanda adalah tata usaha, yaitu segala kegiatan yang meliputi tulis menulis, korespondensi, kearsipan dll. 
Segi-segi Administrasi ada tiga macam : 
  • Administrasi dalam arti intitusional adalah merupakan kelompok orang yang menjalankan proses kegiatan ke arah tercapainya suatu tujuan bersama. 
  • Administrasi dalam arti fungsional adalah segala kegiatan yang mendahulukan kearah mencapai suatu tujuan.
  • Administrasi dalam arti proses, adalah segala kegiatan sejak dari perumusan tujuan sampai penyelenggaraan sehingga tercapai suatu tujuan

MANAGEMENT

Definisi
  • Management berasal dari kata “To manage” yang artinya adalah mengemudikan, mengelola, membimbing, mendorong dan mengatur. 
  • Pengertian managemen menurut unsurnya adalah kegiatan dan kecakapan seseorang dalam mengendalikan, menjuruskan serta membimbing suatu organisasi kearah tercapainya tujuan organisasi. 
Sasaran Management
  • Metode kemampuan menggunakan cara bagaimana agar usahanya berhasil dengan baik, ekonomis, praktis dan harmonis dalam mencapai tujuan. 
  • Manusia kemampuan mengendalikan dan menggerakan manusia untuk melaksanakan tugas dalam usaha mencapai tujuan bersama. 
  • Peralatan kemampuan menggunakan alat perlengkapan yang ada. 
  • Biaya kemampuan menggunakan dana yang ada seefesienmungkin dalam usaha mencapai tujuan. 
POAC SEBAGAI POLA MANAGEMENT

pola management dapat dirumuskan dengan singkatan “POAC”. 

Planning (perencana program). 
Planning adalah perencanaan apa yang akan dicapai yang merupakan pedoman untuk mencapai tujuan. Planning merupakan suatu perumusan tentang apa dan bagaimana suatu perumusan pekerjaan yang hendak dilaksanakan. 

2.Organizing (Pengorganisasian). 
Yang dimaksud dengan organizing adalah peraturan setelah adanya rencana yang didalamnya meliputi : 
a.Pembagian tugas pekerjaan 
b.Macam atau jenis dan system pekerjaan. 
c.Menetukan siapa yang akan mengerakan pekerjaan. 
d.Alat-alat yang dibutuhkan 
3.Accuiting (penggerakan). 
Yang dimaksud dengan ‘actuating’ adalah suatu penggerak setelah adanya rencana yang diatur (diorganizir) agar seorang yang diberi beban itu mempunyai rasa tanggung jawab, sehingga timbul keamanan untuk mengerjakan dengan penuh keinsyafan

4.Controlling (pengawasan)
Walaupun rencana sudah diatur dan digerakan, hal ini belum dianggap cukup, sebab untuk memperoleh hasil karya yang baik, masih membutuhkan pengawasan dari pihak manager. 
Adanya pengontrolan yang sangat penting dari organisasi, karena segala kekurangan dapat diarahkan dan dievaluasi. Dan yang lebih penting lagi dengan adanya pengontrolan itu kelancaran organisasi akan tetap terjamin. 


LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN - Materi 2 ADMINISTRASI DAN SEKRETARIAT

LDK MATERI 2 ; ADMINISTRASI DAN SEKRETARIAT
LATIHAN DSAR KEPEMIMPINAN MATERI 2

PENDAHULUAN 

• Setiap organisasi (apapun bentuknya ) pasti mempunyai rumusan tujuan yang ingin dicapai.

• Organisasi yang mempunyai rumusan tujuan yang jelas akan mendapatkan kesulitan kearah mana organisasi iti akan dibawa. Perumusan tujuan organisasi yang jelas akan memudahkan organisasi dalam menentukan kebijakan organisasi. 
• Melalui tujuan tersebut, sebuah organisasi mendapat gambaran kearah mana orgaisasi tersebut akan dibawa, mendapatkan landasan bagi organisasi, memudahkan menentukan macamnya tugas, dan akan mudah menentukan PRODUR KISS ME (program, prosedur, koordinasi, integrasi, simplikasi,sinkronisasi dan mekanisme ). 
• Perumusan tujuan meski menjadi syarat mutlak bagi organisasi, tetapi bukanlah merupakan satu-satunya syarat. Rumusan tujuan perlu ditopang oleh syarat-syarat lain yang tidak kalah pentingnya diantaranya (anggota), kelompok, kerja sama, dan perangkat lainnya seperti kesektariatan dan administrasi. 
• Diantara sederetan piranti organisasi yang akan penulis uraikan lebih panjang adalah Kesektariatan dan administrasi.kedua piranti organisasi tersebut penulis uraikan karena penulis berpendapat bahwa kegiatan kesektariatan dan administrasi mempunyai peran yang signifikan dalam kegiatan organisasi.

ADMINISTRASI

• Seperti telah diuraikan diatas bahwa sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang telah menetapkan rumusan organisasi yang jelas. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi sudah barang tentu akan melakukan segala usaha/ kegiatan organisasi, dari mulai merencanakan tujuan sampai dengan kegiatan evaluasi kegiatan.usaha/kegiatan tersebut disebut dengan administrasi. 
• Secara umum, administrasi adalah usaha atau kegiatan sekelompok orang yang bekerja secara teratur untuk mencapaisuatu tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.usaha-usaha atau kegiatan yang dimaksud meliputi semua kegiatanyang lazim dilakukan oleh organisasi, seperti penetapan rencana program, pengorganisasian, penajaman dan penyelenggaraan program, kegiatan pengawasan, kegiatan evaluasi, kegiatan pembuatan pelaporan, dan lain-lain. 
• Sedangkan secara sempit administrasi diartikan sebagai kegiatan tata usaha, clerical work, (kegitan catat mencatat/tulis –menulis ) atau sectretrial work (pekerjaan sekertaris), yaitu keseluruhan kegiatan mencatat segala kejadian bagi pimpinan suatu organisasi. 
• Keseluruhan rumusan pengertian administrasi secara sempit tersebut disebut juga kesektariatan. 
• Dari batasan-batasan di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa pengetian administrasi meliputi hal-hal sebagai berikut. 
– Rangkaian kegiatan/ perbuatan, termasuk kegiatan kesekretaritan; 
– Adanya kelompok orang; 
– Adanya kerjasama; 
– Adanya unsur-unsur untuk mencapai tujuan; 

SEKRETARIAT

Kesekretariatan disebut juga kegiatan tata usaha. Seperti telah disinggung diatas, bahwa tata usaha merupakan bagian pengertian sempit administrasi dan merupakan bagian yang cukup menunjang tercapainya tujuan administrasi. Dengan kata lain, kegiatan tata usaha atau keskretariatan merupakan suatu bagian dari kegiatan administrasi. 
• Tulis menulis (rencana program, strategi pelaksanaan program, sampai evaluasi ). 
• Surat menyurat; 
• Kegiatan kearsipan dan agenda; 
• Pemilikan dan pemeliharaan buku induk organisasi; 
• pengiriman dan penerimaan surat; dan 
• data-data lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tilis menulis 
Dari uraian diatas dapat menyimpulkan bahwa Tata Usaha adalah menghimpun keterangan-keterangan tertulis yang dapat digunakan untuk menunjang kelancaran kegiatan administrasi. 
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sipat Tata Usaha adalah sebagai “pelayanan terhadap kegiatan pokok administrasi”. 

KESIMPULAN MATERI 2

• Administrasi dan kesekretariatan bukan merupan bagian disiplin ilmu eksakta. Ini berarti bahwa teori tentang kedua topik tersebut adalah terus mengalami perubahan, pergeseran dan penambahan-penambahan sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi. 
• Perkembangan kebutuhan organisasi tidak terlepas dari usaha untuk lebih memperbaiki citra organisasi tersebut. Oleh karena itu inisiatif-iniSiatif dengan ide-ide cerdas menjadi sangat penting, termasuk ide-ide dalam bidang administrasi dan kesekretariatan sebagai piranti penting dalam menjalankan roda organisasi. 


LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN - MATERI 1 TENTANG KEPEMIMPINAN

Latihan Dasar Kepemimpinan Materi-1


LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN - MATERI 1

KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan merupakan suatu kiat atau kewibawaan yan mampu menggerakan orang lain, baik secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan organisasi.

MATERI - 1

KEPEMIMPINAN
• Meliputi berbagai Dimensi [Deal dengan berbagai karakter dan mekanisme kerja melalui pendekatan personal]
• Berfungsi sebagai motor penggerak dan motivator dalam sebuah organisasi
• Yang diharapkan menciptakan dinamika sebuah organisasi ke arah perbaikan demi mencapai tujuan bersama

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN
• Yang diharapkan : 
• Meningkatkan dan memantapkan mutu kepemimpinan
• Meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran politik sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab
• Meningkatkan dan mengembangkan serta memperluas wawasan dalam melaksanakan tugas - tugas kepemimpinan.
• Memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik.
• Mendorong, membimbing serta mengarahkan potensi kepemimpinan.
• Menumbuhkan, meningkatkan dan memantapkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga Negara khususnya generasi muda penerus perjuangan bangsa.
• Memberikan tuntunan dan meningkatkan pola piker, sikap dan perilaku, kepribadian, budi pekerti, sopan santun dan disiplin.

TEMA DAN MATERI
• Tema : “Membentuk Kader-kader Pemimpin yang Berkualitas, Berkompeten, Bertanggung jawab dan Penuh Dedikasi dalam memberikan keperduliannya terhadap dunia Pendidikan”.
• Materi :
• Program Teori : materi yang menunjang usaha penanaman kesadaran berbangsa dan bernegara dalam usaha meningkatkan kemampuan dibidang Kepemimpinan.
• Program Aplikai : Program yang merupakan aplikasi dari Program Teori yang dibuatkan simulasinya / Diskusi Kelompok dalam memancing sikap dasar kepemimpinan tersembunyi sehingga terasah dan dapat mengukur bahwa teori yang sudah diberikan terekam dengan baik.

TYPOLOGI KEPEMIMPINAN
• Pengertian Kepemimpinan (Leadership) : Kepemimpinan atau Leadership berasal dari kata dasar “pimpin” yang artinya bimbing atau tuntun, atau dalam kata kerja “memimpin” yaitu membimbing atau menuntun. 
• Sedangkan kepemimpinan (menunjukkan kata sifat) adalah perilaku seseorang yang dibentuk oleh gabungan karakter positif seorang pemimpin. 
• Ada sifat-sifat yang melekat dan karenanya ia lebih bersifat Universal sebab didalamnya menyangkut parameter nilai (standar value). 

DETERMINASI
• Determinasi kepemimpinan menurut Kartini Kartono mliputi 3 faktor, yaitu 
(1)  faktor orang/pribadi 
(2) faktor posisi 
(3) factor situasi. 
• Jadi pemimpin adalah orang yang memiliki kelebihan sehingga dia mempunyai  kekuasaan dan kewibawaan untuk menggerakkan, mengerahkan, dan membimbing awahan. 
• Dalam pengertian lebih luas Pemimpin adala h seseorang yang memimpin dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menunjukkan, mengorganisir dan mengontrol usaha orang lain atau melalui prestise kekuasaan. 
• Menurut Paul Mersey dan Kenenth M. Blanchard, 1982 :  Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam usaha mencapai tujuan dalam situasi tertentu. 

DOMINAN KEPEMIMPINAN
• Dari berbagai pendapat pada dasarnya Kepemimpinan mempunyai dua hal yang dominan, yaitu mempengaruhi dan saling pengaruh. 
• Mempengaruhi mengandung kesan searah sedangkan saling pengaruh mengandung makna timbal balik. 
• Karena berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar  bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. 
• Sedangkan bagaimana pemimpin mempengaruhi bawahan/anggota bisa bermacam-macam, antara lain dengan memberikan gambaran masa depan yang lebih baik, memberi perintah, memberi imbalan, melimpahkan wewenang, memberi penghargaan, memberi kedudukan, membujuk, mengajak, memberi kesempatan berperan, memberi motivasi, memberikan arah, mendorong kemajuan, menciptakan perubahan, memberikan ancaman, hukuman dll. 

PENDEKATAN BAKAT
• Teori ini memandang bahwa pemimpin dianugerahi bakat untuk yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan menurut Ordway Tead : “Seseorang Pemimpin harus memiliki sepuluh syarat yang berkenan dengan”: 
1. Kekuatan fisik dan susunan syaraf 
2. Penghayatan terhadap arah dan tujuan 
3. Antusiasme 
4. Integritas 
5. Keahlian teknis 
6. Kemampuan memutuskan 
7. Keramah tamahan 
8. Intelegensia 
9. Keterampilan mengajar 
10. Kepercayaan 

PENDEKATAN SITUASIONAL
• Teori ini berkeyakinan, bahwa situasi tertentulah yang melahirkan pemimpin. 
• Menurut Murphy : 1941, bahwa pemimpin dilahirkan oleh situasi darurat atau gawat. Dalam situasi demikian muncul seorang yang mempunyai kemampuan membaca situasi dan berhasil mengatasinya maka lahirlah seorang pemimpin. 

PENDEKATAN BAKAT DAN SITUASIONAL
• Pendekatan bakat gagal menemukan perangkat bakat yang menjamin keberhasilan pemimpin. 
• Sebaliknya pendekatan situasional terlalu meremehkan bakat walaupun hasil penelitian menunjukkan adanya bakat dan keber hasilan memimpin. 
• Oleh karena itu para teoritisi berpendapat bahwa pemimpin adalah suatu proses yang melibatkan pemimpin, anak buah dan situasi. 

AZAS KEPEMIMPINAN
• Sikap dasar dan Prinsip bagi seorang pemimpin adalah : 
– Konsisten dan Konsekwen dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila. 
– Mengayomi, suka memberi perlindungan atau memberi teguh sehingga pengikutnya selalu merasa aman dan tentram dalam perlindungannya. 
• Disamping sikap dasar diatas, para pemimpin organisasi perlu mengembangkan sifat-sifat tertentu, yaitu : 
– Adil 
– Arif bijaksana 
– Penuh prakarsa/inisiatf 
– Percaya diri 
– Penuh daya pikat 
– Ulet 
– Mudah mengambil keputusan 
– Jujur 
– Berani mawas diri 
– Komunikatif 

11 AZAS NORMA KEPEMIMPINAN
• Karena latar belakang budaya, agama dan heterogenitas masyarakat in donesia yang khas, secara operasional kepemimpinan organisasi di Indonesia harus berpegang pada 11 azas kepemimpinan sebagai norma, yaitu : 
1. Taqwa; percaya pada Tuhan Yang Maha Esa 
2. Ing Ngarso Sung Tulodo ; didepan memberi teladan, Ing Madya Mangun Karso ; ditengah membangun kemampuan, tekad dan prakarsa. 
3. Tutwuri Handayani ; dibelakang memberi dorongan, penggerak, pengarah. 
4. Waspada Urwowiseso ; senantiasa waspada, sanggup mengawasi dan berani 
5. memberikan koreksi. 
6. Ambeg Paramarta ; harus mampu menentukan segala sesuatu dengan tepat dan menentukan prioritas. 
7. Prasojo ; senan tiasa bersahaja, sederhana dan tidak berlebihan. 
8. Setyo ; selalu setia, loyal terhadap organisasi. 
9. Geminastiti ; hemat dan cermat. 
10. Beloka ; jujur, terbuka dan berani bertanggung jawab
11. Legowe ; ikhlas, bersedia dan rela. 

TEKNIK KEPEMIMPINAN
• Teknik pematangan / penyiapan pengikut 
– Teknik penerangan (memberikan keterangan yang jelas faktual untuk meyakinkan kepada pengikut sesuai dengan kemauan pemimpin).
– Teknik propaganda berusaha memaksakan kehendak atau keinginan pemimpin yang kadang-kadang bagi pengikut tidak ada pilihan lain. 
• Teknik Human Relations 
• Teknik ini merupakan proses pemberian dorongan agar orang mau bergerak, yang dapat dijadikan motif, yaitu pemenuhan physis dan kebutuhan psikologis. 
• Teknik menjadi tauladan 
• Teknik pemberian contoh yang mewujudkan dalam dua aspek, yaitu aspek negatif dalam bentuk larangan dan aspek positif dalam bentuk anjuran atau keharusan. 
• Teknik persuasi ( mengajak dengan lunak). 
• Teknik pemberian perintah 
• Teknik menyuruh orang yang diberi peritah dengan ketentuan power dan kekuasaan. 
• Teknik penggunaan system komunikasi yang cocok. Teknik ini harus mempertimbangkan kondisi penerimaan informasi ( yang diajak komunikasi ). 
• Teknik penyedian Fasilitas-fasilitas 
• Kepada sekelompok orang yang sudah siap untuk mengikuti ajakan sipemimpin, maka orang-orang itu harus diberi fasilitas, atau kemudahan-kemudahan. 

FUNGSI KEPEMIMPINAN
• Fungsi kepemimpinan organisasi sebagai salah satu fungsi management, kepemimpinan menjadi, mencakup beberapa tugas, dan kewajiban organisasi diantaranya : 
– Pengambilan keputusan 
Pengambilan keputusan dalam rangka menjalankan kekuasaan organisasi. (Chester Barrnat ) 
– Motivasi 
Motivasi diperlukan untuk kebutuhan psikologis, keamanan, kebutuhan social, prestise, mempertinggi kemampuan (Abraham Maslow ).
– Visi 
“ Tragedi terbesar dalam diri seorang manusia adalah bila menjadi penglihatan tetapi tidak mempunyai visi

TYPOLOGI KEPEMIMPINAN UMUM
Yang dimaksud dengan tipologi kepemimpinan dalah bagaimana pemimpin menjalankan tugasnya, misalnya gaya apa yang digunakan dalam merencanakan, merumuskan, menyampaikan perintah, atau ajakan kepada yang diperintah. 
Penggolongan gaya kepemimpinan : 
• Gaya Kepemimpinan Otokratis ( terpusat pada pemimpin/direktif ) 
• Gaya ini ditandai dengan banyaknya petunjuk yang dating dari pemimpin (penonjolan pada pemberian perintah ). 
• Gaya Kepemimpinan Birokratis , Ditandai dengan keketatan pelaksanaan prosedur yang berlaku pada pemimpin dan anak buahnya atua memimpin berdasarkan peraturan. 
• Gaya Kepemimpinan Demokratis. Gaya ini terpusat pada anak buah, kepemimpinan dengan kesederajatan, kepemimpinan konsultatif atau parsitipatif (terjadi komunikasi dua arah ) dan keputusan diambil secara bersama. 
• Gaya Kepemimpinan Bebas, Pemimpin melimpahkan sepenuhnya kepada anak buahnya dalam menentukan tujuan serta cara dipilih untuk mencapai tujuan itu. Peranan pemimpin hanyalah menyediakan keterangan dan hubungan dengan pihak luar. 

TYPOLOGI KEPEMIMPINAN REFORMASI
• Era reformasi diwarnai dengan perubahan-perubahan menuju kearah perbaikan. Untuk menyikapi terhadap tuntutan perubahan (reformasi ), maka seorang pemimpin organisasi harus memiliki dasar-dasar kesiapan sebagai berikut : 
– Siap beradaftasi ( menghargai dan menerima masyarakat yang sudah berubah ). 
– Fleksibelitas dan beritereaksi dengan orang-orang yang berbeda asal negara, budaya dll. 
– Berfikir positif bila menemui hal agak ganjil yang terjadi disekitarnya. 
– Berintergrasi dengan anggota organisasi, mempunyai rasa memiliki, berintegrasi diantara disiplin ilmu. 
– Mengenali, memahami secara proaktif terjun didalam kegiatan-kegiatan yang bersipat tradisional. 

KESIMPULAN MATERI 1 
• Dengan memperhatikan definisi dan deskripsi yang ada maka pada umumnya kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan kesanggupan menggerakan orang-orang untuk bekerja dan mengarahkannya pada tujuan yang telah ditetapkan. 
• Pemimpin dan kepemimpinannya perlu menumbuhkan sifat dasar dan sifat-sifat tertentu yang sesuai dengan keadaan/kondisi Indonesia yang sedang membangun sesuai dengan tujuan dan cita-cita nasional. 
• Para pemimpin organisasi diera reformasi dihadapkankepada multi tantangan akibat kesalahan-kesalahan masa lalu. Untuk para pemimpin organisasi sekarang dituntut memiliki moralitas, integritas kepemimpinan professional kompetitif dan daya saing tinggi

Thursday, July 27, 2017

RAGAM KLUB DAN DUTA DI SDN Tangerang 15

Ada apa saja di LIbelta ? SDN Tangerang 15
RAGAM DUTA, KLUB, DAN KELOMPOK SATUAN TUGAS - SISWA DI SDN TANGERANG 15 

1. PRAMUKA
Siswa-siswi SDN Tangerang 15 diwajibkan ikut pendidikan dan pelatihan pramuka sejak kelas 4 sampai dengan kelas 6, kegiatan ini dikelola langsung oleh Sekolah, dengan Guru Pembina Khusus dari Kwarcab.
Informasi lebih lanjut hubungi Kak Ilham pembina Pramuka disekolah

2. PENCAK SILAT
Siswa-siswi SDN Tangerang 15 diwajibkan ikut pendidikan dan pelatihan Pencak Silat sejak kelas 4 sampai dengan kelas 6, kegiatan ini dikelola langsung oleh Sekolah, dengan Guru Pembina Khusus disediakan oleh Sekolah.
Informasi lebih lanjut Hubungi Kakak Andreas pelatih Pencak Silat disekolah 

3. MARAWIS
Siswa-siswi SDN Tangerang 15 diperkenankan ikut pelatihan Marawis sejak kelas 4 sampai dengan kelas 6, kegiatan ini dikelola langsung oleh Sekolah, dengan Guru Pembina Khusus disediakan oleh Sekolah. 
Informasi lebih lanjut Silahkan Menghubungi Bapak Yana Guru TIK disekolah 

4. DOKTER CILIK
Siswa-siswi SDN Tangerang 15 diperkenankan ikut dalam program sebagai Dokter Cilik yang dipilih dari perwakilan kelas sejak kelas 4 sampai dengan kelas 6, kegiatan ini dikelola langsung oleh Sekolah, dengan Guru dengan didampingi oleh Komite Sekolah serta pembinaan dari lembaga kesehatan terkait.
Informasi Lebih lanjut silahkan menghungi Ibu Sri Guru Olah Raga di Sekolah

5. POLISI CILIK
Siswa-siswi SDN Tangerang 15 diperkenankan ikut dalam seleksi program Polisi Cilik Di kepolisian Setempat, dan SDN Tangerang 15 sudah ada 10 Peserta ang lolos seleksi dari Polrestro Tangerang, kegiatan ini dikelola langsung oleh Kepolisian Restor Metro Tangerang, dengan diketahui atau kordinasi pihak sekolah dan didampingi secara penuh oleh Orangtua dan Komite Sekolah.
Info Lebih Lanjut hubungi Kordinator dari Komite Sekolah : Mama Donna (ibunda dari Donna siswi kelas VIA tahun ajaran 2017/2018 dengan Nomor Telefon : 0813-8339-9138

6. DUTA ADIWIYATA
Duta Adiwiyata, perwakilan siswa perkelas (8 orang perkelas) mulai dari Kelas 1 sampai dengan 6 yang dipilih untuk mendapatkan Pendidikan intensif mengenai Mencintai lingkungan, Program kerjanya adalah untuk membantu propaganda kegiatan dan budaya Mencintai dan memelihara lingkungan serta melakukan gerakan aktivitas cinta Lingkungan di sekolah dan di lingkungan sekitar sekolah.
Aktivitas selain itu, akan menjadi duta yang mewakili sekolah dalam hal lingkungan untuk melakukan kunjungan-kunjungan kepada pihak kelembagaan eksternal sekolah.
Info Lebih Lanjut hubungi Kordinator dari Komite Sekolah : Mama Rizky (ibunda dari Rizky Ramadhan kelas VIB tahun ajaran 2016/2017 – Alumni  dengan Nomor Telefon : 0856-1121-391)

7. DUTA BNN – SATUAN TUGAS ANTI NARKOBA LIBELTA
Duta BNN – SGAN Libelta, perwakilan siswa perkelas (4 orang perkelas) mulai dari kelas 3 s/d 6 yang dipilih untuk mendapatkan Pendidikan intensif mengenai PERANG TERHADAP NARKOBA, Program kerjanya adalah untuk membantu propaganda kegiatan Perang terhadap Narkoba di sekolah dan di lingkungan sekitar sekolah, serta propaganda masyarakat luas, dan melakukan penjagaan ketat terhadap bahaya Narkoba di lingkungan sekolah.
Aktivitas selain itu, akan menjadi duta yang mewakili sekolah dalam hal kegiatan Anti Narkoba untuk melakukan kunjungan-kunjungan kepada pihak kelembagaan eksternal sekolah, dan Kampanye secara umum.
Info Lebih Lanjut hubungi Kordinator dari Komite Sekolah : Mama Nadia  (ibunda dari Nadia dengan Nomor Telefon : 0857-1877-8594)

8. DUTA JURNALIS
Duta Jurnalis, perwakilan siswa perkelas (4 orang perkelas) mulai dari kelas 4 s/d 6 yang dipilih untuk mendapatkan Pendidikan intensif mengenai Jurnalisme, Program kerjanya adalah untuk membantu pengelolaan seluruh aktivitas daya kreasi siswa dan melakukan rekam jejak aktivitas Sekolah serta akan menjadi duta yang mewakili sekolah dalam hal kegiatan Jurnalisme untuk melakukan kunjungan-kunjungan kepada pihak kelembagaan eksternal sekolah, dan Kampanye Jurnalisme, Wartawan Sekolah secara umum.
Info Lebih Lanjut hubungi Kordinator dari Komite Sekolah : Mama Sienna (ibunda Ibnu Alfisienna dari kelas VIA tahun ajaran 2016/2017 – Alumni  dengan Nomor Telefon : 0857-7895-1037)

9. DUTA SENI
Duta Seni, perwakilan siswa perkelas (4 orang perkelas) mulai dari kelas 3 s/d 6 yang dipilih untuk menyalurkan Bakat dan minat serta mendapatkan pelatihan intensif mengenai beragam kreasi seni, Program kerjanya adalah untuk menampilkan kemampuan bakat seni sebagai propaganda Budaya Republik Indonesia kepada Masyarakat pendidikan dan masyarakat umum.
Info Lebih Lanjut hubungi Kordinator dari Komite Sekolah : Mama Donna (ibunda dari Donna siswi kelas VIA tahun ajaran 2017/2018 dengan Nomor Telefon : 0813-8339-9138)

10. LIBELTA CYBER PATROL
Libelta Cyber Patrol, adalah Perwakilan Siswa perkelas (bisa sebanyak-banyaknya) untuk menjadi Petugas Patroli di dunia Internet / Media Sosial, dengan pembekalan intensif mengenai Bahaya Internet, Aplikasi Sanksi Hukum terkait dan menggunakan Internet Secara Positif. Program Kerja setelah pendidikan akan melakukan penjagaan dari semua lini media di internet, baik yang digunakan oleh Siswa – Siswi SDN Tangerang 15 serta aplikasi terhadap masyarakat umum terhadap SDN Tangerang 15, dan melakukan kordinasi dengan pembina untuk ditindaklanjutkan segera.
Info Lebih Lanjut hubungi Kordinator dari Komite Sekolah : Mama Azriel (ibunda dari Muhammad Azriel Hanafi Aldiru siswa kelas VIB tahun ajaran 2017/2018 dengan Nomor Telefon : 089.628.628.925)

11. TIM JUMANTIK
Tim Jumantik, adalah tim kerja Juru Pemantau Jentik, yang akan mendapatkan pendidikan Khusus tentang bagaimana memantau Jentik Demam Berdarah disekolah, bertugas melakukan aktivitas pemeriksaan Jenitk disekolah, dan melakukan propaganda menjaga Lingkungan sekolah untuk Bebas DBD. Tim Ini dikelola langsung oleh Pihak Sekolah. Dan Sleuruh Elemen Masyarakat Sekolah diberdayakan.
Informasi lebih lanjut hubungi Bapak/Ibu Guru disekolah

12. KLUB MEMBACA (Book Lovers – Klub Pencinta Buku)
Klub membaca adalah klub bebas, dengan pembinaan dari Orangtua dan komite sekolah, dibantu dengan beberapa perwakilan Siswa kelas yang dipilih, untuk mengelola tim klub membaca. Peserta pada setiap Event terbuka dan bebas boleh siapa saja, mulai dari Kelas 1 s/d 6 dan bisa secara insidental, aktivitasnya adalah : Membaca Dongeng (Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris), Bazar Buku, Kunjungan ke Perpustakaan dan lainnya.
Info Lebih Lanjut hubungi Kordinator dari Komite Sekolah : Mama Sidik (ibunda dari Muhammad Shidiq Permana siswa kelas VIC tahun ajaran 2017/2018 dengan Nomor Telefon : 0813-1677-3908)

13. LIBELTA SQUADS
Libelta Squads, adalah Pasukan Penggagas, Pelaksana, Penyelenggara yang akan dibentuk secara insidental pada kegiatan event-event besar seperti pagelaran seni, pertunjukan Musisi dan Artis sertah Tokoh Publik, dan ini terdiri dari Seluruh elemen Masyarakat Sekolah termasuk alumni SDN Tangerang 15
Informasi tentang Libelta Squads akan disosialisasikan 2 bulan sebelum perhelatan dilaksanakan.

14. Selain itu ada Klub Futsal, Renang dan lainnya, silahkan menghubungi Ibu Unzilla Aulia Milada 

Tentang Sekolah Adiwiyata dan SDN Tangerang 15



Tentang Sekolah Adiwiyata  

Beberapa tulisan dari Bagian Paragraf ini diambil dari berbagi Sumber agar tidak menyalahi aturan dan definisi sesungguhnya, yaitu dari :


Pada tahun 2005 dan 2010 Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, melakukan pembaharuan terhadap kesepakatan 1996, Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata. Program ini awalnya dilaksanakan di 10 sekolah di Pulau Jawa sebagai sekolah model dengan melibatkan perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup.

Sejak tahun 2006 sampai 2011 yang ikut partisipasi dalam program Adiwiyata baru mencapai 1.351 sekolah dari 251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia, diantaranya yang mendapat Adiwiyata mandiri : 56 sekolah, Adiwiyata: 113 sekolah, calon Adiwiyata 103 sekolah, atau total yang mendapat penghargaan Adiwiyata mencapai 272 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia. Dari keadaan tersebut di atas, sebarannya sebagaian besar di pulau Jawa, Bali dan ibu kota propinsi lainnya, jumlah/ kuantitas masih sedikit, hal ini dikarenakan pedoman Adiwiyata yang ada saat ini masih sulit diimplementasikan.

Dilain pihak Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata, belum dapat menjawab kendala yang dihadapi daerah, khususnya bagi sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata. Hal tersebut terutama kendala dalam penyiapan dokumentasi terkait kebijakan dan pengembangan kurikulum serta, sistem evaluasi dokumen dan penilaian fisik . Dari kendala tersebut diatas, maka dianggap perlu untuk dilakukan penyempurnaan Buku Panduan Pelaksanaan Program Adiwiyata 2012 dan sistem pemberian penghargaan yang tetap merujuk pada kebijakankebijakan yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendikbud. Oleh karenanya diharapkan sekolah yang berminat mengikuti program Adiwiyata tidak merasa terbebani, karena sudah menjadi kewajiban pihak sekolah memenuhi Standar Pendidikan Nasional sebagaimana dilengkapi dan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 tahun 2005, yang dijabarkan dalam 8 standar pengelolaan pendidikan.

Dengan melaksanakan program Adiwiyata akan menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah.

Pengertian dan tujuan Adiwiyata

ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan. Tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan

Prinsip‐prinsip Dasar Program Adiwiyata

Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini;
Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif

Komponen Adiwiyata :

Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;
  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan


Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata

  1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
  2. meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.
  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
  4. Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.


Lebih lanjut lagi dari pemahaman global....., 

Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Tujuan program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan utama program Adiwiyata adalah mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.

Secara konsep kelompok didorong untuk mampu melahirkan visi bersama dengan memahami :
  1. apa yang menjadi makna (Definisi), 
  2. menemukan dan mengapresiasi apa yang telah ada dan tentunya itu terbaik (Discovery), 
  3. menemukan apa yang semestinya ada (Dream), 
  4. menstrukturkan apa yang ada (Design) dan 
  5. merawatnya hingga menjadi ada (Destiny), 

sehingga hasilnya akan melampaui dari apa yang dinginkan dan sangat sinergi dengan konteks realitas yang ada dalam kehidupan sekolah.

Manfaat Pengembangan Sekolah Adiwiyata 

  • Merubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan.
  • Terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah 
  • Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan sumber daya dan energi.
  • Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah.
  • Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah.
  • Dapat menghindari berbagai Resiko Dampak Lingkungan di wilayah sekolah.
  • Menjadi tempat pembelajaran bagi siswa tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar.
  • Mendapat penghargaan sekolah Adiwiyata Tingkat Kota, Propinsi, Nasional dan Mandiri


Pengembangan Kebijakan di lingkungan sekolah 

1.Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:

  • Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
  • Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
  • Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dannon-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
  • Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
  • Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
  • Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.

2.Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu local).

Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:

  • Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
  • Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
  • Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
  • Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.


3.Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.

Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:

  • Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidupberbasis patisipatif di sekolah.
  • Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
  • Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.


4.Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah

Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup. Lingkungan Sekolah yang kondusif sangat diperlukan agar tercipta proses pembelajaran yang bermutu. Pemberian pengetahuan dan pembentukan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat dirasa sangat efektif ketika dilakukan pada siswa  sejak dini. Diharapkan ketikaberada di luar lingkungan sekolah, mampu menerapkan hidup bersih dan sehat seperti saat di sekolahnya.

Sekolah yang berbudaya lingkungan sebagai salah satu wadah peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa memiliki peran penting dalam menyumbang perubahan yang terjadi dalam keluarga. Bagaimana menghargai air bersih, memahami pentingnya penghijauan, memanfaatkan fasilitas sanitasi secara tepat serta mengelola sampah menjadi pupuk tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebagai komponen terkecil dalam masyarakat perubahan yang terjadi dalam keluarga akan memberi pengaruh pada masyarakatnya.

Pengolahan lingkungan sekolah dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam pengelolaan air, sampah, energi dan halaman yang ada disekitar sekolah.

a)Pengelolaan Air di Sekolah

Ketersediaan air bersih disekolah sangat diperlukan dalam jumlah yang relatif banyak. Hal ini mengingat jumlah warga sekolah yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan dapat mencapai ratusan orang. Sehinga kebutuhan air bersih akan lebih banyak lagi. Jenis kebutuhan air disekolah adalah untuk minum, membersihkan lantai, membersihkan WC, mencuci peralatan laboratorium dan menyiram tanaman.

Sumber air bersih yang digunakan bagi pemenuhan kebutuhan warga sekolah dapat berasal dari air PDAM, sumur gali, sumur pompa, atau sumber mata air, yang dialirkan bagi sekolah-sekolah yang terletak di pegunungan. Untuk mengurangi keterbatasan air bersih disekolah, dapat dilakukan dengan upaya penghematan melalui penentuan prioritas. Misalnya, air bersih hanya digunakan untuk minum dan mengisi bak mandi, sedangkan untuk keperluan lainnya seperti membersihkan WC, membersihkan lantai dan menyiram tanaman gunakanlah air yang berasal dari bak-bak penampungan air hujan.

Selain itu untuk menciptakan suatu kondisi sekolah yang sehat, sekolah harus memenuhi kriteria, antara lain kebersihan dan ventilasi ruangan, kebersihan kantin, WC, kamar mandi, tempat cuci tangan, melaksanakan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, bimbingan konseling dan manajemen peran serta masyarakat.

Karena itu sekolah perlu menyediakan bak-bak penampungan air hujan, baik berupa kolam maupun sumur-sumur resapan. Sumber air yang mengisi kolam maupun sumur resapan sebaiknya berasal dari air hujan yang jatuh dari atap bangunan sekolah atau dari air bekas wudhu dan cuci tangan. Kemudian dialirkan melalui saluran pipa-pipa yang menuju kolam maupun sumur resapan, sehingga airnya masih bersih belum bercampur lumpur. Sekolah-sekolah yang berada di negara-negara maju umumnya sudah memiliki teknologi pengelolaan air limbah. Sehingga air bersih yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sekolah tidak berasal dari sumbernya, akan tetapi menggunakan kembali air yang sudah dipakai melalui teknologi air limbah.

Teknologi pengolahan air limbah yang digunakan tentu sangat mahal harganya. Negara kita belum mampu memenuhi hal itu, apalagi diadakan disekolah-sekolah yang jumlahnya sangat banyak. Ada carayang lebih efisien untuk mengatasi keterbatasan air bersih disekolah yang dapat dilakukan oleh warga sekolah. Cara tersebut adalah dengan melakukan penghematan air saat pamakaian dan selalu menutup kran air apabila terlihat terbuka sehingga air tidak terbuang percuma.

b)Pengelolaan Sampah di Sekolah

Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti cara-cara yang baik dan benar. Apa pentingnya pengelolaan sampah disekolah ? Pada prinsipnya semakin sedikit dan semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan semakin mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit. Tahapan-tahapan pengelolaan sampah disekolah adalah :

Pencegahan dan pengurangan sampah dari sumbernya. Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap kawasan sekolah.

Pemanfaatan kembali sampah terdiri atas :
  • Pemanfaatan sampah organik, seperti komposting (pengomposan) sampah yang mudah membusuk dapat diubah manjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dengan melakukan kegiatan composting sampah organik yang komposisinya mencapai 70 % dapat direduksi hingga mencapai 25 %.
  • Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Sedangakan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastic, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.
  • Tempat pembuangan sampah akhir. Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan komposting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai+10 % harus dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) disekolah..


c)Pengelolaan Energi di Sekolah

Penggunaan energi di sekolah sangat penting agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Penggunaan energi disekolah biasanya untuk menerangi ruangan-ruangan, menyalakan barang-barang eletronik seperti komputer dan media pembelajaran, mengalirkan pompa air dll. Terhadap fasilitas umum seperti sekolah, hendaknya kita bersama-sama bertanggung jawab untuk memelihara dan menghemat pada saat pemakaiannya. Banyak cara yang dapat kalian lakukan dalam rangka pengelolaan energi disekolah, misalnya melalui penggunaan cahaya matahari untuk menerangi ruangan-ruangan belajar dikelas, perpustakaan, laboratorium, dll. Menghemat pemakaian air karena dialirkan menggunakan listrik, mematikan lampu-lampu yang masih menyala saat siang hari. Mematikan alat-alat elektronik seperti komputer dan televise saat sedang tidak digunakan.     

d)Pengelolaan Halaman Sekolah

Sekolah sebagai tempat belajar perlu memiliki lingkungan yang bersih dan sehat agar tercipta suasana belajar yang nyaman. Kita bisa membayangkan apabila sekolah kita kotor dan tidak sehat, tentu sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Pastikan ruangan kelas kalian bersih dari sampah, debu dan bau yang tidak sedap. Bahkan kalian bias menambahkannya dengan wangi-wangian dan tanaman hidup dalam pot. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat tidak hanya di dalam kelas tetapi juga diluar kelas, seperti di halaman. Halaman sekolah selain di tata keindahannya, juga perlu memperhatikan persyaratan kesehatan. Halaman sekolah yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi semua warga sekolah.

SDN Tangerang 15 berupaya terus secara berkesinambungan melakukan hampir seluruh implementasi Program Adiwiyata ini, dan tentunya sangat memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat sekolah. Terutama Para orangtua dan Kantin untuk melakukan pemeliharaan sekolah dan penjagaan sekolah untuk tetap bersih dan sehat, nyaman dan asri sesuai dengan koridor tersebutkan diatas.

SDN Tangerang 15 yang aku kenal sampai saat ini (2017).


SDN Tangerang 15 yang aku kenal sampai saat ini (2017).

SDN Tangerang 15 adalah Sekolah Dasar Negeri yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 20, Kec. Tangerang, Tangerang – Banten. Memiliki 18 (delapan belas kelas) dengan masing-masing tingkat terdiri dari 3 kelas (a, b dan c) dan dengan siswa per kelas rata-rata 35 s/d 40 Siswa. SDN Tangerang 15 juga terkenal dengan sebutan “LIBELTA”

Media Informasi dan komunikasi antar seluruh Masyarakat Sekolah selain komunikasi interaktif langsung, juga bisa dilakukan melalui wahana Website dan Media Sosial di Facebook, baik yang dikelola oleh Tim IT dari pihak sekolah, juga Tim IT dari pihak Orangtua siswa/alumni yang perduli terhadap perkembangan pendidikan khususnya di SDN Tangerang 15.

Pertumbuhan aktivitas non akademis LIBELTA yang cukup intens dimulai sejak tahun ajaran 2011/2012 yaitu pergerakan Orangtua Siswa untuk membangun sebuah Gazebo di lingkungan sekolah sebagai tempat untuk bermusyawarah masyarakat sekolah, lalu pengembangan Kantin Sehat, serta aktivitas kian gencar sejak diawali keputusan pihak Sekolah untuk ikut berpartisipasi dalam Seleksi Sekolah Adiwiyata tingkat Kota. Aktivitas-aktivitas cinta lingkungan dikembangkan secara masif sejak saat itu secara bertahap, dengan pemberdayaan sumber daya yang ada, dari seluruh elemen masyarakat dilibatkan melalui ide dan kreasi penciptaan alat peraga belajar daur ulang, penanaman dan melengkapi koleksi tanaman sekolah, beragam lomba kreasi daur ulang, partisipasi dalam kegiatan-kegiatan lingkungan yang diselenggarakan oleh berbagai pihak, perketatan atas limbah sekolah, pembangunan sarana dan prasaran yang mendukung pemeliharaan lingkungan seperti Sumur serapan, Lubang Biopori, Greenhouse, tanaman obat (apotik hidup), tanaman bumbu, menghargai penggunaan air, pengolahan limbah dengan penciptakan komposter, pangolahan limbah air dari toilet dan wudhu, pemanfaatan energi di sekolah secara hemat, penciptaan kantin sehat yang senantiasa dipantau oleh dinas kesehatan setempat dan sidak orangtua dalam memantau sifat jenis kudapan yang sehat dan bergizi, penerapan ketentuan membawa ompreng dan melarang menggunakan kemasan yang tidak ramah lingkungan, aktivitas kreasi ramah lingkungan melalui propaganda siswa dan orangtua pada event-event tertentu dan lainnya semua dilakukan dengan target utama menciptakan budaya dan kesadaran cinta lingkungan disekolah dengan semaksimal mungkin dan biaya swadaya seminimal mungkin dan kemampuan maksimal, dengan mmenciptakan Visi dan Misi bebrasis cinta lingkungan. Sampai kepada Penciptaan Siswa Duta Adiwiyata.

Seiring dengan meriahnya aktivitas cinta lingkungan dan secara paralel, melaui peran serta orangtua siswa melalui unit kelompok pengurus paguyuban kelas serta wadah Komite sekolah, ide ini semkin berkembang lebih kuat lagi didasari oleh besarnya harapan para orangtua siswa untuk memberikan perkembangan positif bagi para ananda selama menempuh pendidikan di sekolah dasar, karena pada durasi ini merupakan “masa keemasan Bunda / orangtua bagi para anak-anaknya”.

Perkembangan ini akhirnya semakin meluas dengan hanya mengandalkan pertanyaan “apa lagi yang bisa diperoleh anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang dengan baikdan memiliki sejarah pendidikan dasar yang positif dan berkesan untuk masa depan mereka?” apalagi setelah secara bertahap SDN Tangerang 15 meraih kelulusan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kota, lalu lulus sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi, pada 2016 lulus sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, dan sampai pada tahun 2017 meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Selama durasi tersebut, pengembangan tidak lagi hanya berbasis Sekolah cinta dan ramah lingkungan, akan tetapi kita semua, masyarakat sekolah benar-benar perduli semua kebutuhan siswa dalam menghadapi masa pertumbuhannya dan perkembangannya, tidak hanya akademis, melainkan dari semua sektor. Target Pencapaian, tidak hanya kepada Piagam penghargaan atau kelulusan predikat sekolah unggulan lagi, melainkan penguatan kedalam budaya siswa dan masyarakat sekolah untuk menciptakan sekolah yang lebih lengkap dari sebuah Sekolah Adiwiyata Mandiri, yang bisa memberikan arahan tumbuh kembang anak yang lebih baik lagi.

Keterbatasan Finansial bagi Sekolah Negeri tentunya selalu ada, apalagi Sekolah Negeri diawasi ketat dalam hal keuangan karena merupakan sekolah yang harus bebas dari pungutan terhadap peserta didik, semua masyarakat sekolah melakukan musyawarah-musyawarah untuk menciptakan ide kreasi yang paling mungkin bisa dilakukan tanpa melanggar aturan dan koridor yang ada, dan hanya mengandalkan aktivitas pemberdayaan kegiatan yang ekonomis dan bisa mendapatkan seditik margin yang bisa dikumpulkan untuk membiayai seluruh kegiatan yang dikembangkan melalui pemberdayaan siswa dan orangtua serta staff pengajar, seperti contohnya penciptaan tas daur ulang yang bisa dijual dan menghasilkan uang yang bisa dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk pembiayan kegiatan lainnya, donasi orangtua yang ikhlas memberikan dukungannya yang semakin meningkat seiring dengan bukti hasil yang secara bertahap meningkat tajam, atau bahkan peran siswa siswi itu sendiri untuk mencari dana pada kegiatan-kegiatan besar yang ingin mereka ciptakan termasuk kegiatan santunan keagamaan melalui aktivitas mengamen, kencleng dan lainnya.

Akhirnya upaya mengembangkan aktivitas dan budaya sekolah dapat dipetakan secara perlahan, baik akademis dan non akademis, dengan klasifikasi yang merujuk kepada visi misi Sekolah, yang wajib diketahui, difahami, dihayati dan diimplementasikan oleh seluruh Elemen Masyarakat Sekolah.

Visi : 
Mewujudkan Sekolah peduli lingkungan, berakhlak mulia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan prestasi

Misi :
1) Mengembangkan sumberdaya manusia yang peduli lingkungan serta mampu mewujudkan pekeduliannya dalam kehidupan sehari-hari
2) Menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, indah, aman dan sejahtera
3) Menjadikan sekoah sebagai wadah pembelajaran lingkungan hidup
4) Membina keimanan dan ktaqwaan serta berakhlakul karimah
5) Mencapai target pelulusan yang memiliki keunggulan dalam kedisiplinan dan kejujuran.
6) Mengembangkan kecerdasan di bidang ilmu dan teknologi dengan melaksanakan proses kegiatan belajar mengaar yang efektif dan efisien untuk memperoleh prestasi yang membanggakan.

Tujuan :
1) Peduli Linkungan, Jujur dan bertanggung awab
2) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yan Maha Esa serta berakhlak mulia
3) Bersifat toleransi antar sesama di masyarakat
4) Memiliki intelektualitas, berpengetahuan yang luas da terampil.

Dari ide visi dan misi tersebut dikembangkanlah beragam pola dengan target pertumbukan yaitu mulai dari :
1. Ketahanan Akhlak sebagai dasar Iman dan Takwa kepada Allah SWT

2. Keunggulan Akademis dengan prestasi nilai yang bisa dibanggakan

3. Budaya Cinta Lingkungan baik di sekolah ataupun di rumah dan sekitarnya

4. Kemampuan siswa-siswi dalam daya saing meraih prestasi bukan hanya akdemis, melainkan juga kesempatan dalam bidang lainnya

5. Upaya memperbanyak informasi diversifikasi Bakat dan Cita-cita sebagai “Talent Mapping” sejak dini, sehingga Siswa mampu melakukan beragam pilihan cita-cita.

6. Penciptaan Wadah-wadah bagi siswa mengeluarkan seluruh potensinya baik menulis (seperti wadah duta jurnalis), kreasi seni (melalui duta seni), Polisi Cilik, Silat, Pramuka, Dokter Cilik, Marawis, Gamelan, Kelompok Pencinta Buku, dan lainnya.

7. Upaya yang tidak kalah penting adalah ketahanan Siswa-siswi terhadap bahaya Narkoba, dan jika para penjahat narkoba mengambil celah target pengrusakan generasi dimulai dari SD, maka kami melengkapi propaganda kami melalui pembudayaan Aktivitas Perang Terhadap Narkoba.

8. Selain itu, kami juga melakukan pembekalan kepada para siswa-siswi sejak kelas Atas (IV, V dan VI) tentang bagaimana menghadapi masa Remaja mereka nanti, Bahaya apa saja yang akan mereka hadapi, dan bagaimana menggali potensi mereka untuk melawan pengaruh negatif yang akan dihadapi kelak dari berbagai macam ancaman negatif

9. Dalam Era Globalisasi dimana Informasi Teknologi yang semakin berkembang pesat tanpa bisa dicegah, kami juga melakukan kampanye mengenai “Menggunakan Internet secara bijak dan Positif”, yang bertujuan agar siswa-i SDN Tangerang 15 memiliki kesadaran penuh terhadap apapun bentuk interaksi yang mereka laukan di media Sosial dan internet.

10. Kebutuhan Enterpreneurship, eksistensi pementasan diri sebagai salah satu kebutuhan Siswa-i dalam tumbuh dan berkembang juga terbuka luas di sekolah kami dengan diperkenankan para siswa-i untuk memiliki kegiatan dan aktivitas yang dikelolanya sendiri dalam kerangka yang positif, seperti menyelenggarakan event-event yang cukup beragam, mulai dari aktivitas internal sekolah, sampai dengan aktivitas mendatangkan Role Model yang sedang trend di kalangan remaja.

Sejak 2011 telah banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat sekolah, yang terkadang hampir tidak bisa disebutkan satu persatu, melainkan kegiatan berdasarkan target tujuan yang akan dicapai. Seperti contohnya : 

1. Aktivitas-aktivitas berbasis penguatan dan pemantapan Akhlak dan menolak pengaruh negatif melalui pengembangan kegiatan keagamaan, kolaborasi seni dan religi melalui marawis, aktivitas santunan dan keperdulian terhadap sesama, qurban, serta Penguatan menolak Bahaya Narkoba sejak dini melalui penciptaan Duta BNN serta ikrar perang terhadap Narkoba bagi seluruh siswa, pengawalan ketat Siswa yang akan lulus sekolah dengan pembinaan untuk menjadi remaja positif dan lainnya.

2. Kegiatan Field Trip ke lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang menyediakan fasilitas menerima kunjungan Siswa ke lokasi kerja dan lapangan demi memberikan ilmu pengetahuan mengenai lembaga tersebut aik dari segi bidang ilmu terkait sampai kepada pengenalan beragam profesi yang ada dalam masyarakat untuk dikembangkan siswa dalam menentukan arah cita-citanya. Hasil dari pengetahuan ragam profesi ini tentunya sangat mendukung terutama perbendaharaan profesi dalam pemikiran siswa dan kemampuan siswa untuk siap menghadapi kegagalan dengan bertransformasi dalam peta bakat yang ia miliki disesuaikan dengan ragam profesi yang ada

3. Aktivitas pengembangan daya kreatifitas siswa melalui daya kreasi seni dan jurnalis menampung minat dan kebutuhan siswa dalam mewujudkan seluruh pikiran dan bakatnya demi menunjang jati dirinya bahwa seluruh siswa di sekolah ini memiliki beragam peluang untuk unggul tidak hanya melalui jalur akademis sebagai juara kelas, akan tetapi juga mereka memiliki kesempatan untuk unggul dalam segala bidang yang ada, seperti keagamaan, seni, menulis dan membaca, teknologi informasi, kepolisian, pramuka, pencak silat, Dokter Cilik, Tim Jumantik dan masih banyak lainnya.

4. Pengembangan Teknologi informasi sebagai kebutuhan informasi dan komunikasi, serta impelemntasi kebutuhan kreasi siswa melalui seluruh media sosial ang ada dengan berjalan secara paralel pengawalan ketat di dunia internet melalui satuan kerja Libelt Cyber Patrol.

5. Beragam kerjasama dengan kelembagaan dikembangkan untuk melengkapi seluruh bidang pengetahuan dan arahan yang sesuai dengan bidang ilmu terkait.

Semua kerangka pemberdayaan tersebut, dengan kemampuan yang dimiliki saat itu, munkin kita tidak bisa membentuk Grup Marching Band yang bergengsi atau pengembangan-pengembangan modern dan mewah seperti sekolah lainnya, akan tetapi jika pun ada kemampuan keuangan untuk memilikinya pun, masayarakat sekolah secara luhur dan ikhlas sepakat untuk dialokasikan membantu dan meberikan dukungan kepada sekolah melengkapi kekurangan sarana dan prasarana sekolah untuk pengembangan kenyamanan siswa belajar di SDN Tangerang 15.

Secara perlahan, semua upaya dan kerja keras seluruh masyarakat sekolah tanpa terkecuali, mulai memberikan hasil yang luar biasa !. Dengan beragam prestasi yang memiliki predikat yang bisa dibanggakan, baik akademis dan non akademis, Perolehan nilai Nem yang tinggi sebagai bukti akademis, prestasi non akademis yang begitu meluas yang merujuk kepada harapan utama seluruh masyarakat sekolah, yaitu sekolah yang lengkap dalam memberikan manfaat kepada para siswa dari semua sektor kebutuhan anak-anak dalam mengembangkan dirinya serta kekuatan akhlak yang diupayakan semaksimal mungkin melalui peran serta seluruh elemen masyarakat sekolah.

Akhirul kalam, atas nama Seluruh Masyarakat SDN Tangerang 15, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas seluruh dukungan yang diberikan kepada kami, Kepala Sekolah, para orangtua yang luar biasa, seluruh staff dan pengajar dan tidak lupa menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh lembaga yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi aktivitas kami :  

1. Bapak Walikota Tangerang beserta seluruh Jajaran Staf dan manajemen Pemerintah Kota Tangerang, Banten

2. Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh Manajemen dan Staff

3. Kepala UPT Kec. Tangerang beserta seluruh Manajemen dan Staff

4. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang beserta seluruh Manajemen dan Staff

5. Direksi, Staff dan Manajemen Lembaga Kantor Berita Nasional “ANTARA”

6. Direksi, Staff dan Manajemen Badan Pemerintah setingkat Menteri - Badan Narkotika Nasional (BNN)

7. Kepala Kantor BNN Tangerang Selatan beserta Seluruh Jajaran Staff dan manajemen serta tim kerja (BNNK Tangsel)

8. Direksi, Staff dan Manajemen Badan Pemerintah setingkat Menteri - Badan Informasi Geospasial (BIG)

9. Direksi, Staff dan Manajemen Badan Pemerintah setingkat Menteri - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

10. Direksi, Staff dan Manajemen Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional “LAPAN”

11. Direksi, Staff dan Manajemen Badan Pemerintah setingkat Menteri - Badan Standardisasi Nasional (BSN)

12. Kepolisian RI – Polisi Resort Mettro Tangerang (Polrestro Tangerang)

13. Pimpinan, Dewan Redaksi dan staff manajemen Media berita Online “Lentera News”

14. Direktur, Staf dan manajemen LSM Kebijakan Publik Tangerang

15. Direksi, Manajemen dan Staff “Star Radio” Tangerang

16. Kepala, Staf dan manajemen Kantor Perpustakaan Kecamatan Tangerang

17. Pengelola dan manajemen “Skyworld” Taman Mini Indonesia Indah

18. Seluruh Manajemen dan anggota Perhelatan tahunan GALAXY Forum, dibawah pengelolaan ILOA, International Lunar Observation Association, yang berkantor Pusat di Hawaii, USA.

19. Kepala, staff dan manajemen Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangerang

20. Kepala, staff dan manajemen Kantor Kesatuan Polis Pamong Praja (SatPol PP)

21. Wahana Rekreasi edukasi Trans Studio Bandung

22. Kepala, staff dan manajemen Kantor Lembaga Permasyarakatan Anak Pria 2A, Tangerang

23. Kepala, Staff dan Manajemen Kantor Taman Makam Pahlawan Taruna (TMP Taruna)

24. Pengelola Sarana dan prasarana Lingkungan Hidup “BENUA HIJAU”

25. Pengelola Cagar Budaya Lengkong, BSD Serpong

26. Kepala, Staff dan Kantor PDAM Tirta Tangerang

27. Guru Tamu, bidang kesehatan DR. HJ. Salwah dan lainnya

28. Kantor Pengelola Wisata Kota Tua “Batavia”

29. Kantor Pengelola Musium Zoologi dan Kebun raya Bogor

30. Kantor Pengelola Musium Kepresidenan Kompleks Istana Bogor

31. Kantor Pengelola Benteng Heritage dan Kelenteng “Bon Tek Bio” serta wiskul Pasar Lama, Tangerang

32. Kantor Pengelola Wisata Pendidikan Lubana Sengkol

33. Kantor Pengelola Wisata Alam dan Agro Edutainment, Kuntum Farmfield, Bogor

34. Kantor Pengelola Wisata Seven Worlds of Wonder, Cikupa Tangerang

35. Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI)

36. Pimpinan Cabang Bank Mandiri Cikokol Tangerang

37. Seluruh Sekolah Tetangga dilingkungan SDN Tangerang 15

38. Sdri. Muthia Khanza, None Jakarte 2016

39. Gen Halilintar, Penyedia Aktivitas Parenting di sekolah

40. Manajemen dan Staff Perusahaan “Real Good”

41. Manajemen dan Staff Perusahaan Susu “Hilo”

42. Yayasan Dian Rukyani, The Orphans, Cipondoh Tangerang

43. Direksi dan Staff PT. Dian Makmur Jaya Abadi, Konsultan Manajemen Bisnis

44. Kepala Kantor Tim Agen Asuransi, Cipondoh Tangerang

45. Dan pihak lainnya yang belum disebutkan satu persatu disini.